PONTIANAK POST - Ade Rai membagikan panduan waktu olahraga dan pola makan saat berbuka puasa agar tubuh tetap bugar selama Ramadan. Ia mengingatkan bahaya lonjakan gula darah jika berbuka dengan makanan manis berlebihan.
Menurut Ade Rai, melalui kanal YouTube Dunia Ade Rai, olahraga selama Ramadan tetap bisa dilakukan, asalkan dengan strategi yang tepat.
Olahraga Jelang Buka Puasa
Ia menyarankan latihan beban dilakukan menjelang waktu berbuka untuk menghindari dehidrasi, sementara kardio bisa dilakukan setelah berbuka.
“Latihan beban sebelum buka itu ideal. Setelah buka bisa lanjut kardio ringan,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Bisa Puasa dan Olahraga karena Asam Lambung? Ini Cara Mengatasinya Menurut Ade Rai
Ade Rai juga mengingatkan agar olahraga tidak terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat menurunkan hormon melatonin dan membuat tubuh sulit beristirahat.
Ia menekankan pentingnya kualitas tidur selama Ramadan untuk menjaga keseimbangan hormon.
Hindari Makan Manis saat Berbuka
Soal berbuka puasa, Ade Rai menyoroti kebiasaan masyarakat yang langsung mengonsumsi makanan dan minuman manis.
Menurutnya, kebiasaan ini memicu roller coaster energy, energi naik cepat lalu turun drastis sehingga tubuh kembali lapar dalam waktu singkat.
“Kalau buka dengan yang manis-manis, 1,5 jam kemudian gula darah turun dan pasti minta makan lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Kenali 4 Elemen Diet Menurut Ade Rai Selama Proses Penurunan Berat Badan
Ia menyarankan agar berbuka diawali dengan protein, disusul lemak dan sayuran, sementara karbohidrat dikonsumsi belakangan. Kurma tetap boleh dikonsumsi, asalkan dipilih yang tinggi serat dan tidak berlebihan.
Ade Rai juga menyinggung manfaat puasa sebagai fat burning zone. Dengan jendela makan yang lebih pendek selama Ramadan, tubuh memiliki waktu lebih panjang untuk beristirahat dan memperbaiki fungsi metabolisme.
“Puasa itu bukan ancaman bagi tubuh, tapi anugerah. Kalau mindset kita benar, tubuh akan bekerja optimal,” tutup Ade Rai. (*)
Editor : Miftahul Khair