alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Libas Aksi Bandit di Kubu Raya

PONTIANAK  – Sejumlah pelaku kejahatan ditangkap di wilayah hukum Polres Kubu Raya selama bulan Juni tahun ini. Mereka melakukan berbagai aksi kejahatan, mulai kepemilikan senjata api, pencurian sepeda motor, penggelapan sepeda motor, pelecehan seksuai terhadap anak hingga peredaran narkotika.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Teuku Rivanda mengatakan, untuk kasus kepemilikan senjata api, tersangka adalah AB alias Alim, yang bersangkutan saat itu sedang berburu babi di tepian sungai Parit Pakotong, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Teluk Pakedai, pada Selasa 31 Mei 2022.

Teuku menerangkan, saat itu tersangka melihat sesuatu bergerak di semak-semak, lalu dari atas perahu yang bersangkutan melepaskan tembakan. Namun saat diperiksa, ternyata yang ditembak bukanlah babi melainkan seorang pria yang diketahui tengah mencari kepah.

“Korban, Ismail mengalami luka tembak di bagian punggung belakang. Tersangka saat itu sempat menolong korban, namun ketika ada yang datang, ia langsung melarikan diri,” kata Teuku, ketika menggelar konferensi pers di aula Mapolres Kubu Raya, Rabu (13/7).

Teuku menuturkan, dari penyelidikan yang dilakukan, pelaku berhasil ditangkap dan dari tangannya disita barang bukti senjata api rakitan jenis lantak. Terhadapnya akan dikenakan pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 360 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup dan setinggi-tingginya pidana penjara selama 20 tahun dan atau pidana penjara lima tahun.

“Untuk kasus pencurian sepeda motor, kejadiannya di parkiran masjid Al-Amin Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat 27 Mei 2022. Pelaku adalah AH alias Amat, yang beraksi dengan modus berpura-pura sebagai jamaah kuba,” ungkap Teuku.

Teuku mengungkapkan, pelaku ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan barang bukti sepeda motor hasil kejahatan. Pada kasus lainnya, lanjut Teuku, seorang pelaku penggelapan sepeda motor berhasil ditangkap. Pelaku adalah AG alias Angga.

Baca Juga :  Harap Segera Realisasikan Pengadaan Lahan Mapolres Kubu Raya

Teuku menjelaskan, pelaku beraksi dengan modus meminjam sepeda motor milik temannya, namun setelah sepeda motor dalam penguasaan, yang bersangkutan tidak kunjung mengembalikan kendaraan tersebut.

“Terhadap kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun dan pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat tahun,” tegas Teuku.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap selama Juni 2022, Teuku menambahkan, kejahatan seksual terhadap anak. Pelaku adalah EN alias Edy alias Agus. Pelaku melancarkan aksinya berpura-pura atau mengaku sebagai anggota TNI. Menawarkan pekerjaan kepada korban. Namun bukan pekerjaan yang diberikan, tetapi korban disekap lalu disetubuhi.

“Terhadap pelaku persetubuhan ini, akan dikenakan pasal 81 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 20014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun,” tegas Teuku.

Sementara itu, pada kasus peredaran narkotika, Kasat Narkoba Polres Kubu Raya, AKP B Pandia mengatakan, sepanjang Juni 2022 telah mengungkap empat kasus peredaran narkotika dengan jumlah pelaku yang ditangkap sebanyak enam orang.

Pandia menjelaskan, keenam pelaku tersebut, yakni WI alias Willy dan KP alias Kukuh. Willy ditangkap di depan Jalan Manunggal, Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, pada Selasa 7 Juni 2022. Dari pengembangan yang dilakukan, ditangkap Kukuh di daerah Pancaroba. Dari tangan kedua pelaku disita barang bukti berupa 38,28 gram sabu, dua kantong plastik klip transparan berisikan sabu, timbangan, uang tunai sebesar Rp1 juta, dan telepon genggam.

“Barang itu hendak dijual Willy kepada warga Kalteng, yakni Kukuh,” ungkap Pandia.

Baca Juga :  Penipu Minyak Goreng Mengatasnamakan Wilmar Gentayangan

Pandia menerangkan, upaya pengungkapan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kubu Raya terus dilakukan pihaknya. Dari penyelidikan yang dilakukan pada Jumat 24 Juni 2022, pihaknya kembali menangkap dua pengedar sabu. Mereka adalah Sukanto alias Anto dan Dal Kowi alias Kowi. Keduanya ditangkap di sebuah rumah toko, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang. Dari tangan kedua pelaku disita barang bukti, 3,20 gram sabu.

Pandia mengungkapkan, dari interogasi, Anto mengaku menyuruh Kowi untuk menjual sabu. Barang haram tersebut dibeli dari seseorang berinisial A yang tinggal di wilayah Kecamatan Pontianak Timur.

“Untuk penyedia barang berinisial A ini, kami masih lakukan penyelidikan keberadaannya,” ucap Pandia.

Pandia mengatakan, pengungkapan peredaran narkotika masih terus dilakukan. Pada Jumat 24 Juni 2022 atau di hari yang sama, seorang pengedar yakni RP alias Robeth berhasil ditangkap. Pelaku ditangkap di salah satu rumah di Dusun Karya II, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Dari tangannya disita barang bukti, 3,69 gram sabu.

Pandia mengungkapkan, dari interogasi terhadap pelaku, yang bersangkutan mengaku jika barang haram tersebut dibeli dari AP yang berada di Kecamatan Pontianak Timur. Adapun paket sabu yang dibeli sebanyak tiga gram.

“Pada Senin 27 Juni 2022, kami kembali menangkap pengedar sabu. Pelaku adalah YT alias Berto. Ditangkap di Dusun Bangun Rejo, Desa Jangkang I, Kecamatan Kubu. Barang bukti yang disita, paket sabu seberat 5,73 gram,” ungkap Pandia.

Pandia menegaskan, terhadap keenam pelaku pengedar narkotika tersebut akan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun. (adg)

PONTIANAK  – Sejumlah pelaku kejahatan ditangkap di wilayah hukum Polres Kubu Raya selama bulan Juni tahun ini. Mereka melakukan berbagai aksi kejahatan, mulai kepemilikan senjata api, pencurian sepeda motor, penggelapan sepeda motor, pelecehan seksuai terhadap anak hingga peredaran narkotika.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Teuku Rivanda mengatakan, untuk kasus kepemilikan senjata api, tersangka adalah AB alias Alim, yang bersangkutan saat itu sedang berburu babi di tepian sungai Parit Pakotong, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Teluk Pakedai, pada Selasa 31 Mei 2022.

Teuku menerangkan, saat itu tersangka melihat sesuatu bergerak di semak-semak, lalu dari atas perahu yang bersangkutan melepaskan tembakan. Namun saat diperiksa, ternyata yang ditembak bukanlah babi melainkan seorang pria yang diketahui tengah mencari kepah.

“Korban, Ismail mengalami luka tembak di bagian punggung belakang. Tersangka saat itu sempat menolong korban, namun ketika ada yang datang, ia langsung melarikan diri,” kata Teuku, ketika menggelar konferensi pers di aula Mapolres Kubu Raya, Rabu (13/7).

Teuku menuturkan, dari penyelidikan yang dilakukan, pelaku berhasil ditangkap dan dari tangannya disita barang bukti senjata api rakitan jenis lantak. Terhadapnya akan dikenakan pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 360 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup dan setinggi-tingginya pidana penjara selama 20 tahun dan atau pidana penjara lima tahun.

“Untuk kasus pencurian sepeda motor, kejadiannya di parkiran masjid Al-Amin Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat 27 Mei 2022. Pelaku adalah AH alias Amat, yang beraksi dengan modus berpura-pura sebagai jamaah kuba,” ungkap Teuku.

Teuku mengungkapkan, pelaku ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan barang bukti sepeda motor hasil kejahatan. Pada kasus lainnya, lanjut Teuku, seorang pelaku penggelapan sepeda motor berhasil ditangkap. Pelaku adalah AG alias Angga.

Baca Juga :  Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Rental

Teuku menjelaskan, pelaku beraksi dengan modus meminjam sepeda motor milik temannya, namun setelah sepeda motor dalam penguasaan, yang bersangkutan tidak kunjung mengembalikan kendaraan tersebut.

“Terhadap kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun dan pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat tahun,” tegas Teuku.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap selama Juni 2022, Teuku menambahkan, kejahatan seksual terhadap anak. Pelaku adalah EN alias Edy alias Agus. Pelaku melancarkan aksinya berpura-pura atau mengaku sebagai anggota TNI. Menawarkan pekerjaan kepada korban. Namun bukan pekerjaan yang diberikan, tetapi korban disekap lalu disetubuhi.

“Terhadap pelaku persetubuhan ini, akan dikenakan pasal 81 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 20014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun,” tegas Teuku.

Sementara itu, pada kasus peredaran narkotika, Kasat Narkoba Polres Kubu Raya, AKP B Pandia mengatakan, sepanjang Juni 2022 telah mengungkap empat kasus peredaran narkotika dengan jumlah pelaku yang ditangkap sebanyak enam orang.

Pandia menjelaskan, keenam pelaku tersebut, yakni WI alias Willy dan KP alias Kukuh. Willy ditangkap di depan Jalan Manunggal, Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, pada Selasa 7 Juni 2022. Dari pengembangan yang dilakukan, ditangkap Kukuh di daerah Pancaroba. Dari tangan kedua pelaku disita barang bukti berupa 38,28 gram sabu, dua kantong plastik klip transparan berisikan sabu, timbangan, uang tunai sebesar Rp1 juta, dan telepon genggam.

“Barang itu hendak dijual Willy kepada warga Kalteng, yakni Kukuh,” ungkap Pandia.

Baca Juga :  Gelapkan Uang Rp24 Juta, Kasir Toko Alat Musik Ditangkap Polisi

Pandia menerangkan, upaya pengungkapan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kubu Raya terus dilakukan pihaknya. Dari penyelidikan yang dilakukan pada Jumat 24 Juni 2022, pihaknya kembali menangkap dua pengedar sabu. Mereka adalah Sukanto alias Anto dan Dal Kowi alias Kowi. Keduanya ditangkap di sebuah rumah toko, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang. Dari tangan kedua pelaku disita barang bukti, 3,20 gram sabu.

Pandia mengungkapkan, dari interogasi, Anto mengaku menyuruh Kowi untuk menjual sabu. Barang haram tersebut dibeli dari seseorang berinisial A yang tinggal di wilayah Kecamatan Pontianak Timur.

“Untuk penyedia barang berinisial A ini, kami masih lakukan penyelidikan keberadaannya,” ucap Pandia.

Pandia mengatakan, pengungkapan peredaran narkotika masih terus dilakukan. Pada Jumat 24 Juni 2022 atau di hari yang sama, seorang pengedar yakni RP alias Robeth berhasil ditangkap. Pelaku ditangkap di salah satu rumah di Dusun Karya II, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Dari tangannya disita barang bukti, 3,69 gram sabu.

Pandia mengungkapkan, dari interogasi terhadap pelaku, yang bersangkutan mengaku jika barang haram tersebut dibeli dari AP yang berada di Kecamatan Pontianak Timur. Adapun paket sabu yang dibeli sebanyak tiga gram.

“Pada Senin 27 Juni 2022, kami kembali menangkap pengedar sabu. Pelaku adalah YT alias Berto. Ditangkap di Dusun Bangun Rejo, Desa Jangkang I, Kecamatan Kubu. Barang bukti yang disita, paket sabu seberat 5,73 gram,” ungkap Pandia.

Pandia menegaskan, terhadap keenam pelaku pengedar narkotika tersebut akan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/