alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Tagih Tunggakan Kredit Sepeda Motor, Seorang Pria Dibacok

PONTIANAK – Gara-gara ditagih tunggakan kredit sepeda motor, SY (38) nekat membacok seorang pria. Korban, Tomi Baskara mengalami luka robek di rusuk sebelah kanan. Kasus penganiayaan dengan senjata tajam itu, terjadi di rumah SY, di Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur pada Senin 18 April 2022 sekitar pukul 19.00.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto membenarkan, kasus penganiayaan tersebut. Dia menjelaskan, bermula ketika korban, Tomi bersama temannya datang ke rumah pelaku untuk menagih tunggakan uang pembayaran kredit sepeda motor.

Saat itu, lanjut Indra, SY menyuruh korban dan temannya masuk ke dalam rumah. Pada saat membicarakan terkait penagihan tersebut, pelaku tersulut emosi.

Baca Juga :  Miliki Sabu, Warga Karangan Landak Diciduk

“Pelaku mengambil sebilah pedang panjang yang saat itu disimpan di dalam kamarnya,” kata Indra, Rabu (20/4).

Indra menerangkan, saat keluar kamar pelaku langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya. Melihat hal itu, korban langsung berupaya melarikan diri namun terjatuh. Pelaku langsung membacok korban hingga mengenai rusuk sebelah kanan.

Indra menuturkan, setelah melakukan penganiayaan, pelaku membiarkan korban bersama temannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada bagian rusuk sebelah kanan, luka lecet pada bagian siku tangan sebelah kiri dan kanan, lutut sebelah kiri dan kanan, jari sebelah kiri dan kanan serta bahu akibat terjatuh.

Indra menyebutkan, tidak lama setelah kejadian, anggota Polsek Pontianak Timur mendapat informasi dari warga mengenai kasus tersebut.

Baca Juga :  Pencuri Masuk Kampus FKIP, Lancarkan Aksi Curanmor

Dari laporan itu, Indra menambahkan, anggota unit Reskrim Polsek Pontianak Timur bergerak menuju tempat kejadian. Setelah memastikan informasi, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku yang saat itu masih berada di kediamannya.

“Dari tangan pelaku disita barang bukti sebilah pedang panjang,” ucap Indra.

Indra menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHP, dengan ancaman pidana penjara diatas lima tahun. (adg)

PONTIANAK – Gara-gara ditagih tunggakan kredit sepeda motor, SY (38) nekat membacok seorang pria. Korban, Tomi Baskara mengalami luka robek di rusuk sebelah kanan. Kasus penganiayaan dengan senjata tajam itu, terjadi di rumah SY, di Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur pada Senin 18 April 2022 sekitar pukul 19.00.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto membenarkan, kasus penganiayaan tersebut. Dia menjelaskan, bermula ketika korban, Tomi bersama temannya datang ke rumah pelaku untuk menagih tunggakan uang pembayaran kredit sepeda motor.

Saat itu, lanjut Indra, SY menyuruh korban dan temannya masuk ke dalam rumah. Pada saat membicarakan terkait penagihan tersebut, pelaku tersulut emosi.

Baca Juga :  Pencuri Masuk Kampus FKIP, Lancarkan Aksi Curanmor

“Pelaku mengambil sebilah pedang panjang yang saat itu disimpan di dalam kamarnya,” kata Indra, Rabu (20/4).

Indra menerangkan, saat keluar kamar pelaku langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya. Melihat hal itu, korban langsung berupaya melarikan diri namun terjatuh. Pelaku langsung membacok korban hingga mengenai rusuk sebelah kanan.

Indra menuturkan, setelah melakukan penganiayaan, pelaku membiarkan korban bersama temannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada bagian rusuk sebelah kanan, luka lecet pada bagian siku tangan sebelah kiri dan kanan, lutut sebelah kiri dan kanan, jari sebelah kiri dan kanan serta bahu akibat terjatuh.

Indra menyebutkan, tidak lama setelah kejadian, anggota Polsek Pontianak Timur mendapat informasi dari warga mengenai kasus tersebut.

Baca Juga :  Bekuk Pengatapel Dua Bocah

Dari laporan itu, Indra menambahkan, anggota unit Reskrim Polsek Pontianak Timur bergerak menuju tempat kejadian. Setelah memastikan informasi, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku yang saat itu masih berada di kediamannya.

“Dari tangan pelaku disita barang bukti sebilah pedang panjang,” ucap Indra.

Indra menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHP, dengan ancaman pidana penjara diatas lima tahun. (adg)

Most Read

Penataaan Kuliner Kawasan Waterfront

4 Tahun, Populasi Xpander 200 Ribu Unit

Membumikan Olahraga Panahan

Kasus Penganiayaan Berujung Damai

Artikel Terbaru

/