PONTIANAK POST - Belasan sepeda motor diamankan oleh jajaran Satlantas Polres Ketapang, Sabtu (1/3) pagi. Sepeda motor ini diamankan karena digunakan untuk balap liar. Tak hanya sepeda motor, pemilik motor juga didata dan diberikan pembinaan. Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Angga Pribadi, mengatakan mengatasi fenomena balap liar yang sering terjadi setelah sahur pada bulan Ramadan, pihaknya melakukan patroli di beberapa titik di Kota Ketapang.
Salah satu lokasi yang sering dijadikan balap liar adalah kawasan Pantai Pecal, Kecamatan Benua Kayong. “Ada 15 unit sepeda motor yang kita amankan karena terlibat balapan liar. Sebanyak 14 sepeda motor terpaksa ditilang dikarenakan terlibat balapan liar, menggunakan knalpot tidak sesuai standar serta tidak menggunakan kelengkapan berkendara,” kata Angga, Sabtu (1/3).
Dia menegaskan balap liar tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa menimbulkan bahaya bagi orang lain. Mengingat balap liar ini menggunakan jalan umum.
“Kami mengimbau kepada para remaja untuk menghindari kegiatan negatif seperti balap liar, yang sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mari kita manfaatkan waktu subuh setelah sahur untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti membaca Alquran, belajar atau berolah raga,” pesan Angga.
Selain itu, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi kepada para remaja melalui police goes to school di sekolah-sekolah di Kota Ketapang. Dalam kegiatan tersebut, anggota Polres melaksanakan pengenalan aturan berlalu lintas yang baik dan benar, menyampaikan imbauan keselamatan di jalan raya dan mensosialisasikan norma dan etika sebagai bagian pembinaan karakter.
Angga berharap hal ini dapat membentuk pola pikir positif bagi remaja agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan. “Harapan kita bersama melalui penertiban dan penyampaian edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara serta dampak dari balap liar, permasalahan balap liar khususnya di Ketapang dapat hilangkan,” harapnya.
“Kami juga menekankan kepada para remaja, mari ubah kebiasaan balap liar dengan melakukan kegiatan yang lebih memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Balap liar hanya mendatangkan mudarat bagi para pelaku dan orang lain,” pungkas Angga. (afi)
Editor : A'an