alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Pengeroyokan di Depan Jalan Perintis Berakhir Damai

PONTIANAK – Ferdi Zulian (42) menjadi korban pengeroyokan oleh dua pemuda, RF dan GF. Pengeroyokan terjadi di depan warung Jalan Perintis, Kecamatan Pontianak Selatan pada Selasa (12/4) lalu. Pengeroyokan terjadi karena ditantang berkelahi.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP M Rizky Rizal mengatakan, berdasarkan keterangannya korban, kedua pelaku secara bersama-sama memukuli bagian wajahnya dengan menggunakannya tangan kosong.

Rizal menerangkan, masih menurut keterangan korban, kedua pelaku memukul berulang-ulang hingga mengakibatkan wajah korban di bagian kantong mata sebelah kiri mengalami bengkak biru.

Rizal menuturkan, berdasarkan laporan korban, pihaknya mendatangi tempat kejadian, melakukan rangkaian penyelidikan dan didapatlah rekaman kamera pengintai yang merekam penganiayaan yang dilakukan para pelaku. “Kedua pelaku adalah RF dan GF. Keduanya kemudian berhasil ditangkap tanpa perlawanan,” kata Rizal, Jumat (22/4).

Baca Juga :  Kasat Reskrim: Merasa Dirugikan, Silahkan Lapor

Rizal mengungkapkan, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Menurut mereka, penganiayaan tersebut terjadi karena terpancing emosi yang mana saat kedua pelaku sedang duduk-duduk di warung bersama beberapa orang temannya, tiba-tiba korban mendatangi mereka di warung dan langsung menantang untuk berkelahi.

“Menurut para pelaku awalnya mereka tidak menanggapinya. Tetapi korban makin menjadi-jadi dan menggap-gap mereka. Beberapa teman sudah menenangkan, malah dipukul korban,” ungkap Rizal.

Rizal mengatakan, karena tersulut emosi kedua pelaku langsung melayangkan tinju beberapa kali ke wajah korban yang mengakibatkan korban hampir terjatuh dan tersender ke salah satu motor. Korban menantang kembali untuk berkelahi dan korban akhirnya kembali dipukuli.

“Menurut keterangan pelaku, mereka sebenarnya berusaha menenangkan korban, namun korban malah memukul. Sehingga tindakan itu dibalas,” terang Rizal.

Baca Juga :  Empat Pelaku Pengeroyokan Diringkus

Namun, Rizal manambahkan, setelah kedua pelaku ditangkap dan ditahan, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan musyawarah.

Menurut Rizal, adapun kesepakatan perdamaian itu, pihak pelaku memberikan bantuan biaya pengobatan serta memberikan tali asih kepada korban. “Jadi kasus penganiyaan ini kami hentikan. Karena kedua belah pihak sepakat berdamai,” pungkas Rizal. (adg)

PONTIANAK – Ferdi Zulian (42) menjadi korban pengeroyokan oleh dua pemuda, RF dan GF. Pengeroyokan terjadi di depan warung Jalan Perintis, Kecamatan Pontianak Selatan pada Selasa (12/4) lalu. Pengeroyokan terjadi karena ditantang berkelahi.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP M Rizky Rizal mengatakan, berdasarkan keterangannya korban, kedua pelaku secara bersama-sama memukuli bagian wajahnya dengan menggunakannya tangan kosong.

Rizal menerangkan, masih menurut keterangan korban, kedua pelaku memukul berulang-ulang hingga mengakibatkan wajah korban di bagian kantong mata sebelah kiri mengalami bengkak biru.

Rizal menuturkan, berdasarkan laporan korban, pihaknya mendatangi tempat kejadian, melakukan rangkaian penyelidikan dan didapatlah rekaman kamera pengintai yang merekam penganiayaan yang dilakukan para pelaku. “Kedua pelaku adalah RF dan GF. Keduanya kemudian berhasil ditangkap tanpa perlawanan,” kata Rizal, Jumat (22/4).

Baca Juga :  Gelapkan Uang Roti Sebesar Rp 14 Juta Majikan untuk Keperluan Sehari-hari

Rizal mengungkapkan, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Menurut mereka, penganiayaan tersebut terjadi karena terpancing emosi yang mana saat kedua pelaku sedang duduk-duduk di warung bersama beberapa orang temannya, tiba-tiba korban mendatangi mereka di warung dan langsung menantang untuk berkelahi.

“Menurut para pelaku awalnya mereka tidak menanggapinya. Tetapi korban makin menjadi-jadi dan menggap-gap mereka. Beberapa teman sudah menenangkan, malah dipukul korban,” ungkap Rizal.

Rizal mengatakan, karena tersulut emosi kedua pelaku langsung melayangkan tinju beberapa kali ke wajah korban yang mengakibatkan korban hampir terjatuh dan tersender ke salah satu motor. Korban menantang kembali untuk berkelahi dan korban akhirnya kembali dipukuli.

“Menurut keterangan pelaku, mereka sebenarnya berusaha menenangkan korban, namun korban malah memukul. Sehingga tindakan itu dibalas,” terang Rizal.

Baca Juga :  Empat Pelaku Pengeroyokan Diringkus

Namun, Rizal manambahkan, setelah kedua pelaku ditangkap dan ditahan, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan musyawarah.

Menurut Rizal, adapun kesepakatan perdamaian itu, pihak pelaku memberikan bantuan biaya pengobatan serta memberikan tali asih kepada korban. “Jadi kasus penganiyaan ini kami hentikan. Karena kedua belah pihak sepakat berdamai,” pungkas Rizal. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/