alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Perkara Penggelapan, Diburu ke Sekadau Tertangkap di Pontianak

PONTIANAK – Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Negeri (Tim Tabur Kejari) Pontianak melakukan eksekusi terhadap seorang terpidana bernama Septi Dinarti. Perkara penggelapan yang menjeratnya sudah dinyatakan inkracht oleh Mahkamah Agung (MA).

Kepala Seksi Intel Kejari Pontianak, Rudi Astanto mengatakan, tim jaksa eksekutor telah melakukan penangkapan terhadap Septi Dinarti, yang merupakan mantan sales marketing penjualan di Astra Honda.

Ia ditangkap Jumat 12 Agustus, setelah Kejari Pontianak menerima putusan kasasi MA Nomor 877 K/Pid/2021 tanggal 3 Maret 2021 dengan amaran putusan menolak kasasi yang diajukan terpidana, Septi Dinarti.

Dalam putusan itu, MA menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pontianak tanggal 2 Februari 2021 dengan amar putusan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama enam bulan.

“Untuk perkara penggelapannya, terpidana ini menerima uang muka sebesar Rp6 juta dari seorang calon kreditur. Namun kreditur tersebut membatalkan pembelian. Terpidana kemudian tetap memproses rencana kredit sementara motornya diberikan kepada orang lain,” kata Rudi, ketika menggelar jumpa pers di Kejari Pontianak, Jumat (12/8).

Baca Juga :  Sakit Hati Uangnya Sering Diambil, Juru Parkir Tikam Warga di Kapuas Besar

Rudi menerangkan, berdasarkan amar putusan yang dikeluarkan MA, Kejari Pontianak mengeluarkan surat perintah pelaksanaan eksekusi pada 1 Agustus. Hal ini juga mengacu pada pasal 270 KUHAP terkait pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Kasus ini muncul ketika ada tagihan pembayaran kredit motor kepada calon kreditur. Akhirnya terungkap bahwa motor tersebut telah diberikan yang bersangkutan kepada orang lain,” ucap Rudi.

Untuk melakukan eksekusi, pihaknya kemudian menelusuri keberadaan yang bersangkutan. Didapatlah informasi jika ia berada di Kabupaten Sekadau. Tim Tabur Kejari Pontianak pun langsung bergerak menuju ke lokasi. Namun, setibanya di Sekadau, ternyata terpidana sudah pindah dan tinggal di daerah Kecamatan Pontianak Timur.

Baca Juga :  Dua Paslon Apresiasi Penyelenggaraan Pilkada

“Sejak putusan MA keluar, keberadaan terdakwa ini tidak diketahui,” tutur Rudi, yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Pontianak.

Tim Tabur lantas kembali ke Pontianak dan akhirnya berhasil menangkap terpidana di daerah Banjar Serasan, Pontianak Timur. Terpidana ini akan menjalani hukuman pidana penjara sesuai dengan putusan yang telah dikeluarkan MA.

“Yang bersangkutan akan  menjalani hukuman pidana penjara di Lapas Perempuan Pontianak,” pungkas  mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggai di Entikong ini.(adg)

PONTIANAK – Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Negeri (Tim Tabur Kejari) Pontianak melakukan eksekusi terhadap seorang terpidana bernama Septi Dinarti. Perkara penggelapan yang menjeratnya sudah dinyatakan inkracht oleh Mahkamah Agung (MA).

Kepala Seksi Intel Kejari Pontianak, Rudi Astanto mengatakan, tim jaksa eksekutor telah melakukan penangkapan terhadap Septi Dinarti, yang merupakan mantan sales marketing penjualan di Astra Honda.

Ia ditangkap Jumat 12 Agustus, setelah Kejari Pontianak menerima putusan kasasi MA Nomor 877 K/Pid/2021 tanggal 3 Maret 2021 dengan amaran putusan menolak kasasi yang diajukan terpidana, Septi Dinarti.

Dalam putusan itu, MA menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pontianak tanggal 2 Februari 2021 dengan amar putusan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama enam bulan.

“Untuk perkara penggelapannya, terpidana ini menerima uang muka sebesar Rp6 juta dari seorang calon kreditur. Namun kreditur tersebut membatalkan pembelian. Terpidana kemudian tetap memproses rencana kredit sementara motornya diberikan kepada orang lain,” kata Rudi, ketika menggelar jumpa pers di Kejari Pontianak, Jumat (12/8).

Baca Juga :  Satu Ruko Roboh Diterjang Longsor

Rudi menerangkan, berdasarkan amar putusan yang dikeluarkan MA, Kejari Pontianak mengeluarkan surat perintah pelaksanaan eksekusi pada 1 Agustus. Hal ini juga mengacu pada pasal 270 KUHAP terkait pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Kasus ini muncul ketika ada tagihan pembayaran kredit motor kepada calon kreditur. Akhirnya terungkap bahwa motor tersebut telah diberikan yang bersangkutan kepada orang lain,” ucap Rudi.

Untuk melakukan eksekusi, pihaknya kemudian menelusuri keberadaan yang bersangkutan. Didapatlah informasi jika ia berada di Kabupaten Sekadau. Tim Tabur Kejari Pontianak pun langsung bergerak menuju ke lokasi. Namun, setibanya di Sekadau, ternyata terpidana sudah pindah dan tinggal di daerah Kecamatan Pontianak Timur.

Baca Juga :  Mulai 6 April, Pemkab Sekdau Terapkan Work From Home

“Sejak putusan MA keluar, keberadaan terdakwa ini tidak diketahui,” tutur Rudi, yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Pontianak.

Tim Tabur lantas kembali ke Pontianak dan akhirnya berhasil menangkap terpidana di daerah Banjar Serasan, Pontianak Timur. Terpidana ini akan menjalani hukuman pidana penjara sesuai dengan putusan yang telah dikeluarkan MA.

“Yang bersangkutan akan  menjalani hukuman pidana penjara di Lapas Perempuan Pontianak,” pungkas  mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggai di Entikong ini.(adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/