Miris! 51 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla Kalbar, Lusi Kurus dan Penuh Luka

PONTIANAK POST – Bertahan di pohon yang masih berdiri di tengah hutan terbakar, Lusi ditemukan dalam kondisi sangat kurus, stres, dehidrasi, dan mengalami sejumlah luka.
Orangutan remaja betina itu menjadi salah satu satwa yang diselamatkan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) sekaligus dokter hewan satwa liar, Karmele Llano Sanchez, mengaku prihatin melihat kondisi Lusi.
Baca Juga: Lebih dari 90 Persen Habitat HCV PT KALE Terbakar, 51 Orangutan Dievakuasi di Kalbar
“Orangutan Lusi terlihat sangat stres dan sangat kurus. Mungkin sudah berapa hari tidak dapat makanan apa pun di hutan yang sudah hancur ini,” ujar Karmele.
Lusi ditemukan di kawasan High Conservation Value (HCV) atau kawasan bernilai konservasi tinggi di perkebunan kelapa sawit PT KALE, Desa Laman Satong.
Pemeriksaan menemukan luka gores di sekujur tubuhnya, termasuk luka terbuka pada punggung, bibir, dan anus yang diduga akibat gigitan satwa. Ia kemudian membutuhkan perawatan lanjutan di pusat rehabilitasi YIARI.
Riri Ditemukan Sendirian Tanpa Induk
Orangutan remaja betina bernama Riri juga ditemukan sendirian di pohon kelapa sawit dalam kondisi ketakutan dan dehidrasi. Tim tidak menemukan induknya di sekitar lokasi.
“Kami merasa kasihan melihat anak orangutan sendirian tanpa induknya. Kami pun bertanya-tanya, ke mana induknya, sebab induk orangutan biasanya tidak meninggalkan anaknya. Kami sangat khawatir induknya mungkin sudah mati,” kata Karmele.
Selain Lusi dan Riri, tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan YIARI menyelamatkan Mama Rian beserta anaknya, Rian.
Keduanya ditemukan sangat kurus di kebun warga Desa Riam Berasap, sekitar 1,5 kilometer dari perkebunan. Keempat orangutan itu diselamatkan pada 10–16 Oktober 2026.


