Kabut Asap Pekat Selimuti Ketapang, Jarak Pandang Kurang dari 100 Meter

PONTIANAK POST - Dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, Ketapang menjadi daerah yang paling parah dilanda kabut asap. Hingga Jumat (16/10), asap pekat masih menyelimuti Kota Ketapang. Status udara menjadi berbahaya. Sejak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa bulan lalu, kabut asap mulai menyelimuti Ketapang. Hal ini diperparah dengan belum adanya hujan turun di Ketapang, khususnya di dalam kota. Terhitung hanya satu kali hujan dalam 100 hari terakhir.
Tak hanya disebabkan Karhutla yang terjadi di Ketapang, kabut asap ini juga diduga berasal dari daerah lain yang sedang terjadi Karhutla. Kabut asap pekat terbawa hembusan angin yang mengarah ke Ketapang.
Kabut asap paling parah di Kota Ketapang terjadi pada pagi hingga siang hari. Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang tidak sampai 100 meter. Peristiwa memilukan ini terjadi setiap hari. Sekolah pun diliburkan.
Baca Juga: Dry Ice, BNPB Uji Coba Semai Langit dengan Es Kering untuk Mengurai Kabut Asap Karhutla
Berdasarkan pantauan satelit, Karhutla masih terjadi di wilayah selatan Ketapang, termasuk di Kecamatan Kendawangan. Beberapa titik api masih terpantau, namun jumlahnya tidak seperti Karhutla sebelumnya.
Pemadaman pun dilakukan oleh tim gabungan, mulai dari BPBD, TNI, Polri, masyarakat dan pihak perusahaan. Pemadaman terkendala oleh susahnya menjangkau lokasi Karhutla dan minimnya sumber air.
"Tim pemadam yang kita miliki banyak, tapi kendalanya akses ke lokasi dan sumber air yang susah didapatkan," ungkap Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, beberapa hari lalu.
Selain melalui jalur darat, pemadaman juga melalui jalur udara. Namun, pemadaman melalui jalur udara juga menemui kendala, yakni jarak pandang. Di lokasi yang kabut asapnya pekat, pilot tidak mau ambil risiko menerbangkan helikopter, karena khawatir terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan jumlah titik api di Ketapang berkurang drastis jika dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya.
Kebakaran di lahan gambut juga mulai padam. Beberapa titik seperti di Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, sudah padam total. "Hanya beberapa titik saja yang masih mengeluarkan asap, dan itupun tidak banyak asapnya," ungkap Yunifar.
Terkait kabut asap yang masih melanda Kota Ketapang, dia mengaku tidak mau berspekulasi. "Tinggal lihat saja titik apinya dan arah anginnya. Kemana arah angin dan di mana letak kebakarannya," jelas Yunifar. (afi)



