alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Coffeeshop Lokal Semakin Berani Berkonsep, CW Coffee Kini Bergaya Bali

PONTIANAK- Menjamurnya coffeeshop di Kota Pontianak, mulai terasa sejak awal 2019. Keberadaan coffeeshop ini tak lepas dari branding Kota Pontianak sebagai ‘Kota 1000 Warung Kopi’. Hal tersebut yang mendorong kebiasaan ‘ngopi’ menjadi trend. Kalau dulu, trend ngopi hanya marak untuk orang tua. Kini, sudah merambah hingga ke usia remaja belasan tahun.

Kopi yang disuguhkan pun mempunyai karakter yang berbeda. Jika kopi tradisional yang dinikmati orang tua identik dengan kesan ‘strong’, maka coffeeshop kekinian hadir untuk memenuhi hasrat ngopi kaum belasan tahun.

Salah satu sudut CW Coffee di Jalan Merdeka Barat. foto Shando Safela

Coffeeshop yang didominasi kaum remaja, kebanyakan menghidangkan kopi yang lebih ‘soft’. Bahkan, yang menjadi menu andalannya adalah kopi susu, tentunya dengan berbagai varian yang lebih kreatif.

Untuk gaya arsitektur dan interior bangunan, coffeeshop jaman sekarang kerap berkonsep minimalis. Konsep industrial dan unfinished menjadi yang paling ngetrend. Namun, semakin hari, kreatifitas tentang konsep tempat nongkrong semakin mendapat banyak ide segar.

Baca Juga :  Koh Apung Menaklukan Paman Sam dengan Kuliner

Salah satu pioner coffeeshop lokal Kota Pontianak, CW Coffee, kini menyuguhkan konsep lebih berani untuk menggaet pasar yang lebih luas.

Dengan mengangkat konsep Bali di cabang barunya, CW Coffee tak lagi hanya fokus untuk menyuguhkan kopi. Beragam menu makanan kini lebih variatif dan terjangkau. Dan yang paling utama, CW Coffee bernuansa Bali ini merupakan terobosan besar untuk coffeeshop lokal dengan range harga yang menjangkau usia belia.

Dekorasi dengan konsep yang lebih segar di CW Coffee. foto Shando Safela

Cabang baru CW Coffee yang terletak di Jalan Merdeka Barat tersebut, mulai dikunjungi mereka yang tak hanya penikmat kopi. Jangkauan usia yang datang pun lebih variatif. Dari usia anak sekolah, mahasiswa, hingga para eksekutif muda terlihat memenuhi seluruh bangku, bahkan sejak pagi hari.

Baca Juga :  Sensasi Rasa Pedas Asam

Jemi Ibrahim, salah satu pengamat kopi di Kota Pontianak mengatakan bahwa ini merupakan terobosan yang sangat segar untuk coffeeshop di Kota Pontianak.

“Dalam satu bulan ini muncul dua tempat nongkrong bernuansa Bali, salah satunya CW Coffee di Jalan Merdeka ini, dan ini menjadi indikator bahwa ekonomi kreatif mulai beranjak bangkit,” kata Jemi saat ditemui di CW Coffee cabang baru tersebut.

“Semoga CW Coffee dapat mengikuti jejak Aming Coffee dan Lokale, coffeeshop lokal asal Pontianak yang telah go nasional lebih dulu,” tutup Jemi. (azk)

PONTIANAK- Menjamurnya coffeeshop di Kota Pontianak, mulai terasa sejak awal 2019. Keberadaan coffeeshop ini tak lepas dari branding Kota Pontianak sebagai ‘Kota 1000 Warung Kopi’. Hal tersebut yang mendorong kebiasaan ‘ngopi’ menjadi trend. Kalau dulu, trend ngopi hanya marak untuk orang tua. Kini, sudah merambah hingga ke usia remaja belasan tahun.

Kopi yang disuguhkan pun mempunyai karakter yang berbeda. Jika kopi tradisional yang dinikmati orang tua identik dengan kesan ‘strong’, maka coffeeshop kekinian hadir untuk memenuhi hasrat ngopi kaum belasan tahun.

Salah satu sudut CW Coffee di Jalan Merdeka Barat. foto Shando Safela

Coffeeshop yang didominasi kaum remaja, kebanyakan menghidangkan kopi yang lebih ‘soft’. Bahkan, yang menjadi menu andalannya adalah kopi susu, tentunya dengan berbagai varian yang lebih kreatif.

Untuk gaya arsitektur dan interior bangunan, coffeeshop jaman sekarang kerap berkonsep minimalis. Konsep industrial dan unfinished menjadi yang paling ngetrend. Namun, semakin hari, kreatifitas tentang konsep tempat nongkrong semakin mendapat banyak ide segar.

Baca Juga :  Cencalok & Tempoyak Gugah Selera¬†

Salah satu pioner coffeeshop lokal Kota Pontianak, CW Coffee, kini menyuguhkan konsep lebih berani untuk menggaet pasar yang lebih luas.

Dengan mengangkat konsep Bali di cabang barunya, CW Coffee tak lagi hanya fokus untuk menyuguhkan kopi. Beragam menu makanan kini lebih variatif dan terjangkau. Dan yang paling utama, CW Coffee bernuansa Bali ini merupakan terobosan besar untuk coffeeshop lokal dengan range harga yang menjangkau usia belia.

Dekorasi dengan konsep yang lebih segar di CW Coffee. foto Shando Safela

Cabang baru CW Coffee yang terletak di Jalan Merdeka Barat tersebut, mulai dikunjungi mereka yang tak hanya penikmat kopi. Jangkauan usia yang datang pun lebih variatif. Dari usia anak sekolah, mahasiswa, hingga para eksekutif muda terlihat memenuhi seluruh bangku, bahkan sejak pagi hari.

Baca Juga :  Sensasi Rasa Pedas Asam

Jemi Ibrahim, salah satu pengamat kopi di Kota Pontianak mengatakan bahwa ini merupakan terobosan yang sangat segar untuk coffeeshop di Kota Pontianak.

“Dalam satu bulan ini muncul dua tempat nongkrong bernuansa Bali, salah satunya CW Coffee di Jalan Merdeka ini, dan ini menjadi indikator bahwa ekonomi kreatif mulai beranjak bangkit,” kata Jemi saat ditemui di CW Coffee cabang baru tersebut.

“Semoga CW Coffee dapat mengikuti jejak Aming Coffee dan Lokale, coffeeshop lokal asal Pontianak yang telah go nasional lebih dulu,” tutup Jemi. (azk)

Most Read

Artikel Terbaru

/