Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tradisi Robo-robo Dikembangkan Jadi Wisata Budaya Unggulan Kubu Raya

Ashri Isnaini • Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:55 WIB
MERIAH: (Kanan) Bupati Kubu Raya, Sujiwo, membuka Pekan Budaya Robo’-Robo’ 2025 yang berlangsung meriah di Desa Sungai Kakap, Rabu (20/8). (Kiri) Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan jajaran turut makan sapra
MERIAH: (Kanan) Bupati Kubu Raya, Sujiwo, membuka Pekan Budaya Robo’-Robo’ 2025 yang berlangsung meriah di Desa Sungai Kakap, Rabu (20/8). (Kiri) Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan jajaran turut makan sapra

PONTIANAK POST– Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memastikan tradisi Robo’-Robo’ bukan hanya bertahan sebagai warisan leluhur, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan. Mulai tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mengalokasikan dana Rp100 juta dari APBD untuk mendukung penyelenggaraan tradisi tahunan ini.

“Tahun depan kita pastikan dibantu Rp100 juta. Tampilannya harus berubah: jalannya kita perbaiki, kiosnya kita tata, penghijauan kita lakukan. Kalau tidak berhasil melalui pemerintah pusat, kita kawal dengan APBD Kubu Raya,” tegas Sujiwo saat membuka Pekan Budaya Robo’-Robo’ 2025 di Desa Sungai Kakap, Rabu (20/8).

Ia juga mencanangkan agar perayaan Robo’-Robo’ masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Kubu Raya. Dengan begitu, festival budaya ini bisa lebih terorganisir dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. “Kalau sudah masuk kalender event, maka suguhannya harus lebih menarik, baik dari sisi hiburan, pameran UMKM, maupun kerajinan lokal. Dengan begitu, bukan hanya masyarakat Kubu Raya, tetapi kabupaten lain juga akan datang,” katanya.

Namun, Sujiwo mengingatkan adanya tantangan pelestarian budaya, terutama menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal. Ia menilai sebagian anak muda lebih mengidolakan budaya asing ketimbang menjaga warisan leluhur. “Anak muda sudah mulai lupa dengan budaya kita. Mereka lebih mengidolakan Korea, Amerika, dan Eropa. Walaupun masih ada yang peduli, tapi sebagian sudah ala-ala luar negeri,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebut kesenian wayang kulit yang kini sepi penonton. “Penonton harus dijemput dan diberi uang saku agar mau hadir. Artinya mereka datang bukan karena tertarik, tetapi karena ada imbalannya. Ini tentu sangat kita sayangkan,” tambahnya.

Selain mendukung Robo’-Robo’, Sujiwo juga berkomitmen menata kawasan Pasar Kakap yang dinilainya tak banyak berubah sejak puluhan tahun lalu. Ia ingin menjadikan Sungai Kakap sebagai destinasi wisata budaya yang layak dikunjungi masyarakat luar daerah. “Sejak saya kuliah suasananya masih begini saja. Ke depan, kita ubah agar orang dari luar bisa mengenal Kakap sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, menegaskan pihaknya siap mengawal agar Robo’-Robo’ masuk kalender event tahunan daerah. “Event ini harus masuk kalender tahunan supaya lebih terorganisir dan bisa dinikmati masyarakat luas, baik lokal maupun pengunjung dari luar daerah,” tutupnya.

Robo’-Robo’ sendiri telah lama menjadi tradisi masyarakat pesisir Sungai Kapuas yang sarat nilai kebersamaan. Perayaan diisi doa bersama, makan massal, kuliner khas, bazar UMKM, hingga pameran kerajinan rakyat. Dengan dukungan pemerintah daerah, tradisi ini diharapkan tidak hanya lestari, tetapi juga semakin memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menggerakkan sektor wisata. (ash)

Editor : Hanif
#apbd #sujiwo #Pemkab Kubu Raya #robo robo #wisata budaya #pekan budaya