Jalan Batu Ampar–Padang Tikar Mulai Berubah, Dewan Harap Pembangunan Terus Berlanjut

PONTIANAK POST - Progres pembangunan Jalan Batu Ampar–Padang Tikar di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, mulai menunjukkan perubahan signifikan. Ruas jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga karena rusak parah kini berangsur membaik, meski pengerjaannya masih berlangsung.
Perubahan kondisi jalan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, saat meninjau langsung Segmen 4 Jalan Poros Batu Ampar–Padang Tikar, Senin (13/7).
Ia menilai pembangunan mulai memberikan harapan bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut.
Kondisi Jalan Dinilai Jauh Lebih Baik
Agus mengatakan kondisi ruas jalan saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia masih mengingat kerusakan jalan yang dipenuhi retakan dan lubang hingga kerap diibaratkan seperti jalan yang baru saja dilanda gempa.
"Sebelumnya jalan ini rusak berat, retak dan berlubang seperti habis terkena gempa. Alhamdulillah sekarang kondisi eksistingnya sudah jauh lebih mantap, walaupun memang belum tuntas karena masih dalam proses penyelesaian," ujarnya.
Baca Juga: Dari Penghasil Arang ke Sentra Amplang, Batu Ampar Siapkan Wajah Baru Ekonomi Ramah Lingkungan
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, khususnya Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk peningkatan ruas jalan tersebut. Menurutnya, anggaran itu menjadi langkah awal untuk menghadirkan akses transportasi yang lebih layak bagi masyarakat.
Berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, pembangunan jalan poros ekonomi di Kecamatan Batu Ampar dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari program peningkatan konektivitas wilayah pesisir.
Bupati Kubu Raya Sujiwo sebelumnya menyebut jaringan jalan poros yang menghubungkan Padang Tikar II, Padang Tikar I, Tasik Malaya, Sungai Besar, Sungai Jawi, Ambarawa, Tanjung Harapan, Medan Mas, Nipah Panjang, Teluk Nibung hingga Batu Ampar memiliki total panjang sekitar 81 kilometer.
Hingga awal 2026, pemerintah daerah menyatakan sekitar 80 persen ruas tersebut telah tertangani dan menargetkan penyelesaiannya dilakukan secara bertahap



