Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Orang Kaya dan Orang Miskin Berpikir Berbeda Sejak Awal, Ini yang Sering Terlewat

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 16 Februari 2026 | 14:30 WIB

Ilustrasi persaingan untuk menjadi kaya.
Ilustrasi persaingan untuk menjadi kaya.

PONTIANAK POST - Tidak semua orang terlahir untuk menjadi kaya raya secara materi. Namun menurut Kalimasada, rasa kaya sejatinya adalah hak setiap individu.

Pandangan tersebut disampaikan Kalimasada dalam tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube Malaka.

Dalam pemaparannya, Kalimasada mengulas perbedaan mendasar antara pola pikir orang miskin, kelas menengah, dan orang kaya.

Ia menyebut, orang kaya cenderung memikirkan kelimpahan dan peluang, sementara orang miskin lebih sering terjebak pada rasa takut, kekurangan, dan keterbatasan.

Baca Juga: Mengapa Gaji Tinggi Tak Menjamin Kaya? Kenali 6 Rahasia Membangun Kekayaan Abadi

“Orang miskin melihat uang sebagai sesuatu untuk dihabiskan. Kelas menengah membeli sesuatu yang meningkatkan status atau skor kredit. Sementara orang kaya memandang uang sebagai alat untuk menghasilkan uang lagi,” ungkapnya.

Meski demikian, Kalimasada menegaskan bahwa kekayaan tidak selalu identik dengan angka di rekening. Memiliki keluarga harmonis, anak yang sehat, pasangan setia, serta lingkungan pertemanan yang tulus justru merupakan bentuk kekayaan yang sering luput disadari.

Ia juga menyinggung hasil riset modern yang menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan kekayaan materi. Menurutnya, uang hanyalah sarana untuk mencapai tujuan hidup, bukan tujuan itu sendiri.

“Kalau tujuan akhirnya bahagia, kita tidak harus menunggu kaya raya dulu,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Shio Paling Rajin yang Siap Hidup Kaya Raya, Apakah Kamu Salah Satunya?

Tayangan di YouTube Malaka tersebut menjadi pengingat bahwa makna kaya bersifat universal dan sangat bergantung pada cara seseorang memaknai hidupnya sendiri. (*)

Editor : Miftahul Khair
#uang #orang miskin #orang kaya #kalimasada #kaya #cara berpikir #perbedaan