alexametrics
33 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Cekcok Mulut, Seorang Mahasiswa Dikeroyok hingga Lebam di Kepala

PONTIANAK – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, HN menjadi korban pengeroyokan pada Rabu (2/3). Korban bersama temannya tersebut diduga telah diserang oleh beberapa orang.

Aksi pengeroyokan tersebut terekam kamera pengintai. Dari rekaman tersebut, terlihat korban, HN didorong dan dipukul oleh pelaku. Kasus pengeroyokan itu kini telah dilaporkan secara resmi oleh korban kepada kepolisian.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Muhammad Rizky Rizal membenarkan, telah menerima laporan kasus pengeroyokan yang dialami oleh mahasiswa Fisip Untan, HN. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan terlapor.

Pada Senin 7 Maret 2022, kata Rizal, telah diundang saksi-saksi kasus pengeroyokan tersebut. Mereka akan dimintai keterangan.

Baca Juga :  Gelapkan Uang Roti Sebesar Rp 14 Juta Majikan untuk Keperluan Sehari-hari

“Kami sudah sampaikan surat kepada pimpinan fakultas terkait, untuk membantu menghadirkan saksi-saksi guna mempermudah proses penyelidikan yang sedang dilakukan” kata Rizal.

Rizal menuturkan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, kronologis kasus pengeroyokan tersebut terjadi di sekitaran Fakultas ISIP dan Hukum Untan pada Rabu 2 Maret 2022 antara pukul 02.00 sampai dengan 03.00.

Rizal menerangkan, saat itu korban bersama temannya berjalan di jalan antara Fakultas ISIP dan Hukum. Kemudian ada beberapa orang keluar dari kampus Fakultas Hukum lalu mendekati kedua korban.

“Kemudian antara korban dan diduga para pelaku sempat cekcok mulut yang berujung korban dikeroyok,” ungkap Rizal.

Indra mengatakan, dari hasil visum terhadap korban, akibat tindakan pengeroyokan tersebut korban mengalami benturan atau lebam di kepala dan bagian tubuh lainnya.

Baca Juga :  Anak 9 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Kandung

“Untuk motif para pelaku melakukan pengeroyokan bermula dari cekcok mulut. Namun masih kami dalami lebih lanjut,” ujar Rizal.

Untuk jumlah pelaku, Rizal menambahkan, lebih dari satu orang. Namun untuk memastikan status pelaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sampai dengan saat ini proses penyelidikan masih berjalan. Belum ada pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka,” papar Rizal.

Rizal mengimbau kepada mahasiswa di Untan untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan. Pihaknya juga meminta semua orang mempercayakan proses penyelidikan kasus pengeroyokan ini kepada pihak kepolisian. (adg)

PONTIANAK – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, HN menjadi korban pengeroyokan pada Rabu (2/3). Korban bersama temannya tersebut diduga telah diserang oleh beberapa orang.

Aksi pengeroyokan tersebut terekam kamera pengintai. Dari rekaman tersebut, terlihat korban, HN didorong dan dipukul oleh pelaku. Kasus pengeroyokan itu kini telah dilaporkan secara resmi oleh korban kepada kepolisian.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Muhammad Rizky Rizal membenarkan, telah menerima laporan kasus pengeroyokan yang dialami oleh mahasiswa Fisip Untan, HN. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan terlapor.

Pada Senin 7 Maret 2022, kata Rizal, telah diundang saksi-saksi kasus pengeroyokan tersebut. Mereka akan dimintai keterangan.

Baca Juga :  Silaturahmi dengan 10 Kepala Desa

“Kami sudah sampaikan surat kepada pimpinan fakultas terkait, untuk membantu menghadirkan saksi-saksi guna mempermudah proses penyelidikan yang sedang dilakukan” kata Rizal.

Rizal menuturkan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, kronologis kasus pengeroyokan tersebut terjadi di sekitaran Fakultas ISIP dan Hukum Untan pada Rabu 2 Maret 2022 antara pukul 02.00 sampai dengan 03.00.

Rizal menerangkan, saat itu korban bersama temannya berjalan di jalan antara Fakultas ISIP dan Hukum. Kemudian ada beberapa orang keluar dari kampus Fakultas Hukum lalu mendekati kedua korban.

“Kemudian antara korban dan diduga para pelaku sempat cekcok mulut yang berujung korban dikeroyok,” ungkap Rizal.

Indra mengatakan, dari hasil visum terhadap korban, akibat tindakan pengeroyokan tersebut korban mengalami benturan atau lebam di kepala dan bagian tubuh lainnya.

Baca Juga :  Kabel Wifi Terputus, Pengawas Proyek Dikeroyok Empat Orang

“Untuk motif para pelaku melakukan pengeroyokan bermula dari cekcok mulut. Namun masih kami dalami lebih lanjut,” ujar Rizal.

Untuk jumlah pelaku, Rizal menambahkan, lebih dari satu orang. Namun untuk memastikan status pelaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sampai dengan saat ini proses penyelidikan masih berjalan. Belum ada pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka,” papar Rizal.

Rizal mengimbau kepada mahasiswa di Untan untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan. Pihaknya juga meminta semua orang mempercayakan proses penyelidikan kasus pengeroyokan ini kepada pihak kepolisian. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/