alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Curi Tas Jemaah Masjid Demi Beli Sabu

PONTIANAK – Ketergantungan mengkonsumsi sabu membuat RH, nekat mencuri tas milik jemaah salat subuh di masjid Al Karim, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur pada Jumat (11/2).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan, Jumat 11 Februari 2022 sekitar pukul 05.00, korban bersama adiknya melaksanakan salat subuh di masjid Al Karim, Jalan Tanjung Raya 2. Indra menerangkan, saat salat tas yang dibawa korban dan adiknya, disimpan di dinding dekat jendela sebelah kiri. Usai salat tas keduanya hilang.

“Adapun isi tas kedua korban, satu unit handphone, dua buah kaca mata dan uang tunai sebesar Rp600 ribu. Sedangkan tas satunya tidak ada berisi barang berharga,” kata Indra, Jumat (18/2).

Baca Juga :  Polda Kalbar Musnahkan 2 Kg Sabu

Setelah menerima laporan korban, lanjut Indra, pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan melakukan analisa hasil rekaman kamera pengintai yang didapat di tempat kejadian. Indra menuturkan, dari rekaman kamera pengintai tersebut, diketahui bahwa diduga pelaku adalah residivis kasus pencurian berinisial RH.

Indra mengatakan, setelah mendapatkan identitas pelaku, Kamis 17 Februari 2022 sekitar pukul 14.30 didapat informasi keberadaan pelaku, yakni di penyeberangan sampan Jalan Sultan Mohhamad, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota.

Dari informasi itu, Indra menambahkah, pihaknya bergerak menuju lokasi keberadaan pelaku dan berhasil menangkap yang bersangkutan.

Indra menyatakan, dari pemeriksaan pelaku mengakui telah melakukan pencurian di Masjid Al Karim. Adapun hasil interogasi bahwa barang milik korban berupa dua buah tas dibuang pelaku di Jalan Tani, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur. Sedangkan satu unit telepon genggam milik korban, menurut pelaku, telah hilang saat dirinya tidur.

Baca Juga :  Korban Tewas Insiden Penusukan di Kafe Mama Jalani Visum

“Untuk uang korban sudah habis digunakan pelaku untuk membeli sabu,” terang Indra.

Indra menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. (adg)

PONTIANAK – Ketergantungan mengkonsumsi sabu membuat RH, nekat mencuri tas milik jemaah salat subuh di masjid Al Karim, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur pada Jumat (11/2).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan, Jumat 11 Februari 2022 sekitar pukul 05.00, korban bersama adiknya melaksanakan salat subuh di masjid Al Karim, Jalan Tanjung Raya 2. Indra menerangkan, saat salat tas yang dibawa korban dan adiknya, disimpan di dinding dekat jendela sebelah kiri. Usai salat tas keduanya hilang.

“Adapun isi tas kedua korban, satu unit handphone, dua buah kaca mata dan uang tunai sebesar Rp600 ribu. Sedangkan tas satunya tidak ada berisi barang berharga,” kata Indra, Jumat (18/2).

Baca Juga :  Pemilik 37 Paket Sabu di Sanggau Ditangkap Polisi

Setelah menerima laporan korban, lanjut Indra, pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan melakukan analisa hasil rekaman kamera pengintai yang didapat di tempat kejadian. Indra menuturkan, dari rekaman kamera pengintai tersebut, diketahui bahwa diduga pelaku adalah residivis kasus pencurian berinisial RH.

Indra mengatakan, setelah mendapatkan identitas pelaku, Kamis 17 Februari 2022 sekitar pukul 14.30 didapat informasi keberadaan pelaku, yakni di penyeberangan sampan Jalan Sultan Mohhamad, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota.

Dari informasi itu, Indra menambahkah, pihaknya bergerak menuju lokasi keberadaan pelaku dan berhasil menangkap yang bersangkutan.

Indra menyatakan, dari pemeriksaan pelaku mengakui telah melakukan pencurian di Masjid Al Karim. Adapun hasil interogasi bahwa barang milik korban berupa dua buah tas dibuang pelaku di Jalan Tani, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur. Sedangkan satu unit telepon genggam milik korban, menurut pelaku, telah hilang saat dirinya tidur.

Baca Juga :  Setengah Kuintal Sabu Dimusnahkan

“Untuk uang korban sudah habis digunakan pelaku untuk membeli sabu,” terang Indra.

Indra menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/