alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Saprahan Khatulistiwa 2022: Sinergitas Pulihkan Ekonomi Kalbar

PEMBUKAAN Saprahan Khatulistiwa 2022 berlangsung meriah di Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Senin (4/7) kemarin. Suasana penuh optimisme hadir dari berbagai pemangku kepentingan untuk upaya pemulihan ekonomi Kalbar pascapandemi. Hadir langsung Deputi Gubernur BI Juda Agung, Gubernur Kalbar Sutarmidji, 14 kepala daerah kabupaten/kota se-Kalbar, dan unsur Forkominda di provinsi ini. Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga memberikan sambutan secara daring.

Gawe akbar yang berlangsung hingga Kamis (7/7) ini menghadirkan berbagai momen dan kegiatan penting. Rangkaian kegiatan terdiri dari: High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Kalimantan Barat, webinar pengembangan desa wisata dan industri kreatif, kegiatan onboarding UMKM, serta business matching pembiayaan UMKM. Terdapat pula Showcase produk UMKM Kalbar 2022bersama Dekranasda Kalbar yang digelar di dua tempat; di pendopo Gubernur Kalbar 4-7 Juli 2022 dan Ayani Mega Mall pada tanggal 15-28 Juli 2022.

Deputi Gubernur BI, Judi Agung menyebut di tengah menurunnya angka pandemi di dunia, ekonomi kembali mendapat tantangan dari perang antara Rusia dan Ukraina. Keduanya memiliki peran penting dalam rantai pasokan dunia, hal ini kemudian menimbulkan krisis energi dan krisis pangan. Inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan.

Baca Juga :  Pererat Sinergitas Pemda, TNI, Polri

Walaupun Indonesia, khususnya Kalbar juga sedikit diuntungkan dari naiknya harga komoditas global seperti produk dari kelapa sawit. “Tentunya di tengah situasi dunia yang berisiko stagflasi kita patut bersyukur, perkembangan ekonomi negara kita menunjukkan tren yang positif dan inflasi terkendali di angka 3.5%, surplus perdagangan berlanjut,” kata orang yang menghabiskan masa kecilnya di Pontianak ini.

Di tengah tantangan tersebut, kata dia, para pemangku kepentingan harus berupaya untuk mengendalikan harga-harga pangan, dan juga mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari dalam negeri. “Sektor UMKM dan Pariwisata merupakan sektor-sektor yang bisa menjadi penopang perekonomian domestik,” timpalnya.

Ajang Saprahan Khatulistiwa sendiri menjadi salah satu upaya BI untuk meningkatkan sektor UMKM dan pariwisata. Dia berharap kegiatan Saprahan Khatulistiwa ini dapat mendukung momentum pemulihan sektor Pariwisata dan UMKM di Provinsi Kalimantan Barat, dalam rangka mewujudkan semangat “Recover Together, Recover Stronger”.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi event ini lantaran mampu mendorong promosi kedua sektor tersebut, selain digitalisasi keuangan di provinsi ini. “Saya yakin, kegiatan Saprahan ini akan menjadi salah satu ikon promosi wisata dan produk UMKM di Kalimantan Barat. Kita melihat produk yang ditampilkan betul-betul hasil kerja UMKM Kalimantan Barat yang dapat kita tampilkan di event nasional dan internasional,” kata Sutarmidji.

Baca Juga :  Sinergitas ABPEDSI-APDESI Sejahterakan Masyarakat Desa

MenKopUKM Teten Masduki mengapresiasi acara Saprahan Khatulistiwa 2022 yang ditujukan mempercepat pemulihan ekonomi Kalbar khususnya bagi UMKM, pariwisata, dan industri keuangan. “Rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan dan pemasaran UMKM dan juga dapat menghasilkan inovasi terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi Kalimantan Barat,” katanya.

Sebagai informasi, ini adalah tahun kedua Saprahan Khatulistiwa digelar setelah sukses pada tahun lalu. Saprahan Khatulistiwa sendiri merupakan singkatan dari; Semarak Pariwisata, UMKM dan Keuangan Kalimantan Barat, yang tahun ini mengusung tema “Sinergi untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, UMKM dan Pariwisata Kalimantan Barat 2022”.

Kepala KPw BI Kalbar Agus Chusaini menyebut, sejatinya rangkaian pre-event Saprahan Khatulistiwa 2022 telah dimulai sejak Mei lalu. BI Kalbar misalnya, memberikan edukasi dan program pendampingan keamanan produk pangan UMKM. Adapula pendampingan sertifikasi halal dan kurasi produk UMKM Kalbar. Sementara itu BI juga merambah ke digitalisasi pasar tradisional melalui program SIAP QRIS. Terakhir ada Gowes Forkopimda Road to Saprahan Khatulistiwa.

Sementara pasca-event, kelak juga akan diadakan webinar dan workshop dengan mengambil tema akselerasi investasi di Kalimantan Barat. “Hal ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan program pemerintah,” pungkas Agus. (ars)

PEMBUKAAN Saprahan Khatulistiwa 2022 berlangsung meriah di Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Senin (4/7) kemarin. Suasana penuh optimisme hadir dari berbagai pemangku kepentingan untuk upaya pemulihan ekonomi Kalbar pascapandemi. Hadir langsung Deputi Gubernur BI Juda Agung, Gubernur Kalbar Sutarmidji, 14 kepala daerah kabupaten/kota se-Kalbar, dan unsur Forkominda di provinsi ini. Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga memberikan sambutan secara daring.

Gawe akbar yang berlangsung hingga Kamis (7/7) ini menghadirkan berbagai momen dan kegiatan penting. Rangkaian kegiatan terdiri dari: High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Kalimantan Barat, webinar pengembangan desa wisata dan industri kreatif, kegiatan onboarding UMKM, serta business matching pembiayaan UMKM. Terdapat pula Showcase produk UMKM Kalbar 2022bersama Dekranasda Kalbar yang digelar di dua tempat; di pendopo Gubernur Kalbar 4-7 Juli 2022 dan Ayani Mega Mall pada tanggal 15-28 Juli 2022.

Deputi Gubernur BI, Judi Agung menyebut di tengah menurunnya angka pandemi di dunia, ekonomi kembali mendapat tantangan dari perang antara Rusia dan Ukraina. Keduanya memiliki peran penting dalam rantai pasokan dunia, hal ini kemudian menimbulkan krisis energi dan krisis pangan. Inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan.

Baca Juga :  Makroekonomi Nasional Kondusif, Dukung Kinerja Keuangan Kinclong Bank Mandiri

Walaupun Indonesia, khususnya Kalbar juga sedikit diuntungkan dari naiknya harga komoditas global seperti produk dari kelapa sawit. “Tentunya di tengah situasi dunia yang berisiko stagflasi kita patut bersyukur, perkembangan ekonomi negara kita menunjukkan tren yang positif dan inflasi terkendali di angka 3.5%, surplus perdagangan berlanjut,” kata orang yang menghabiskan masa kecilnya di Pontianak ini.

Di tengah tantangan tersebut, kata dia, para pemangku kepentingan harus berupaya untuk mengendalikan harga-harga pangan, dan juga mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari dalam negeri. “Sektor UMKM dan Pariwisata merupakan sektor-sektor yang bisa menjadi penopang perekonomian domestik,” timpalnya.

Ajang Saprahan Khatulistiwa sendiri menjadi salah satu upaya BI untuk meningkatkan sektor UMKM dan pariwisata. Dia berharap kegiatan Saprahan Khatulistiwa ini dapat mendukung momentum pemulihan sektor Pariwisata dan UMKM di Provinsi Kalimantan Barat, dalam rangka mewujudkan semangat “Recover Together, Recover Stronger”.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi event ini lantaran mampu mendorong promosi kedua sektor tersebut, selain digitalisasi keuangan di provinsi ini. “Saya yakin, kegiatan Saprahan ini akan menjadi salah satu ikon promosi wisata dan produk UMKM di Kalimantan Barat. Kita melihat produk yang ditampilkan betul-betul hasil kerja UMKM Kalimantan Barat yang dapat kita tampilkan di event nasional dan internasional,” kata Sutarmidji.

Baca Juga :  Rekomendasi DPRD Terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2020

MenKopUKM Teten Masduki mengapresiasi acara Saprahan Khatulistiwa 2022 yang ditujukan mempercepat pemulihan ekonomi Kalbar khususnya bagi UMKM, pariwisata, dan industri keuangan. “Rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan dan pemasaran UMKM dan juga dapat menghasilkan inovasi terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi Kalimantan Barat,” katanya.

Sebagai informasi, ini adalah tahun kedua Saprahan Khatulistiwa digelar setelah sukses pada tahun lalu. Saprahan Khatulistiwa sendiri merupakan singkatan dari; Semarak Pariwisata, UMKM dan Keuangan Kalimantan Barat, yang tahun ini mengusung tema “Sinergi untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, UMKM dan Pariwisata Kalimantan Barat 2022”.

Kepala KPw BI Kalbar Agus Chusaini menyebut, sejatinya rangkaian pre-event Saprahan Khatulistiwa 2022 telah dimulai sejak Mei lalu. BI Kalbar misalnya, memberikan edukasi dan program pendampingan keamanan produk pangan UMKM. Adapula pendampingan sertifikasi halal dan kurasi produk UMKM Kalbar. Sementara itu BI juga merambah ke digitalisasi pasar tradisional melalui program SIAP QRIS. Terakhir ada Gowes Forkopimda Road to Saprahan Khatulistiwa.

Sementara pasca-event, kelak juga akan diadakan webinar dan workshop dengan mengambil tema akselerasi investasi di Kalimantan Barat. “Hal ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan program pemerintah,” pungkas Agus. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/