KETAPANG – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, telah usai. Masyarakat kini mulai membahas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang akan diselenggarakan pada November mendatang.
Di Kabupaten Ketapang, nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati mulai diperbincangkan. Bahkan, warganet sudah membuat jejak pendapat untuk menentukan siapa yang akan maju pada Pilkada Ketapang 2024.
Melihat Pollingkita.com, nama-nama yang diusulkan warganet untuk Pilkada Kabupaten Ketapang tidak hanya berasal dari kalangan politisi. Ada birokrat, profesional, pengusaha, hingga atlet turut dimunculkan.
Polling untuk bakal calon bupati, muncul nama Alexander Wilyo, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang.
Kemudian Farhan, yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Ketapang. Ada juga nama M. Febriadi, ketua DPRD Ketapang, hingga Junaidi, ketua DPD Partai Nasdem Ketapang.
Sedangkan polling bakal calon wakil bupati, ada nama Mathoji, ketua DPC Partai Gerindra; Leonardus Rantan, sekretaris DPD Partai Golkar; Antoni Salim, politisi PDI Perjuangan; Jamhuri Amir, ketua DPD Partai Hanura; dan Ketua DPD PAN, Sulianto Harun.
Selain dari partai politik, ada juga nama pengusaha seperti Akeng. Kemudian ada juga petinju nasional dari Kayong Utara, Daud Yordan, serta Theo Bernadhi, ketua Aliansi Jurnalis Ketapang.
Untuk persentase polling bakal calon Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mendapat dukungan tertinggi, yaitu 36 persen. Sementara Farhan, memperoleh 32 persen, disusul Junaidi sebanyak 17 persen, dan M Febriadi memperolah 13 persen.
Sementara persentase polling bakal calon wakil bupati, nama-nama politisi ulung di Ketapang rata-rata mendapat dukungan di bawah 15 persen. Sementara voting tertinggi mengunggulkan Theo Bernadhi dengan perolehan 36 persen.
Dari sejumlah nama bakal calon pemimpin Ketapang, terdapat satu tokoh figur muda. Dia adalah Ketua AJK, Theo Bernadhi. Melihat hadirnya sosok anak muda pada kontestasi Pilkada Ketapang, mendapat respons positif berbagai pihak.
Salah satunya muncul dari pengamat politik sekaligus Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura (Untan), Zulkarnaen.
Zulkarnaen berpendapat, kehadiran anak muda di Pilkada akan membuat keberagaman pilihan. Menurutnya, beragamnya pilihan adalah hal baik untuk Ketapang. Karena selama ini cenderung mendorong mereka yang cukup usia.
"Saya pikir ini adalah hal yang baik untuk suatu konteks. Di mana masyarakat Ketapang punya pilihan beragam," kata Zulkarnaen, beberapa waktu lalu.
Dia menyebut, terhadap mereka yang senior, tentu saja ada kelebihan dalam tanda kutip tentunya punya pengalaman. Namun, orang muda juga banyak kelebihannya pada sisi lain.
"Sekali lagi, saya pikir ini sesuatu yang perlu didorong, sehingga ada banyak pilihan. Kita perlu pahami, sekarang milenial jumlahnya banyak, walupun tidak mesti milenial memilih yang muda," jelasnya.
Menyangkut analisa pilihan para milenial, Zulkarnaen menilai bahwa orang muda juga pilihan, apalagi pemilih pemula. Kecenderungan mereka akan mengidentifikasikan karena sosok.
Dia juga turut mengomentari tentang munculnya sosok Gibran Rakbuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden. Dia berujar, sosok tersebut punya pengaruh dan menjadi catatan bilamana itu bersifat linear ke daerah.
"Itu yang saya nilai. Boleh jadi secara kontek rasional, salah satu katakanlah dengan gemoinya. Itu saya anggap mempengaruhi pilihan," ungkapnya.
"Jadi, keberagaman memang mesti harus disajikan, seperti usia muda dan sosok-sosok yang memang memberikan banyak pilihan bagi masyarakat. Ini merupakan pendidikan politik yang baik bagi Ketapang," pungkasnya. (afi)
Editor : A'an