
PONTIANAK POST - Akar kering menjadi salah satu masalah yang kerap dialami pencinta anggrek. Meski demikian, kondisi ini tidak selalu menandakan tanaman sudah mati. Anggrek masih bisa diselamatkan asalkan ditangani dengan tepat sejak dini.
Owner @iberihome, Soberi Astuti, menjelaskan bahwa akar anggrek yang sehat umumnya memiliki ujung berwarna hijau dan terasa kenyal saat disentuh. Sebaliknya, akar kering biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan air.
“Kekurangan air membuat akar kehilangan kemampuan menyerap nutrisi. Jika dibiarkan, akar bisa mengering, mengkerut, bahkan mati,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Namun, tidak semua anggrek dengan akar kering kehilangan harapan untuk hidup. Kondisi batang menjadi indikator utama. Jika batang masih kokoh, tidak kopong, dan tidak membusuk, peluang tanaman untuk pulih masih terbuka.
“Kalau batang masih bagus, cukup perbaiki perawatan dasarnya, terutama penyiraman,” kata Soberi.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penyiraman. Untuk anggrek jenis dendrobium, penyiraman ideal dilakukan dua hari sekali saat tidak hujan. Namun, saat musim kemarau ekstrem, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi setiap hari.
Selain penyiraman, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Anggrek dendrobium membutuhkan sinar matahari minimal lima jam per hari, terutama pada pagi hingga menjelang siang. Sirkulasi udara yang baik juga membantu proses pemulihan tanaman.
Terkait penanganan akar kering, tidak semua harus dipangkas. Dalam beberapa kasus, akar baru masih bisa tumbuh dari anakan. Namun, jika ingin dirapikan, akar kering boleh dipotong menggunakan gunting.
Untuk mendukung pertumbuhan akar baru, Soberi menyarankan penggunaan vitamin B1. Nutrisi ini membantu merangsang pertumbuhan akar setelah tanaman mengalami stres akibat kekeringan atau pemangkasan.
Pemilihan media tanam juga tak kalah penting. Untuk anggrek dalam pot, disarankan menggunakan media yang porous seperti arang, cacahan pinus, atau pakis. Media ini membantu menjaga kelembapan sekaligus memastikan sirkulasi udara tetap baik.



