Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miris! 51 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla Kalbar, Lusi Kurus dan Penuh Luka

K
Tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat dan YIARI menyelamatkan orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di kawasan HCV perkebunan kelapa sawit PT KALE, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kerusakan habitat membuat orangutan terancam kehilangan sumber pakan dan tempat berlindung. (bksda)
Kerusakan habitat akibat Karhutla membuat orangutan terancam kehilangan sumber pakan dan tempat berlindung. (BKSDA)

Advertisement

PONTIANAK POST – Bertahan di pohon yang masih berdiri di tengah hutan terbakar, Lusi ditemukan dalam kondisi sangat kurus, stres, dehidrasi, dan mengalami sejumlah luka.

Orangutan remaja betina itu menjadi salah satu satwa yang diselamatkan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) sekaligus dokter hewan satwa liar, Karmele Llano Sanchez, mengaku prihatin melihat kondisi Lusi.

“Orangutan Lusi terlihat sangat stres dan sangat kurus. Mungkin sudah berapa hari tidak dapat makanan apa pun di hutan yang sudah hancur ini,” ujar Karmele.

Lusi ditemukan di kawasan High Conservation Value (HCV) atau kawasan bernilai konservasi tinggi di perkebunan kelapa sawit PT KALE, Desa Laman Satong.

Advertisement

Pemeriksaan menemukan luka gores di sekujur tubuhnya, termasuk luka terbuka pada punggung, bibir, dan anus yang diduga akibat gigitan satwa. Ia kemudian membutuhkan perawatan lanjutan di pusat rehabilitasi YIARI.

Riri Ditemukan Sendirian Tanpa Induk

Orangutan remaja betina bernama Riri juga ditemukan sendirian di pohon kelapa sawit dalam kondisi ketakutan dan dehidrasi. Tim tidak menemukan induknya di sekitar lokasi.

“Kami merasa kasihan melihat anak orangutan sendirian tanpa induknya. Kami pun bertanya-tanya, ke mana induknya, sebab induk orangutan biasanya tidak meninggalkan anaknya. Kami sangat khawatir induknya mungkin sudah mati,” kata Karmele.

Selain Lusi dan Riri, tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan YIARI menyelamatkan Mama Rian beserta anaknya, Rian.

Keduanya ditemukan sangat kurus di kebun warga Desa Riam Berasap, sekitar 1,5 kilometer dari perkebunan. Keempat orangutan itu diselamatkan pada 10–16 Oktober 2026.

Advertisement

Artikel Terkait

Lebih dari 90 Persen Habitat HCV PT KALE Terbakar, 51 Orangutan Dievakuasi di Kalbar

Lebih dari 90 Persen Habitat HCV PT KALE Terbakar, 51 Orangutan Dievakuasi di Kalbar

Empat orangutan kembali diselamatkan di Ketapang. Anak orangutan dapat bergantung pada induknya hingga usia 6–7 tahun, sementara kerusakan h

BKSDA-YIARI Selamatkan Induk dan Bayi Orangutan yang Terjebak di Kebun Sawit Terbakar

BKSDA-YIARI Selamatkan Induk dan Bayi Orangutan yang Terjebak di Kebun Sawit Terbakar

BKSDA Kalbar dan YIARI menyelamatkan Mama Lifa dan bayi orangutan dari kebun sawit terdampak kebakaran di Ketapang.

Karhutla Ketapang Ancam Habitat Orangutan, Sembilan Satwa Diselamatkan dalam Sebulan

Karhutla Ketapang Ancam Habitat Orangutan, Sembilan Satwa Diselamatkan dalam Sebulan

Karhutla di Ketapang mengancam habitat orangutan. YIARI dan BKSDA menyelamatkan sembilan satwa dalam waktu kurang sebulan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer