alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Komitmen BNI Bantu Kembangkan UMKM

SAMBAS – Komitmen BNI sebagai salah satu BUMN dalam mengembangkan UMKM di Kabupaten Sambas diwujudkan dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di berbagai sektor usaha. Dari Januari 2021 sampai dengan Maret 2021, BNI Sambas telah menyalurkan KUR sebesar Rp9,06 miliar.

Jika dihitung sejak tahun 2020 yang lalu, secara total telah menyalurkan KUR sebesar Rp38,63 Miliar kepada kurang lebih 250 pelaku usaha di sektor mikro kecil yang berada di Kabupaten Sambas.Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini masih akan terus dikembangkan dan ditingkatkan di tahun 2021 dengan Target Penyaluran KUR sebesar Rp.36,4 Milyar., dan target ini optimistis akan dapat dicapai bahkan melampaui mengingat potensi pembiayaan KUR masih sangat terbuka lebar.

Sesuai dengan program pemerintah penyaluran KUR ini difokuskan kepada sektor produksi, yaitu bidang-bidang usaha seperti bidang Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan Industri lainnya, serta pada sektor usaha perdagangan dan jasa. Penyaluran KUR di sektor produksi sejak tahun 2020 mencapai Rp11,14 Miliar, sedangkan sisanya terbagi pada sektor perdagangan, jasa dan lainnya. Tingginya angka penyerapan KUR di Kabupaten Sambas ini didukung oleh berkembangnya perekonomian di Sambas serta persyaratan pengajuan kredit yang mudah, pelayanan yang cepat serta bunga yang murah.

Baca Juga :  BNI dan KBRI Buka Sentra Distribusi di Jepang untuk UMKM
BNI bantu permodalan kepada pedagang.

Adapun Persyaratan umum Kredit KUR ini adalah, Warga Negara Indonesia, sudah memiliki usaha yang berjalan minimum 6 bulan, usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, telah memiliki NPWP untuk pinjaman diatas Rp50 juta, memiliki izin usaha instansi terkait atau dari kelurahan, serta memiliki agunan. Khusus untuk pinjaman maksimum sampai dengan Rp50 juta tidak diwajibkan adanya agunan/jaminan.

Selain itu di tahun 2021 ini, BNI mulai menyalurkan KUR Super Mikro, yaitu KUR untuk pelaku usaha mikro seperti usaha jasa catering, penjahit, produksi makanan tradisional, warung / rumah makan kecil, jasa laundry dan usaha usaha lainnya. Dengan adanya KUR ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kegiatan ekonomi khususnya di kabupaten Sambas, dan Kehadiran BNI dapat terus melayani masyarakat serta mendapatkan kepercayaan dari segenap nasabah dan masyarakat di Kabupaten Sambas.

BNI GRIYA merupakan fasilitas pembiayaan konsumtif yang dapat digunakan untuk tujuan : Pembelian, Pembangunan/Renovasi, Top Up, Refinancing, atau Take Over properti berupa rumah tinggal, villa, apartemen, kondominium, rumah toko, rumah kantor, atau tanah kavling yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing pemohon. Keunggulan angsuran ringan, jangka waktu hingga 25 tahun. Syarat dan Ketentuan Warga Negara Indonesia, Usia Minimum 21 tahun saat pengajuan, dan usia maksimal saat kredit lunas.

Baca Juga :  Dari Musrenbang–RKPD Tahun 2022 Kota Singkawang
BNI Salurkan bantuan permodalan bagi petani.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengapresiasi pihak perbankan yang memberikan perhatian kepada pengembangan UMKM, khususnya di Kabupaten Sambas. Terlebih ditengah pandemi covid 19, seperti saat ini. Semua pihak harus mendorong percepatan pembangunan sektor ekonomi.

Seperti halnya yang dilakukan BNI, yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada berbagai sektor di Kabupaten Sambas. Merupakan upaya yang perlu diapresiasi. “Kepedulian bersama dalam mengembangkan UMKM dan sektor lainnya, harus menjadi tugas bersama. Sehingga apa yang dilakukan BNI adalah upaya yang sangat baik,” katanya.

Diharapkan, pihak atau perbankan lainnya bisa mengikuti apa yang dilakukan BNI. Termasuk kepada masyarakat penerima, harus memanfaatkan fasilitas dan bantuan yang diberikan pihak BNI dalam rangka kesejahteraan bersama.(fah)

SAMBAS – Komitmen BNI sebagai salah satu BUMN dalam mengembangkan UMKM di Kabupaten Sambas diwujudkan dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di berbagai sektor usaha. Dari Januari 2021 sampai dengan Maret 2021, BNI Sambas telah menyalurkan KUR sebesar Rp9,06 miliar.

Jika dihitung sejak tahun 2020 yang lalu, secara total telah menyalurkan KUR sebesar Rp38,63 Miliar kepada kurang lebih 250 pelaku usaha di sektor mikro kecil yang berada di Kabupaten Sambas.Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini masih akan terus dikembangkan dan ditingkatkan di tahun 2021 dengan Target Penyaluran KUR sebesar Rp.36,4 Milyar., dan target ini optimistis akan dapat dicapai bahkan melampaui mengingat potensi pembiayaan KUR masih sangat terbuka lebar.

Sesuai dengan program pemerintah penyaluran KUR ini difokuskan kepada sektor produksi, yaitu bidang-bidang usaha seperti bidang Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan Industri lainnya, serta pada sektor usaha perdagangan dan jasa. Penyaluran KUR di sektor produksi sejak tahun 2020 mencapai Rp11,14 Miliar, sedangkan sisanya terbagi pada sektor perdagangan, jasa dan lainnya. Tingginya angka penyerapan KUR di Kabupaten Sambas ini didukung oleh berkembangnya perekonomian di Sambas serta persyaratan pengajuan kredit yang mudah, pelayanan yang cepat serta bunga yang murah.

Baca Juga :  BNI Boyong 23 Penghargaan pada Ajang Infobank Digital Brand Award 2022
BNI bantu permodalan kepada pedagang.

Adapun Persyaratan umum Kredit KUR ini adalah, Warga Negara Indonesia, sudah memiliki usaha yang berjalan minimum 6 bulan, usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, telah memiliki NPWP untuk pinjaman diatas Rp50 juta, memiliki izin usaha instansi terkait atau dari kelurahan, serta memiliki agunan. Khusus untuk pinjaman maksimum sampai dengan Rp50 juta tidak diwajibkan adanya agunan/jaminan.

Selain itu di tahun 2021 ini, BNI mulai menyalurkan KUR Super Mikro, yaitu KUR untuk pelaku usaha mikro seperti usaha jasa catering, penjahit, produksi makanan tradisional, warung / rumah makan kecil, jasa laundry dan usaha usaha lainnya. Dengan adanya KUR ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kegiatan ekonomi khususnya di kabupaten Sambas, dan Kehadiran BNI dapat terus melayani masyarakat serta mendapatkan kepercayaan dari segenap nasabah dan masyarakat di Kabupaten Sambas.

BNI GRIYA merupakan fasilitas pembiayaan konsumtif yang dapat digunakan untuk tujuan : Pembelian, Pembangunan/Renovasi, Top Up, Refinancing, atau Take Over properti berupa rumah tinggal, villa, apartemen, kondominium, rumah toko, rumah kantor, atau tanah kavling yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing pemohon. Keunggulan angsuran ringan, jangka waktu hingga 25 tahun. Syarat dan Ketentuan Warga Negara Indonesia, Usia Minimum 21 tahun saat pengajuan, dan usia maksimal saat kredit lunas.

Baca Juga :  Peringati Hari Bumi, BNI Perkuat Kerja Sama Hutan Organik Megamendung 
BNI Salurkan bantuan permodalan bagi petani.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengapresiasi pihak perbankan yang memberikan perhatian kepada pengembangan UMKM, khususnya di Kabupaten Sambas. Terlebih ditengah pandemi covid 19, seperti saat ini. Semua pihak harus mendorong percepatan pembangunan sektor ekonomi.

Seperti halnya yang dilakukan BNI, yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada berbagai sektor di Kabupaten Sambas. Merupakan upaya yang perlu diapresiasi. “Kepedulian bersama dalam mengembangkan UMKM dan sektor lainnya, harus menjadi tugas bersama. Sehingga apa yang dilakukan BNI adalah upaya yang sangat baik,” katanya.

Diharapkan, pihak atau perbankan lainnya bisa mengikuti apa yang dilakukan BNI. Termasuk kepada masyarakat penerima, harus memanfaatkan fasilitas dan bantuan yang diberikan pihak BNI dalam rangka kesejahteraan bersama.(fah)

Most Read

Kiat Membeli Rumah

Benih Tanaman Malaysia Dimusnahkan

Perpustakaan adalah Jantungnya Sekolah

Perkuat Kualitas ASN, Buka Latsar CPNS

Artikel Terbaru

/