Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wakil Bupati Kubu Raya Dorong Pondok Pesantren Urus Izin Resmi untuk Akses Bantuan Pemerintah

Ashri Isnaini • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:06 WIB

Sukiryanto
Sukiryanto

PONTIANAK POST — Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto menyatakan jumlah pondok pesantren di Kabupaten Kubu Raya merupakan terbanyak di Kalimantan Barat. Namun, tidak semuanya memiliki izin resmi.

“Kondisi ini berimplikasi pada keterbatasan akses bantuan pemerintah,” ujar Sukiryanto saat menghadiri safari Ramadan di Masjid Muhajirin, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Senin (23/2).

Sukiryanto meminta pengurus pondok pesantren dan yayasan yang belum memiliki izin untuk segera mengurus legalitas. Bahkan, ia menyatakan siap membantu proses perizinan.

“Barang siapa yang mempunyai pondok pesantren atau yayasan yang belum memiliki izin supaya mendapat bantuan dari negara, silakan ajukan ke saya. Pakai dana pribadi, kita urus,” katanya.

Sukiryanto menyebut pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak mengingat luas wilayah Kubu Raya mencapai 78 kali Kota Pontianak, sementara jumlah penduduknya hampir setara. Meski menghadapi tekanan fiskal, pemerintah kabupaten tetap berkomitmen menuntaskan jalan poros.

Ia mengungkapkan, anggaran Kubu Raya mengalami pemangkasan terbesar, hampir Rp400 miliar. Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipotong sebesar Rp397 miliar, yang berdampak langsung pada ruang fiskal, termasuk pembiayaan infrastruktur. Meski demikian, pemerintah daerah terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI untuk mencari dukungan anggaran alternatif.

“Target kita bersama Pak Bupati terus melaju agar pembangunan dirasakan seluruh masyarakat Kubu Raya. Insyaallah dalam tiga tahun ke depan jalan poros bisa tuntas,” ujarnya.

Selain soal infrastruktur, Sukiryanto menyoroti potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang dinilai belum optimal. Dia mengakui tidak semua sektor usaha memberikan kontribusi signifikan terhadap kas daerah. Karena itu, pemerintah berencana mengevaluasi usaha-usaha yang dinilai tidak berdampak terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami lihat tidak semua ada sumbangsih. Makanya Pak Bupati akan mengevaluasi  semua usaha yang tidak berdampak bagi masyarakat dan daerah Kabupaten Kubu Raya,” katanya. (ash)

Editor : Hanif
#pondok pesantren #safari ramadan #infastruktur #kubu raya #Sukiryanto