alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Culik, Sekap dan Cabuli Anak Tetangga

PONTIANAK – Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban kejahatan seksual. Korban dibawa oleh seorang pria lalu disekap di kamar penginapan hingga dicabuli. Pelaku adalah Try Nur Putro (41) yang merupakan tetangga korban.

Korban disekap sejak Jumat 3 April. Pelaku membawa korban ke kamar penginapan daerah Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya. Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jatmiko, mengatakan, orang tua korban melaporkan anak mereka yang tidak kunjung pulang pada Jumat 3 April di Polsek Rasau Jaya.

Berdasarkan laporan itu, anggota unit Reskrim Polsek Rasau Jaya melakukan penyelidikan di lapangan dan mencari keterangan saksi-saksi di sekitar tempat kejadian.

Baca Juga :  Wabup Sambas Kunjungi Korban

Di mana, lanjut Jatmiko, ditemukan petunjuk, jika korban telah dibawa oleh seorang pria bernama Try Nur Putro, yang tak lain adalah warga di tempat tinggal korban.

“Setelah mendapatkan petunjuk kemudian dilakukan pendalaman informasi. Didapati pelaku membawa korban ke penginapan di kompleks pelabuhan,” kata Jatmiko, Selasa (6/4).

Jatmiko menerangkan, pada Sabtu 4 April, tim melakukan penggerebekan di salah satu kamar penginapan. Korban berhasil ditemukan, namun pelaku sudah melarikan diri. Dari penginapan, Jatmiko menambahkan, tim mendapatkan informasi jika pelaku berada di Desa Sungai Radak, Kecamatan Terentang dan pengejaran pun dilakukan.

Jatmiko mengatakan, tim akhirnya berhasil menangkap pelaku. Ketika dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui telah membawa, menyekap korban serta melakukan pencabulan.

Baca Juga :  Bocah Lima Tahun Jadi Korban Cabul

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam korban dengan pisau. Mulut korban ditutup dengan lakban. Selain itu, pelaku juga memberi racikan obat, sehingga membuat kepala korban terasa pusing.

“Pelaku melancarkan aksinya ini dengan memberi korban minuman obat yang sudah diracik. Saat korban pusing, pelaku membawanya ke kamar penginapan,” ungkap Jatmiko.

Jatmiko menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 81 dan 82 Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun. (adg)

PONTIANAK – Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi korban kejahatan seksual. Korban dibawa oleh seorang pria lalu disekap di kamar penginapan hingga dicabuli. Pelaku adalah Try Nur Putro (41) yang merupakan tetangga korban.

Korban disekap sejak Jumat 3 April. Pelaku membawa korban ke kamar penginapan daerah Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya. Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jatmiko, mengatakan, orang tua korban melaporkan anak mereka yang tidak kunjung pulang pada Jumat 3 April di Polsek Rasau Jaya.

Berdasarkan laporan itu, anggota unit Reskrim Polsek Rasau Jaya melakukan penyelidikan di lapangan dan mencari keterangan saksi-saksi di sekitar tempat kejadian.

Baca Juga :  Tersangka JP Terancam Dihukum Kebiri

Di mana, lanjut Jatmiko, ditemukan petunjuk, jika korban telah dibawa oleh seorang pria bernama Try Nur Putro, yang tak lain adalah warga di tempat tinggal korban.

“Setelah mendapatkan petunjuk kemudian dilakukan pendalaman informasi. Didapati pelaku membawa korban ke penginapan di kompleks pelabuhan,” kata Jatmiko, Selasa (6/4).

Jatmiko menerangkan, pada Sabtu 4 April, tim melakukan penggerebekan di salah satu kamar penginapan. Korban berhasil ditemukan, namun pelaku sudah melarikan diri. Dari penginapan, Jatmiko menambahkan, tim mendapatkan informasi jika pelaku berada di Desa Sungai Radak, Kecamatan Terentang dan pengejaran pun dilakukan.

Jatmiko mengatakan, tim akhirnya berhasil menangkap pelaku. Ketika dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui telah membawa, menyekap korban serta melakukan pencabulan.

Baca Juga :  Lima Maling Motor yang Beraksi di Pontianak Utara Berhasil Ditangkap Polisi

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam korban dengan pisau. Mulut korban ditutup dengan lakban. Selain itu, pelaku juga memberi racikan obat, sehingga membuat kepala korban terasa pusing.

“Pelaku melancarkan aksinya ini dengan memberi korban minuman obat yang sudah diracik. Saat korban pusing, pelaku membawanya ke kamar penginapan,” ungkap Jatmiko.

Jatmiko menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 81 dan 82 Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/