Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamhuri Minta DMI Ketapang Tak Sekadar Meniru Daerah Lain, Database Masjid Jadi Perhatian Utama

A
Penulis: Ahmad Sofi❯
DMI Ketapang, Jamhuri, Dewan Masjid Indonesia, legalitas tanah masjid, program kerja DMI 2026–2031. (ISTIMEWA)
DMI Ketapang, Jamhuri, Dewan Masjid Indonesia, legalitas tanah masjid, program kerja DMI 2026–2031. (ISTIMEWA)

Advertisement

PONTIANAK POST - Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Ketapang menggelar silaturahmi bersama calon pengurus di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Rabu (30/9) malam.  Silaturahmi tersebut dihadiri Ketua PD-DMI Ketapang terpilih, Jamhuri, yang juga merupakan Wakil Bupati Ketapang, bersama sejumlah calon pengurus PD-DMI Ketapang masa bakti 2026–2031. Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk menyatukan visi dan membahas arah program kerja PD-DMI Ketapang selama lima tahun ke depan.

Jamhuri menekankan pentingnya keberadaan organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kemakmuran masjid dan kehidupan umat.

"Apalah artinya saya masuk di organisasi manakala organisasi yang saya pimpin tak pernah hidup di tengah-tengah umat," kata Jamhuri.

Menurutnya, PD-DMI Ketapang perlu memiliki database masjid se-Ketapang yang dapat menjadi dasar dalam menyusun program dan menentukan langkah organisasi. Data tersebut tidak hanya memuat jumlah dan keberadaan masjid, tetapi juga dapat digunakan untuk memetakan kondisi serta berbagai persoalan yang dihadapi masjid di setiap wilayah.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah masjid yang membutuhkan dukungan karena adanya berbagai kondisi yang dapat mengganggu aktivitas ibadah dan kegiatan kemasyarakatan.

Advertisement

Selain itu, persoalan status dan legalitas tanah masjid juga dinilai penting untuk mendapatkan perhatian. Kepastian status tanah diperlukan agar keberadaan masjid memiliki dasar hukum yang jelas dan aman untuk keberlanjutan pengelolaannya di masa mendatang.

Jamhuri juga mengingatkan agar program kerja PD-DMI Ketapang tidak sekadar meniru pola yang diterapkan di daerah lain. 

"Program kerja harus disesuaikan dengan kearifan lokal, karena Ketapang tidak sama dengan daerah lain," ungkapnya.

Dia menilai karakteristik wilayah, kondisi masyarakat, serta persoalan yang dihadapi masing-masing daerah memiliki perbedaan. Karena itu, DMI Ketapang perlu merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam pembahasan tersebut juga muncul gagasan agar fungsi masjid tidak hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat berbagai kegiatan positif masyarakat sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan dan fungsi masjid.

Advertisement

Artikel Terkait

Jamhuri Amir Terpilih Aklamasi Pimpin DMI Ketapang Periode 2026-2031

Jamhuri Amir Terpilih Aklamasi Pimpin DMI Ketapang Periode 2026-2031

Jamhuri Amir terpilih aklamasi sebagai Ketua DMI Ketapang 2026-2031, siap perkuat peran masjid dan umat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer