alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Gencarkan Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan optimistis sektor ekonomi Kubu Raya akan segera pulih dan membaik meskipun hingga saat ini masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini, Pemerintah Kubu Raya akan terus berupaya mendorong kestabilan melalui optimalisasi kinerja APBD, APBN termasuk Dana Desa.

Upaya tersebut juga tidak terlepas  dari kerja sama banyak pihak dengan strategi ‘kepong bakul’. “Dalam upaya menstabilkan ekonomi ini, harus kita lihat juga peran pemerintah dalam bentuk investasi, seperti investasi APBD yang signifikan, makanya kita geraknya harus lebih cepat. Di sinilah perlu peran bersama antar Organisasi Perangkat Daerah,” kata Muda Mahendrawan, Senin (1/2) usai menghadiri Rilis Kinerja APBN-APBD dengan tema Kubu Raya Smart Spending Strategy di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Percepatan pengelolaan APBD di sektor ekonomi ini, tambah Muda, harus dibarengi dengan upaya memaksimalkan outcome dan tepat sasaran. Misalnya dalam hal menjamin penyerapan pasar setiap produk olahan masyarakat.

Di sisi lain, stakeholder terkait juga berperan penuh dalam menggerakkan dan membuka peluang pasar untuk menyerap potensi olahan masyarakat. “Baik itu produksi perikanan, peternakan, perkebunan, kemudian hasil olahan UMKM, wisata desa, ekonomi kreatif dan lain sebagainya,” jelas Muda.

Baca Juga :  Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

Selama ini, kata dia, produk olahan masyarakat seperti kerajinan tangan, anyaman bakul maupun konveksi telah memiliki pasar berjangka panjang. Metode-metode seperti inilah yang diharapkan dapat mengakomodir seluruh produksi olahan masyarakat. “Jadi setiap skema memiliki pasar yang jelas dan ini juga menjadi acuan kita untuk diterapkan di tahun 2021,” jelasnya.

Sementara itu,  Kepala Kantor  Pelayanan  Perbendaharaan  Negara (KPPN) Pontianak, Tri Ananto Putro mengatakan kinerja APBN 2020 Kubu Raya sangat luar biasa, terutama terkait dengan pencairan dana desa yang bisa terserap hingga 100 persen. “Dana desa di Kubu Raya tahun 2020 itu bisa cair pertama dan full 100 persen. Begitu juga di tahun 2021 ini, Kubu Raya juga menjadi daerah yang pertama melakukan pencairan dana desa. Ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Di sisi lain lanjutnya, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik, Dana Insentif Daerah (DID) juga bisa cair 100 persen. “DID ini adalah dana yang tidak cuma-cuma. Untuk mendapatkan DID ini daerah harus punya prestasi dan Kubu Raya luar biasa bisa mendapatkannya. Kami sangat mengapresiasi sekali capaian prestasi dari Pemerintah Kubu Raya ini,” katanya.

Tri menilai, capaian kinerja yang sangat baik dari Pemkab Kubu Raya salah satunya lantaran didukung dengan kebijakan penerapan keuangan dengan modernisasi penggunaan IT, pemilahan kewenangan antara bendahara umum daerah dan para OPD juga sudah dibagi dengan jelas sehingga tidak tumpang tindih. “Dan ini juga menjadi hal yang sangat memudahkan dan memperlancar porses impelementasi di lapangan dan pencairan dananya,” jelas dia.

Baca Juga :  Presidensi G20 Indonesia Dorong Tercapainya Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

Kepala Badan Pusat Statistik Kubu Raya, Anton Manurung menambahkan dari perhitungan sementara yang dilakukan  pihaknya, ekonomi Kubu Raya masih tumbuh meskipun di tengah pandemi Covid-19. “Kalau perhitungan sementara pertumbuhan ekonomi Kalbar untuk sembilan bulan di tahun 2020  itu tumbuh sebesar 1 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi Kubu Raya itu tumbuh sebesar 1,16 persen,” katanya.

Di sisi lain, kata Manurung, sepanjang tahun 2020 juga didapati angka kemiskinan Kubu Raya menurun. “Setelah kami telusuri, salah satu alasan berkurangnya angka kemiskinan Kubu Raya ini karena adanya program bantuan sosial dari pemerintah bagi masyarakat miskin di Kubu Raya yang tepat waktu dan cukup tepat sasaran,” jelasnya.

Ia pun berharap upaya Pemkab Kubu Raya membuat beragam inovasi kebijakan yang tepat sasaran ditunjang dengan strategi kepung bakol dapat semakin meningkatkan pertumbuhan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini. (ash)

Foto-foto : Prokopim Kubu Raya  

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan optimistis sektor ekonomi Kubu Raya akan segera pulih dan membaik meskipun hingga saat ini masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini, Pemerintah Kubu Raya akan terus berupaya mendorong kestabilan melalui optimalisasi kinerja APBD, APBN termasuk Dana Desa.

Upaya tersebut juga tidak terlepas  dari kerja sama banyak pihak dengan strategi ‘kepong bakul’. “Dalam upaya menstabilkan ekonomi ini, harus kita lihat juga peran pemerintah dalam bentuk investasi, seperti investasi APBD yang signifikan, makanya kita geraknya harus lebih cepat. Di sinilah perlu peran bersama antar Organisasi Perangkat Daerah,” kata Muda Mahendrawan, Senin (1/2) usai menghadiri Rilis Kinerja APBN-APBD dengan tema Kubu Raya Smart Spending Strategy di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Percepatan pengelolaan APBD di sektor ekonomi ini, tambah Muda, harus dibarengi dengan upaya memaksimalkan outcome dan tepat sasaran. Misalnya dalam hal menjamin penyerapan pasar setiap produk olahan masyarakat.

Di sisi lain, stakeholder terkait juga berperan penuh dalam menggerakkan dan membuka peluang pasar untuk menyerap potensi olahan masyarakat. “Baik itu produksi perikanan, peternakan, perkebunan, kemudian hasil olahan UMKM, wisata desa, ekonomi kreatif dan lain sebagainya,” jelas Muda.

Baca Juga :  Presidensi G20 Indonesia Dorong Tercapainya Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

Selama ini, kata dia, produk olahan masyarakat seperti kerajinan tangan, anyaman bakul maupun konveksi telah memiliki pasar berjangka panjang. Metode-metode seperti inilah yang diharapkan dapat mengakomodir seluruh produksi olahan masyarakat. “Jadi setiap skema memiliki pasar yang jelas dan ini juga menjadi acuan kita untuk diterapkan di tahun 2021,” jelasnya.

Sementara itu,  Kepala Kantor  Pelayanan  Perbendaharaan  Negara (KPPN) Pontianak, Tri Ananto Putro mengatakan kinerja APBN 2020 Kubu Raya sangat luar biasa, terutama terkait dengan pencairan dana desa yang bisa terserap hingga 100 persen. “Dana desa di Kubu Raya tahun 2020 itu bisa cair pertama dan full 100 persen. Begitu juga di tahun 2021 ini, Kubu Raya juga menjadi daerah yang pertama melakukan pencairan dana desa. Ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Di sisi lain lanjutnya, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik, Dana Insentif Daerah (DID) juga bisa cair 100 persen. “DID ini adalah dana yang tidak cuma-cuma. Untuk mendapatkan DID ini daerah harus punya prestasi dan Kubu Raya luar biasa bisa mendapatkannya. Kami sangat mengapresiasi sekali capaian prestasi dari Pemerintah Kubu Raya ini,” katanya.

Tri menilai, capaian kinerja yang sangat baik dari Pemkab Kubu Raya salah satunya lantaran didukung dengan kebijakan penerapan keuangan dengan modernisasi penggunaan IT, pemilahan kewenangan antara bendahara umum daerah dan para OPD juga sudah dibagi dengan jelas sehingga tidak tumpang tindih. “Dan ini juga menjadi hal yang sangat memudahkan dan memperlancar porses impelementasi di lapangan dan pencairan dananya,” jelas dia.

Baca Juga :  Indonesia dan Korea Selatan Saling Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Kepala Badan Pusat Statistik Kubu Raya, Anton Manurung menambahkan dari perhitungan sementara yang dilakukan  pihaknya, ekonomi Kubu Raya masih tumbuh meskipun di tengah pandemi Covid-19. “Kalau perhitungan sementara pertumbuhan ekonomi Kalbar untuk sembilan bulan di tahun 2020  itu tumbuh sebesar 1 persen sedangkan pertumbuhan ekonomi Kubu Raya itu tumbuh sebesar 1,16 persen,” katanya.

Di sisi lain, kata Manurung, sepanjang tahun 2020 juga didapati angka kemiskinan Kubu Raya menurun. “Setelah kami telusuri, salah satu alasan berkurangnya angka kemiskinan Kubu Raya ini karena adanya program bantuan sosial dari pemerintah bagi masyarakat miskin di Kubu Raya yang tepat waktu dan cukup tepat sasaran,” jelasnya.

Ia pun berharap upaya Pemkab Kubu Raya membuat beragam inovasi kebijakan yang tepat sasaran ditunjang dengan strategi kepung bakol dapat semakin meningkatkan pertumbuhan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini. (ash)

Foto-foto : Prokopim Kubu Raya  

Most Read

Artikel Terbaru

/