PONTIANAK POST - Kabar terbaru soal iPhone 18 Pro Max mulai beredar dan langsung menarik perhatian penggemar Apple. Generasi terbaru ini disebut hadir dengan desain sedikit lebih tebal dan berat dibanding pendahulunya.
Namun, perubahan tersebut diduga bukan tanpa alasan kapasitas baterainya disebut-sebut ikut meningkat.
Dilansir dari Antara (17/3), iPhone 18 Pro Max memiliki ketebalan sekitar 8,8 mm, naik tipis dari iPhone 17 Pro Max yang berada di angka 8,75 mm.
Baca Juga: iPhone 17 Resmi Meluncur, Indonesia Tunggu Restu TKDN
Jadi iPhone Terberat?
Sejumlah bocoran sebelumnya menyebut iPhone 18 Pro Max berpotensi menjadi iPhone terberat yang pernah dibuat Apple. Bobotnya diperkirakan menembus lebih dari 240 gram, melampaui beberapa model Pro Max sebelumnya.
Meski terdengar kurang nyaman bagi sebagian pengguna, peningkatan dimensi ini diyakini berkaitan dengan kapasitas baterai yang lebih besar.
Baterai Lebih Jumbo
iPhone 18 Pro Max kabarnya akan dibekali baterai berkapasitas sekitar 5.100–5.200 mAh. Angka ini lebih tinggi dibandingkan iPhone 17 Pro Max varian eSIM yang memiliki kapasitas sekitar 5.088 mAh.
Jika bocoran ini akurat, pengguna bisa berharap pada daya tahan baterai yang lebih panjang—salah satu aspek yang paling sering menjadi perhatian calon pembeli.
Layar Tetap 6,9 Inci
Meski bodinya lebih tebal, Apple disebut tidak mengubah ukuran layar. iPhone 18 Pro Max tetap menggunakan panel 6,9 inci (17,5 cm), sama seperti generasi sebelumnya.
Baca Juga: Malam Ini! iPhone 17 Resmi Dirilis, Ini Fitur Baru dan Harganya di Indonesia
Fitur Baru yang Dikabarkan Hadir
Selain peningkatan baterai, seri iPhone 18 Pro dan Pro Max diprediksi membawa sejumlah pembaruan, antara lain:
- Dynamic Island lebih kecil
- Modem C2 terbaru
- Kontrol kamera lebih sederhana
- Kamera utama dengan aperture variabel untuk fleksibilitas pencahayaan
Seri iPhone 18 diperkirakan meluncur pada akhir tahun ini.
Dengan desain yang sedikit lebih tebal namun baterai lebih besar, Apple tampaknya mencoba menyeimbangkan performa dan daya tahan. Pertanyaannya: apakah pengguna siap menerima iPhone yang lebih berat demi baterai yang lebih awet? (*)
Editor : Miftahul Khair