HSN 2026 di Kubu Raya Dibiayai Penuh dari APBD, 1.500 Peserta Bakal Hadiri Peringatan

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membiayai seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan tersebut disebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi santri dan pondok pesantren, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, peringatan HSN akan digelar pada 22 Oktober mendatang di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Kegiatan yang diprakarsai Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) bersama para pimpinan pesantren itu diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta dan undangan.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 1.000 santri yang mengikuti upacara dan rangkaian peringatan, serta 500 undangan VIP dan tamu dari luar.
Baca Juga: Sambut Hari Santri Nasional 2026, Pimpinan Pesantren dan Kemenag Mempawah Gelar Rapat Koordinasi
"Persiapan sudah matang dan semua anggaran seratus persen kita handle dari APBD sebagai bentuk penghargaan serta apresiasi kepada para santri Indonesia dan santri Kubu Raya," kata Sujiwo, Senin (12/10), seusai memimpin rapat pematangan pelaksanaan HSN 2026 di ruang kerjanya.
Menurut Sujiwo, perhatian terhadap pesantren tidak seharusnya terbatas pada peringatan tahunan. Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.
Dia menyebut terdapat sekitar 100 pondok pesantren yang telah terdaftar resmi di Kubu Raya, di luar lembaga yang masih mengurus izin operasional. Keberadaan pesantren tersebut, menurutnya, perlu didukung agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Pondok pesantren merupakan aset pemerintah kabupaten yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita pelihara. Walaupun secara kewajiban pondok pesantren berada di bawah Kementerian Agama yang sifatnya lebih kepada pembinaan, bagi pemerintah kabupaten, perhatian ini adalah hal yang sangat mengikat," ujarnya.
Baca Juga: Sekda Harisson Sampaikan Duka atas Meninggalnya Santri Azizi: Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan
Sujiwo juga menyoroti upaya sejumlah pesantren yang mulai mengembangkan usaha produktif untuk menopang kebutuhan operasional lembaga. Usaha tersebut meliputi minimarket, layanan perjalanan umrah, budidaya perikanan, hingga budi daya kelulut untuk menghasilkan madu.
"Kita bersyukur sudah banyak pondok pesantren yang mulai mandiri. Mereka mempunyai sektor usaha dari minimarket, travel umrah, perikanan, hingga budi daya madu. Ke depan, pondok-pondok pesantren kita mempunyai harapan harus bisa semi-mandiri," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap peringatan HSN menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pendidikan pesantren, pembentukan karakter generasi muda, dan kemandirian ekonomi lembaga keagamaan. (ash)



