Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

LCAF 2025 Kubu Raya Tutup dengan Penuh Warna, Jadi Ruang Ekspresi Budaya Inklusif

Ashri Isnaini • Selasa, 30 September 2025 | 07:23 WIB
FESTIVAL: Sekda Kubu Raya menghadiri LCAF ke-3 Tahun 2025 di Langkau Etnika Art Space, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap.
FESTIVAL: Sekda Kubu Raya menghadiri LCAF ke-3 Tahun 2025 di Langkau Etnika Art Space, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap.

PONTIANAK POST - Festival budaya Langkau Culture and Art Fest (LCAF) 2025 di Jalan Pemuda, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, ditutup dengan meriah oleh Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, Minggu malam (28/9). Agenda tahunan ini kembali menghadirkan kolaborasi seni dan budaya lintas etnis yang merefleksikan persatuan dalam keberagaman.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, festival menghadirkan ragam penampilan seni dan budaya dari berbagai etnis yang berasal dari lima pulau besar di Indonesia. Ribuan masyarakat hadir menikmati tarian, musik tradisional, hingga pertunjukan budaya yang disajikan oleh para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Yusran Anizam memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan Langkau Culture and Art Fest yang dinilai konsisten sebagai ruang ekspresi budaya yang inklusif dan edukatif. Menurutnya, keberagaman penampil menjadi simbol persatuan sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya bangsa.

“Hadir di sini penampilan dari beberapa etnis yang bukan hanya berasal dari Kubu Raya, bukan hanya dari Kalimantan Barat, tapi juga dari lima pulau besar di Tanah Air ini. Mereka datang langsung membawa serta budaya luhur daerah masing-masing. Ini suatu cikal bakal betapa besarnya bangsa ini,” ujarnya.

Yusran menegaskan, festival ini sejalan dengan program pembangunan berbasis kompetensi budaya yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Ia menilai, pelestarian budaya dan kearifan lokal merupakan fondasi utama dalam membangun karakter dan jati diri masyarakat.

“Budaya inilah akar dari kehidupan masyarakat. Kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat harus terus kita jaga. Karena ini akar kita, kita tidak bisa lari dari ini,” tegasnya.

Yusran juga mengapresiasi panitia dan pengurus Langkau Etnik yang setiap tahun istikamah menggelar kegiatan ini. Dia juga berterima kasih kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Kubu Raya yang terus memberikan dukungan penuh.

“Saya ucapkan selamat dan terima kasih terutama kepada kepengurusan Langkau Etnik yang istikamah menjadi wadah bagi seluruh etnis di Nusantara ini. Terima kasih juga kepada Dinas Porapar Kubu Raya yang selama ini terus memberikan dukungan. Saya kira kegiatan ini layak menjadi salah satu event wisata resmi Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Ruang Inklusif #seni #Festival #Etnis #ekspresi #kubu raya #budaya #pelestarian