Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tronton Melintas di Jam Sekolah Disorot, DPRD Kubu Raya Minta Pengawasan Diperketat

A
Penulis: Ashri Isnaini❯
Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Amri
Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Amri

Advertisement

PONTIANAK POST – Kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa dari kalangan pelajar beberapa waktu lalu mendapat perhatian DPRD Kabupaten Kubu Raya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, meminta pemerintah daerah bersama kepolisian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas kendaraan berat, khususnya tronton, yang melintas di sejumlah ruas jalan di Kubu Raya.

Amri menyampaikan duka cita atas kecelakaan yang menyebabkan anak-anak sekolah meninggal dunia. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem keselamatan lalu lintas, terutama di jalur yang menjadi lintasan kendaraan berat sekaligus digunakan pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah.

“Tentu kita ikut berduka atas kejadian kecelakaan yang meninggal anak-anak sekolah,” kata Amri kepada Pontianak Post, Jumat (21/8) di Sungai Raya. 

Dia meminta Dinas Perhubungan Kubu Raya berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kubu Raya untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat. Evaluasi, kata dia, tidak hanya menyangkut jam operasional, tetapi juga kelayakan kendaraan dan potensi pelanggaran over dimension over loading (ODOL).

Menurut Amri, razia dan pemeriksaan terhadap angkutan tronton perlu dilakukan secara berkala. Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan harus ditindak tegas sesuai aturan.“Kita minta kepada Dinas Perhubungan dapat bekerja sama dengan Satlantas Polres Kubu Raya melakukan razia jam operasional, kelayakan kendaraan, dan muatan ODOL,” ujarnya.

Advertisement

Amri yang juga menjabat sebagi Ketua Komisi V DPRD Kubu Raya ini juga berharap aturan terhadap kendaraan berat yang melanggar dapat diperketat. Sanksi tegas juga dinilai penting untuk memberikan efek jera dan mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.

“Kalau ada pihak tronton yang melanggar, wajib dikasih sanksi berat. Jangan tunggu ada korban lagi,” tegasnya.

Selain penertiban kendaraan berat, Amri meminta pemerintah memetakan dan menangani titik-titik rawan kecelakaan di sejumlah ruas jalan, terutama Jalan Trans Kalimantan dan Jalan Adisucipto.

Menurut dia, pemetaan titik rawan kecelakaan harus diikuti dengan solusi konkret. Infrastruktur keselamatan seperti rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), marka jalan hingga polisi tidur perlu dipasang pada lokasi yang memang membutuhkan berdasarkan kajian dan kondisi lapangan.

“Perlu dipantau titik rawan kecelakaan dan wajib ada solusi. Perlu dipasang rambu, PJU, marka jalan, dan polisi tidur di titik-titik rawan laka di Trans Kalimantan dan Adisucipto,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sujiwo Janji Tindaklanjuti 10 Suara Anak Kubu Raya, Isu KIA hingga Kekerasan Jadi Sorotan

Sujiwo Janji Tindaklanjuti 10 Suara Anak Kubu Raya, Isu KIA hingga Kekerasan Jadi Sorotan

Sujiwo memastikan 10 suara anak Kubu Raya akan ditindaklanjuti dengan solusi konkret, termasuk isu KIA, kekerasan, dan eksploitasi.

Pemkab Kubu Raya Genjot Optimalisasi Aset Daerah, Sejumlah Ruang Publik Mulai Hasilkan PAD

Pemkab Kubu Raya Genjot Optimalisasi Aset Daerah, Sejumlah Ruang Publik Mulai Hasilkan PAD

Pemkab Kubu Raya menata aset daerah agar lebih produktif, termasuk lahan dan fasilitas publik yang berpotensi menambah PAD.

10 Ribu Jamaah Padati Kubu Raya Bersholawat

10 Ribu Jamaah Padati Kubu Raya Bersholawat

Sekitar 10 ribu jamaah memadati Kubu Raya Bersholawat. Ratusan polisi dikerahkan agar warga bisa beribadah dengan aman dan nyaman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer