alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Pemuda Putussibau Diciduk, Kepergok Intip Ibu-ibu Mandi

PUTUSSIBAU- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengamankan seorang pemuda berinisial A (25), warga Kecamatan Putussibau Utara, karena diduga sedang mengintip seorang ibu-ibu yang sedang mandi di kontrakan pasar pagi.

Pemuda tersebut tertangkap basah oleh warga setempat dan diserahkan ke Sat Pol PP Kapuas Hulu untuk proses lebih lanjut.

Kasi Ops Sat Pol PP Kabupaten Kapuas Hulu, Azmiyansyah mengatakan, setelah diinterogasi, pemuda tersebut mengaku mengintip di bawah kolong rumah.

“Ia ketahuan oleh ibu yang mandi tersebut. Sehingga ibu itu berteriak, kemudian si pemuda tersebut dikepung warga dan melapor kepada anggota Sat Pol PP yang sedang bertugas di pasar pagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pejabat KH Disuntik Vaksin Tahap Kedua

Adapun tindakan yang dilakukan Sat Pol PP setempat, yaitu melakukan proses penindakan administrasi di hadapan orang tua pemuda tersebut.

“Setelah dilakukan pencatatan, pemuda tersebut dibina dan diberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatan lagi. Kedua belah pihak pun sepakat damai dari hasil mediasi,” pungkasnya. (arf)

PUTUSSIBAU- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengamankan seorang pemuda berinisial A (25), warga Kecamatan Putussibau Utara, karena diduga sedang mengintip seorang ibu-ibu yang sedang mandi di kontrakan pasar pagi.

Pemuda tersebut tertangkap basah oleh warga setempat dan diserahkan ke Sat Pol PP Kapuas Hulu untuk proses lebih lanjut.

Kasi Ops Sat Pol PP Kabupaten Kapuas Hulu, Azmiyansyah mengatakan, setelah diinterogasi, pemuda tersebut mengaku mengintip di bawah kolong rumah.

“Ia ketahuan oleh ibu yang mandi tersebut. Sehingga ibu itu berteriak, kemudian si pemuda tersebut dikepung warga dan melapor kepada anggota Sat Pol PP yang sedang bertugas di pasar pagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPU Tandatangani MoU Pemeriksaan Kesehatan Paslon

Adapun tindakan yang dilakukan Sat Pol PP setempat, yaitu melakukan proses penindakan administrasi di hadapan orang tua pemuda tersebut.

“Setelah dilakukan pencatatan, pemuda tersebut dibina dan diberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatan lagi. Kedua belah pihak pun sepakat damai dari hasil mediasi,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/