alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Kamis (3/11). Di tengah situasi pandemi Covid-19, gawe akbar ini berbeda seperti tahun sebelumnya. Jumlah undangan yang hadir terbatas agar tak menimbulkan kerumunan. Selain itu protokol kesehatan dijalankan secara disiplin.

BI bahkan menyediakan masker dan face shield bagi para tamu. Namun hal tersebut tak menghilangkan kemeriahan acara yang bertema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”.  KPw BI Kalbar juga tetap menggelar display UMKM yang memiliki produk unggul seperti tahun lalu kendati pesertanya terbatas.

Acara ini dimulai dengan ‘nonton bareng’ PTBI tingkat nasional yang tahun ini digelar secara virtual. Sebagai pembicara adalah Presiden Joko Widodo dan Gubernur BI Perry Warjiyo. Pemerintah dan BI sepakat ekonomi tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Hal itu ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III. Sementara triwulan IV juga diperkirakan akan semakin baik.

Sementara itu, Kepala KPw BI Kalbar Agus Chusaini dalam outlook ekonomi Kalbar tahun 2021 optimis pertumbuhan ekonomi provinsi ini akan kembali positif. Sementara inflasi juga stabil di kisaran tiga plus satu persen. Hal tersebut didukung oleh berbagai faktor. Terutama hadirnya vaksin Covid-19.

Baca Juga :  Feslikha 2020: Bangkitnya Literasi di Tengah Pandemi

“Tahun depan Pelabuhan Tanjungpura (Kijing) akan beroperasi, dan tentu akan mendongkrak ekspor. Selain itu program pemulihan ekonomi nasional juga dilanjutkan, termasuk stimulus fiskal. BI juga mengeluarkan kebijakan menjaga likuiditas. Sementara Otoritas Jasa Keuangan telah memperpanjang relaksasi kredit. Adapun perkembangan ekonomi digital juga semakin luas tersebar,” papar Agus.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji pun percaya ekonomi daerah yang dipimpinnya akan tumbuh signifikan. Bahkan menurutnya angka pertumbuhan Kalbar yang minus 4,46 persen pada triwulan III lalu bukanlah potret yang sesungguhnya. Pasalnya dalam beberapa bulan terakhir, beberapa indikator ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang baik. “Misalnya nilai tukar petani yang meningkat di pertanian padi, perkebunan dan lainnya. Begitu juga konsumsi yang membaik dan kinerja ekspor,” sebut dia.

Soal ekspor, lanjut dia, potretnya lebih samar lagi. Pasalnya  selama bertahun-tahun provinsi ini tak mendapatkan pajak ekspor dari produksi CPO-nya. Lantaran ekspor tersebut tercatat di provinsi lain. Padahal Kalbar adalah provinsi produsen CPO nomor dua terbesar di Indonesia. Begitu juga komoditas bauksit dan turunannya. “Bila Pelabuhan Tanjungpura bisa segera melakukan ekspor CPO dan produk tambang, maka angka ekspor Kalbar akan naik drastis dan memengaruhi potret pertumbuhan ekonomi kita,” jelas dia.

Baca Juga :  Merdeka Dari Gelap ?

Dia juga sependapat dengan pernyataan Presiden Jokowi yang meminta semua institusi untuk saling bersinergi dan meninggalkan ego sektoral. “Dikatakan Presiden, jangan membangun tembok yang tinggi. Artinya penting bagi kita untuk saling bekerja sama menuntaskan berbagai persoalan. Apalagi di tengah situasi pandemi saat ini. Banyak hal yang memerlukan ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

PTBI Kalbar diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan. Paparan ini sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia. Pertemuan dihadiri oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji dan sejumlah pimpinan lembaga tinggi di daerah, kepala daerah, pimpinan perbankan, akademisi, kalangan dunia usaha, dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar juga memberikan penghargaan (BI Award) tahun 2020 kepada kalangan perbankan, pelaku UMKM, petani dan jurnalis. Penghargaan ini dilakukan secara tahunan, sebagai apresiasi kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugas Bank Indonesia.(ars)

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Kamis (3/11). Di tengah situasi pandemi Covid-19, gawe akbar ini berbeda seperti tahun sebelumnya. Jumlah undangan yang hadir terbatas agar tak menimbulkan kerumunan. Selain itu protokol kesehatan dijalankan secara disiplin.

BI bahkan menyediakan masker dan face shield bagi para tamu. Namun hal tersebut tak menghilangkan kemeriahan acara yang bertema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”.  KPw BI Kalbar juga tetap menggelar display UMKM yang memiliki produk unggul seperti tahun lalu kendati pesertanya terbatas.

Acara ini dimulai dengan ‘nonton bareng’ PTBI tingkat nasional yang tahun ini digelar secara virtual. Sebagai pembicara adalah Presiden Joko Widodo dan Gubernur BI Perry Warjiyo. Pemerintah dan BI sepakat ekonomi tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Hal itu ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III. Sementara triwulan IV juga diperkirakan akan semakin baik.

Sementara itu, Kepala KPw BI Kalbar Agus Chusaini dalam outlook ekonomi Kalbar tahun 2021 optimis pertumbuhan ekonomi provinsi ini akan kembali positif. Sementara inflasi juga stabil di kisaran tiga plus satu persen. Hal tersebut didukung oleh berbagai faktor. Terutama hadirnya vaksin Covid-19.

Baca Juga :  Gubernur Apresiasi Inkubator Bisnis Binaan BI

“Tahun depan Pelabuhan Tanjungpura (Kijing) akan beroperasi, dan tentu akan mendongkrak ekspor. Selain itu program pemulihan ekonomi nasional juga dilanjutkan, termasuk stimulus fiskal. BI juga mengeluarkan kebijakan menjaga likuiditas. Sementara Otoritas Jasa Keuangan telah memperpanjang relaksasi kredit. Adapun perkembangan ekonomi digital juga semakin luas tersebar,” papar Agus.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji pun percaya ekonomi daerah yang dipimpinnya akan tumbuh signifikan. Bahkan menurutnya angka pertumbuhan Kalbar yang minus 4,46 persen pada triwulan III lalu bukanlah potret yang sesungguhnya. Pasalnya dalam beberapa bulan terakhir, beberapa indikator ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang baik. “Misalnya nilai tukar petani yang meningkat di pertanian padi, perkebunan dan lainnya. Begitu juga konsumsi yang membaik dan kinerja ekspor,” sebut dia.

Soal ekspor, lanjut dia, potretnya lebih samar lagi. Pasalnya  selama bertahun-tahun provinsi ini tak mendapatkan pajak ekspor dari produksi CPO-nya. Lantaran ekspor tersebut tercatat di provinsi lain. Padahal Kalbar adalah provinsi produsen CPO nomor dua terbesar di Indonesia. Begitu juga komoditas bauksit dan turunannya. “Bila Pelabuhan Tanjungpura bisa segera melakukan ekspor CPO dan produk tambang, maka angka ekspor Kalbar akan naik drastis dan memengaruhi potret pertumbuhan ekonomi kita,” jelas dia.

Baca Juga :  Gapkindo Kalbar Bantu Satu Unit Ambulans Untuk Penanganan Covid-19 ke Pemprov 

Dia juga sependapat dengan pernyataan Presiden Jokowi yang meminta semua institusi untuk saling bersinergi dan meninggalkan ego sektoral. “Dikatakan Presiden, jangan membangun tembok yang tinggi. Artinya penting bagi kita untuk saling bekerja sama menuntaskan berbagai persoalan. Apalagi di tengah situasi pandemi saat ini. Banyak hal yang memerlukan ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

PTBI Kalbar diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan. Paparan ini sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia. Pertemuan dihadiri oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji dan sejumlah pimpinan lembaga tinggi di daerah, kepala daerah, pimpinan perbankan, akademisi, kalangan dunia usaha, dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar juga memberikan penghargaan (BI Award) tahun 2020 kepada kalangan perbankan, pelaku UMKM, petani dan jurnalis. Penghargaan ini dilakukan secara tahunan, sebagai apresiasi kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugas Bank Indonesia.(ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/