alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Siasat Paman Bejat, Berkedok Ajari Mengaji Paman Cabuli Dua Keponakan

KETAPANG – Berkedok mengajari keponakan mengaji, SU (53 tahun), seorang pria di Kecamatan Sungai Melayu Rayak mencabuli dua keponakannya yang masih belia. Celakanya aksi bejat tersebut berlangsung sejak tahun 2020. Sementara korban masih berusia 14 dan 9 tahun yang juga merupakan dua saudara kandung.

Si raja tega ini melakukan semua aksi bejatnya di rumahnya, kawasan Sungai Melayu Rayak. Pelaku ditangkap di rumahnya oleh Satuan Reskrim Polres Ketapang pada Kamis (15/9). “Penangkapan pelaku atas dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh pelaku kepada kedua keponakannya,” kata Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana, kemarin (18/9).

Yani menjelaskan, pelaku ditangkap setelah Polres Ketapang menerima laporan dari orang tua korban bahwa kedua anak perempuannya diduga telah mengalami pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku. Kapolres mengungkapkan, ibu korban curiga dengan perilaku salah satu anaknya yang berusia 14 tahun.

Baca Juga :  Peremas Payudara Jalanan Akhirnya Dibekuk

Korban menjadi pendiam dan sering mengurung diri di dalam kamar. “Saat ditanya oleh ibunya, korban ini menceritakan bahwa dirinya telah mengalami pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku yang tak lain juga merupakan paman korban,” ungkapnya.

Ibu korban sangat terkejut dengan pengakuan korban. Ia menanyakan kepada adik korban, apakah juga mengalami hal yang sama dengan kakaknya. Dengan jelas korban yang masih berusia 9 tahun itu juga mengakui telah mengalami hal yang sama dengan kakaknya. Kepada sang ibu, korban mengaku perbuatan cabul tersebut semuanya terjadi di rumah pelaku saat mereka belajar mengaji dengan pelaku.

“Dari pengakuan korban yang berusia 14 tahun, dia sudah empat kali mengalami perbuatan tersebut sejak tahun 2020 lalu. Sedangkan pengakuan adiknya, dirinya sudah mengalami dua kali perbuatan bejat tersebut dari awal tahun 2022,” jelasnya. Ibu korban yang tidak terima atas perbuatan pelaku langsung melaporkan hal itu ke Polres Ketapang. Polres yang menerima laporan langsung menindaklanjuti dan menangkap pelaku.

Baca Juga :  Luka Kena Jambret

“Pelaku sudah diamankan beserta barang bukti berupa beberapa helai pakaian dari kedua korban serta hasil visum medis kedua korban. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melakukan pencabulan dan persetubuhan kepada kedua korban yang merupakan keponakannya,” paparnya.

Yani menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap pelaku terkait modus yang dilancarkan pelaku dalam menjalankan aksinya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 81 ayat (2) dan atau junto pasal 76 D dan 76 E Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku terancam penjara 15 tahun,” pungkas Yani. (afi)

KETAPANG – Berkedok mengajari keponakan mengaji, SU (53 tahun), seorang pria di Kecamatan Sungai Melayu Rayak mencabuli dua keponakannya yang masih belia. Celakanya aksi bejat tersebut berlangsung sejak tahun 2020. Sementara korban masih berusia 14 dan 9 tahun yang juga merupakan dua saudara kandung.

Si raja tega ini melakukan semua aksi bejatnya di rumahnya, kawasan Sungai Melayu Rayak. Pelaku ditangkap di rumahnya oleh Satuan Reskrim Polres Ketapang pada Kamis (15/9). “Penangkapan pelaku atas dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh pelaku kepada kedua keponakannya,” kata Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana, kemarin (18/9).

Yani menjelaskan, pelaku ditangkap setelah Polres Ketapang menerima laporan dari orang tua korban bahwa kedua anak perempuannya diduga telah mengalami pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku. Kapolres mengungkapkan, ibu korban curiga dengan perilaku salah satu anaknya yang berusia 14 tahun.

Baca Juga :  Pelaku Penggelapan Motor Diamankan Polisi

Korban menjadi pendiam dan sering mengurung diri di dalam kamar. “Saat ditanya oleh ibunya, korban ini menceritakan bahwa dirinya telah mengalami pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku yang tak lain juga merupakan paman korban,” ungkapnya.

Ibu korban sangat terkejut dengan pengakuan korban. Ia menanyakan kepada adik korban, apakah juga mengalami hal yang sama dengan kakaknya. Dengan jelas korban yang masih berusia 9 tahun itu juga mengakui telah mengalami hal yang sama dengan kakaknya. Kepada sang ibu, korban mengaku perbuatan cabul tersebut semuanya terjadi di rumah pelaku saat mereka belajar mengaji dengan pelaku.

“Dari pengakuan korban yang berusia 14 tahun, dia sudah empat kali mengalami perbuatan tersebut sejak tahun 2020 lalu. Sedangkan pengakuan adiknya, dirinya sudah mengalami dua kali perbuatan bejat tersebut dari awal tahun 2022,” jelasnya. Ibu korban yang tidak terima atas perbuatan pelaku langsung melaporkan hal itu ke Polres Ketapang. Polres yang menerima laporan langsung menindaklanjuti dan menangkap pelaku.

Baca Juga :  Bapak Perkosa Anak Tiri Usai Pulang Sekolah

“Pelaku sudah diamankan beserta barang bukti berupa beberapa helai pakaian dari kedua korban serta hasil visum medis kedua korban. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melakukan pencabulan dan persetubuhan kepada kedua korban yang merupakan keponakannya,” paparnya.

Yani menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap pelaku terkait modus yang dilancarkan pelaku dalam menjalankan aksinya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 81 ayat (2) dan atau junto pasal 76 D dan 76 E Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku terancam penjara 15 tahun,” pungkas Yani. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/