alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Maling Mukena dan Kain Sarung di Masjid Baiturrahman Telah Ditangkap Polisi

PONTIANAK – Masjid Baiturrahman di Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan disatroni pencuri. Sebanyak 17 helai kain sarung, tiga helai mukena dan sehelai sajadah hilang. Kasus pencurian perlengkapan salat itu terjadi pada Minggu 27 Maret 2022. Setelah lebih dari dua minggu, pelaku pencurian berhasil ditangkap. Pelaku adalah HY, warga Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto membenarkan, jika pihaknya telah menerima laporan kasus pencurian yang terjadi di masjid Baiturrahman, Jalan Tanjungpura. Indra menerangkan, berdasarkan keterangan pengurus masjid, pada Minggu 27 Maret 2022 sebanyak 17 helai kain sarung, tiga setel mukena dan sehelai sajadah telah hilang.

“Menurut keterangan pengurus masjid, kasus tersebut sudah ketiga kalinya terjadi. Pertama terjadi pada 1 Desember 2021 dan kedua pada 3 Januari 2022,” kata Indra, Senin (11/4).

Baca Juga :  Harga Pertamax dan “Kawan-kawan” Turun Lagi

Setelah menerima laporan itu, lanjut Indra, pihaknya melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian. Didapat petunjuk dari rekaman kamera pengintai yang merekam aksi diduga pelaku. Indra menjelaskan, dari rekaman itu terlihat seorang pria masuk ke dalam masjid, berpura-pura salat lalu mengambil perlengkapan salat.

“Total kerugian yang dialami pengurus masjid sebesar Rp1,6 juta,” ucap Indra.

Dari rekaman kamera pengintai, Indra mengatakan, dilakukan analisa dan didapatlah identitas pelaku, yakni HY. Penjahat kambuhan yang sudah berulang kali keluar dan masuk penjara.

Indra mengatakan, pihaknya kemudiannya melakukan serangkaian penyelidikan keberadaan pelaku. Pada Minggu 10 April 2022 sekitar pukul 15.00 didapat informasi bahwa diduga pelaku sedang berada di pasar barang bekas di Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan.

Baca Juga :  Sindikat Pencuri Meteran PDAM Diungkap, Satu Pelaku Masih Dicari

“Dari informasi itu, kami bergerak ke alamat yang dimaksud. Pelaku  berhasil ditangkap tanpa perlawanan,” tutur Indra.

Indra menyatakan, dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui mengambil barang berupa perlengkapan salat yang dilakukan pada 1 Desember 2021 dan 3 Januari 2022. Terakhir ia kembali melakukan aksinya pada 27 Maret 2022.

Indra mengungkapkan, dari pengakuan pelaku, perlengkapan salat itu telah dijual seharga Rp65 ribu kepada seseorang perempuan pengunjung pasar barang bekas. Adapun uang hasil penjualan perlengkapan salat tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Pelaku akan dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun,” pungkas Indra. (adg)

PONTIANAK – Masjid Baiturrahman di Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan disatroni pencuri. Sebanyak 17 helai kain sarung, tiga helai mukena dan sehelai sajadah hilang. Kasus pencurian perlengkapan salat itu terjadi pada Minggu 27 Maret 2022. Setelah lebih dari dua minggu, pelaku pencurian berhasil ditangkap. Pelaku adalah HY, warga Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto membenarkan, jika pihaknya telah menerima laporan kasus pencurian yang terjadi di masjid Baiturrahman, Jalan Tanjungpura. Indra menerangkan, berdasarkan keterangan pengurus masjid, pada Minggu 27 Maret 2022 sebanyak 17 helai kain sarung, tiga setel mukena dan sehelai sajadah telah hilang.

“Menurut keterangan pengurus masjid, kasus tersebut sudah ketiga kalinya terjadi. Pertama terjadi pada 1 Desember 2021 dan kedua pada 3 Januari 2022,” kata Indra, Senin (11/4).

Baca Juga :  Kafe Dibengkas, Peralatan Dapur Ludes

Setelah menerima laporan itu, lanjut Indra, pihaknya melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian. Didapat petunjuk dari rekaman kamera pengintai yang merekam aksi diduga pelaku. Indra menjelaskan, dari rekaman itu terlihat seorang pria masuk ke dalam masjid, berpura-pura salat lalu mengambil perlengkapan salat.

“Total kerugian yang dialami pengurus masjid sebesar Rp1,6 juta,” ucap Indra.

Dari rekaman kamera pengintai, Indra mengatakan, dilakukan analisa dan didapatlah identitas pelaku, yakni HY. Penjahat kambuhan yang sudah berulang kali keluar dan masuk penjara.

Indra mengatakan, pihaknya kemudiannya melakukan serangkaian penyelidikan keberadaan pelaku. Pada Minggu 10 April 2022 sekitar pukul 15.00 didapat informasi bahwa diduga pelaku sedang berada di pasar barang bekas di Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan.

Baca Juga :  Kabel Optik Milik Telkom Disikat Maling

“Dari informasi itu, kami bergerak ke alamat yang dimaksud. Pelaku  berhasil ditangkap tanpa perlawanan,” tutur Indra.

Indra menyatakan, dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui mengambil barang berupa perlengkapan salat yang dilakukan pada 1 Desember 2021 dan 3 Januari 2022. Terakhir ia kembali melakukan aksinya pada 27 Maret 2022.

Indra mengungkapkan, dari pengakuan pelaku, perlengkapan salat itu telah dijual seharga Rp65 ribu kepada seseorang perempuan pengunjung pasar barang bekas. Adapun uang hasil penjualan perlengkapan salat tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Pelaku akan dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun,” pungkas Indra. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/