alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Otak Pembunuhan Bendahara KONI KKU Oknum TNI AU, Pelaku Dibayar Rp2 Juta

CIBINONG – Pelaku pembunuhan mayat dalam karung, yang ditemukan di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, akhirnya dibuka Polres Bogor, Kamis (11/8).

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menjelaskan, ada empat pelaku dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Ahmad Nurcholys (AN) Bendahara KONI Kayong Utara itu.

“Iya empat pelaku,” katanya kepada para pewarta media saat ekspos kasus tersebut.

Tarigan memaparkan, empat pelaku berinisial AK, AA (37), D(37) dan RH (25).  “Pelaku berinisial AK merupakan otak pembunuhan berencana tersebut,” paparnya.

AK membayar tiga pelaku lainnya untuk menghabisi nyawa AN, dan membuangnya dalam karung. “Tiga pelaku ini dibayar Rp2 juta  per orang untuk menghabisi nyawa korban,” tukasnya.

AK sendiri merupakan seorang anggota TNI AU. Hal itu dikatakan Kasat Reskrim AKP Siswo Tarigan. “Pelaku AK anggota TNI sehingga Polres Bogor berkordinasi dengan Sat Polisi Militer (POM) TNI  Angkatan Udara (AU) Lanud Atang Sendjaja untuk melakukan penangkapan pelaku tersebut,” katanya kepada Radar Bogor (Jaringan Pontianak Post), Kamis (11/8).

Tarigan memaparkan, pelaku berdinas di Kalimantan Barat. “Sebenarnya berdinas di Kalimantan Barat. Keberadaan pelaku di sini sedang peserta didik, tetapi organik tugasnya di angkatan darat, ditahannya di Lanud. Pelaku tidak melawan dan kooperatif,” tukasnya.

PELAKU: Polres Bogor memperlihatkan para pelaku pembunuhan Ketua KONI Kayong Utara di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kemarin. Terungkap bahwa otak pembunuhan adalah oknum TNI AU.(HENDIAN RADAR BOGOR)

Adapun motif pelaku pembunuhan berencana terhadap Ahmad Nurcholys adalah utang piutang. Tersangka AK membunuh korban lantaran kepepet ditagih utang oleh korban AN.

Baca Juga :  Siduk-Sukadana telah Dilaporkan

“Pembunuhan berencana itu bermula dari korban yang merupakan  bendahara KONI di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat. Korban ini menggunakan dana KONI sebesar Rp600 juta untuk kepentingan pribadi dan akan dilaksanakan audit,” tuturnya.

Akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk berupaya menagih utang pada temannya AK yang merupakan otak pelaku pembunuhan. AK utang kepada korban Rp300 juta.

“Seingat korban, pelaku ini memiliki utang kepadanya. Jadi, sejak 12 Juli itu, korban sudah berada di Bogor untuk menagih utang,” tuturnya.

Pusing dengan upaya korban yang selalu menagih, AK meminta bantuan tersangka lainnya yakni AA, DD dan RH untuk membunuh AN. Keempat tersangka juga mulai membagi tugas seperti membeli alat-alat untuk membunuh korban.

Pada 30 Juli, pelaku menawarkan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan korban dengan cara menggunakan jasa pencetakan uang palsu di daerah Sukamakmur.

“Karena korban ini adalah orang baru, pelaku mensyaratkan korban harus mau ditutup matanya dan diikat tangannya saat menuju lokasi. Bahkan untuk meyakinkan korban, salah satu pelaku yang ikut dalam rombongan berpura-pura mau diikat tangannya dan ditutup matanya,” tutur Tarigan.

Tidak jauh dari TKP, korban pun dihabisi. Pertama, salah satu pelaku AK yang duduk di baris paling belakang memiting leher korban. Kemudian tersangka D membekap korban dengan jaket sampai si korban mati lemas.  “Untuk lebih memastikan lagi bahwa korban mati, kemudian AK memerintahkan kepada  RH untuk menjerat leher korban dengan tiga tali ripet.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Pencuri Toko Buah, Hasil Curian Dipakai Main Judi

“Korban dibuang oleh AK, RH dan D di jembatan Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur,” tukasnya.

Terhadap keempat pelaku disangkakan pasal 338 KUHP, 340 KUHP dan 365 KUHP. “Kenapa 365 KUHP? Karena ada barang-barang korban yang diambil dan dimiliki oleh para pelaku. Adapun ancaman pidananya terhadap empat orang tersebut maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban angkat bicara terkait isu tentang anggaran KONI Kayong Utara senilai Rp 600 juta yang diduga digelapkan oleh korban.

Abang kandung korban, Salam Sholihun menjelaskan, beberapa waktu lalu Ketua KONI Kayong Utara Daud Cino Yordan bertandang ke rumah orang tuanya, di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara guna membahas persoalan tersebut.

“Nominal tidak tahu saya. Tetapi memang disampaikan Bang Daud (terkait uang KONI, Red). Kami baru tahu pas meninggal ini,” katanya Kamis (11/8).

Terkait permintaan pihak KONI Kayong Utara yang meminta pihak keluarga almarhum untuk bertanggung jawab mengembalikan uang KONI yang terpakai, ia mengaku keberatan. Apalagi korban semasa hidup tidak pernah bercerita mengenai permasalahan ini.

“Kami sekeluarga keberatanlah mengganti. Kami sekeluarga tidak tahu masalah si korban ini dengan uang KONI. Dengan orang tua tidak pernah cerita, sama istri tidak pernah juga,” katanya.

Terkait hal ini, Ketua KONI Kayong Utara Daud Yordan belum dapat  memberikan  keterangan. (all/c/dan/mam)

CIBINONG – Pelaku pembunuhan mayat dalam karung, yang ditemukan di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, akhirnya dibuka Polres Bogor, Kamis (11/8).

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menjelaskan, ada empat pelaku dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Ahmad Nurcholys (AN) Bendahara KONI Kayong Utara itu.

“Iya empat pelaku,” katanya kepada para pewarta media saat ekspos kasus tersebut.

Tarigan memaparkan, empat pelaku berinisial AK, AA (37), D(37) dan RH (25).  “Pelaku berinisial AK merupakan otak pembunuhan berencana tersebut,” paparnya.

AK membayar tiga pelaku lainnya untuk menghabisi nyawa AN, dan membuangnya dalam karung. “Tiga pelaku ini dibayar Rp2 juta  per orang untuk menghabisi nyawa korban,” tukasnya.

AK sendiri merupakan seorang anggota TNI AU. Hal itu dikatakan Kasat Reskrim AKP Siswo Tarigan. “Pelaku AK anggota TNI sehingga Polres Bogor berkordinasi dengan Sat Polisi Militer (POM) TNI  Angkatan Udara (AU) Lanud Atang Sendjaja untuk melakukan penangkapan pelaku tersebut,” katanya kepada Radar Bogor (Jaringan Pontianak Post), Kamis (11/8).

Tarigan memaparkan, pelaku berdinas di Kalimantan Barat. “Sebenarnya berdinas di Kalimantan Barat. Keberadaan pelaku di sini sedang peserta didik, tetapi organik tugasnya di angkatan darat, ditahannya di Lanud. Pelaku tidak melawan dan kooperatif,” tukasnya.

PELAKU: Polres Bogor memperlihatkan para pelaku pembunuhan Ketua KONI Kayong Utara di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kemarin. Terungkap bahwa otak pembunuhan adalah oknum TNI AU.(HENDIAN RADAR BOGOR)

Adapun motif pelaku pembunuhan berencana terhadap Ahmad Nurcholys adalah utang piutang. Tersangka AK membunuh korban lantaran kepepet ditagih utang oleh korban AN.

Baca Juga :  Polres Kayong Utara Kibarkan Bendera Raksasa di Bukit Peramas

“Pembunuhan berencana itu bermula dari korban yang merupakan  bendahara KONI di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat. Korban ini menggunakan dana KONI sebesar Rp600 juta untuk kepentingan pribadi dan akan dilaksanakan audit,” tuturnya.

Akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk berupaya menagih utang pada temannya AK yang merupakan otak pelaku pembunuhan. AK utang kepada korban Rp300 juta.

“Seingat korban, pelaku ini memiliki utang kepadanya. Jadi, sejak 12 Juli itu, korban sudah berada di Bogor untuk menagih utang,” tuturnya.

Pusing dengan upaya korban yang selalu menagih, AK meminta bantuan tersangka lainnya yakni AA, DD dan RH untuk membunuh AN. Keempat tersangka juga mulai membagi tugas seperti membeli alat-alat untuk membunuh korban.

Pada 30 Juli, pelaku menawarkan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan korban dengan cara menggunakan jasa pencetakan uang palsu di daerah Sukamakmur.

“Karena korban ini adalah orang baru, pelaku mensyaratkan korban harus mau ditutup matanya dan diikat tangannya saat menuju lokasi. Bahkan untuk meyakinkan korban, salah satu pelaku yang ikut dalam rombongan berpura-pura mau diikat tangannya dan ditutup matanya,” tutur Tarigan.

Tidak jauh dari TKP, korban pun dihabisi. Pertama, salah satu pelaku AK yang duduk di baris paling belakang memiting leher korban. Kemudian tersangka D membekap korban dengan jaket sampai si korban mati lemas.  “Untuk lebih memastikan lagi bahwa korban mati, kemudian AK memerintahkan kepada  RH untuk menjerat leher korban dengan tiga tali ripet.

Baca Juga :  Siduk-Sukadana telah Dilaporkan

“Korban dibuang oleh AK, RH dan D di jembatan Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur,” tukasnya.

Terhadap keempat pelaku disangkakan pasal 338 KUHP, 340 KUHP dan 365 KUHP. “Kenapa 365 KUHP? Karena ada barang-barang korban yang diambil dan dimiliki oleh para pelaku. Adapun ancaman pidananya terhadap empat orang tersebut maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban angkat bicara terkait isu tentang anggaran KONI Kayong Utara senilai Rp 600 juta yang diduga digelapkan oleh korban.

Abang kandung korban, Salam Sholihun menjelaskan, beberapa waktu lalu Ketua KONI Kayong Utara Daud Cino Yordan bertandang ke rumah orang tuanya, di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara guna membahas persoalan tersebut.

“Nominal tidak tahu saya. Tetapi memang disampaikan Bang Daud (terkait uang KONI, Red). Kami baru tahu pas meninggal ini,” katanya Kamis (11/8).

Terkait permintaan pihak KONI Kayong Utara yang meminta pihak keluarga almarhum untuk bertanggung jawab mengembalikan uang KONI yang terpakai, ia mengaku keberatan. Apalagi korban semasa hidup tidak pernah bercerita mengenai permasalahan ini.

“Kami sekeluarga keberatanlah mengganti. Kami sekeluarga tidak tahu masalah si korban ini dengan uang KONI. Dengan orang tua tidak pernah cerita, sama istri tidak pernah juga,” katanya.

Terkait hal ini, Ketua KONI Kayong Utara Daud Yordan belum dapat  memberikan  keterangan. (all/c/dan/mam)

Most Read

Artikel Terbaru

/