Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Curah Hujan Minim, BMKG Catat 62 Titik Panas di Kalbar

Ashri Isnaini • Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:22 WIB

TAMU BULOG: Bupati Mempawah Hj Erlina saat menerima kunjungan tim Bulog Kalbar.  Istimewa
TAMU BULOG: Bupati Mempawah Hj Erlina saat menerima kunjungan tim Bulog Kalbar. Istimewa

PONTIANAK POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio mencatat kondisi cuaca di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir didominasi oleh curah hujan yang relatif minim. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG Supadio, Septika, mengatakan secara umum intensitas hujan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat terpantau rendah. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung munculnya titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kata Septika, berdasarkan pemantauan BMKG pada Sabtu (17/1/2026) sejak pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, terdeteksi sebanyak 62 titik panas di Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan temuan hotspot terbanyak.

“Di Kubu Raya terpantau 29 titik panas. Dari jumlah itu, satu titik berada di Kecamatan Sungai Kakap dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara lainnya didominasi tingkat kepercayaan menengah sebanyak 59 titik dan satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah,” jelas Septika kepada Pontianak Post, Sabtu malam (17/1). 

Baca Juga: BMKG Kalbar Waspadai Hujan Intensitas Sedang dan Risiko Kebakaran Hutan Januari 2026

Selain Kubu Raya, sebaran titik panas sambungnya, juga terpantau di sejumlah kabupaten dan kota lainnya. Kabupaten Mempawah tercatat sebanyak 10 titik panas, disusul Landak 8 titik, Sambas 5 titik, dan Sanggau 5 titik. Selanjutnya Kabupaten Sintang terpantau 2 titik, Melawi 1 titik, serta Kota Pontianak 2 titik panas.

“Meskipun sebagian besar titik panas berada pada tingkat kepercayaan menengah, kondisi cuaca yang relatif kering tetap perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah rawan,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#curah hujan #bmkg #titik api #Hotspot #karhutla