alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Bank Kalbar Syariah Resmikan Dua KCP 

PONTIANAK—Bank Kalbar Unit Usaha Syariah meningkatkan status sejumlah kantor kas menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Kota Pontianak. Peningkatan status tersebut dilakukan kepada empat Kantor Kas Syariah menjadi dua Kantor Cabang Pembantu Syariah yaitu Kantor Kas Syariah Husein Hamzah dan Kantor Kas Syariah Tabrani Ahmad menjadi KCP Syariah Husein Hamzah, sedangkan Kantor Kas Syariah Tanjung Raya II dan Kantor Kas Tanjung Hulu menjadi KCP Syariah Tanjung Raya II.

Peresmian KCP Syariah Husein Hamzah dan Tanjung Raya II, dipusatkan di KCP Husein Hamzah, Senin (6/12). Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji hadir secara langsung untuk meresmikan kantor baru tersebut. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, perwakilan Wali Kota Pontianak, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Kalbar, dan tamu undangan lainnya.

“Peningkatan status Kantor Kas Syariah ke Cabang Pembantu Syariah merupakan bukti kepedulian dan komitmen kami untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan sehingga dapat membangun daerah Kalimantan Barat pada umumnya dan Kota Pontianak pada khususnya,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, saat menyampaikan kata sambutan.

Dia melaporkan, hingga November 2021, keempat Kantor Kas Syariah tersebut menunjukkan kinerja positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) dari penggabungan Kantor Kas Syariah Husein Hamzah dan Kantor Kas Syariah Tabrani Ahmad sebesar Rp40,5 miliar. Sedangkan DPK Kantor Kas Syariah Tanjung Raya II dan Kantor Kas Syariah Tanjung Hulu sebesar Rp31,9 miliar. Dengan melihat kinerja DPK dari Kantor Kas Syariah tersebut, maka dapat ditingkatkan menjadi KCP Syariah.

Baca Juga :  Mempawah Raih Opini WTP Lima Tahun Berturut

“Besar harapan kami, dengan peningkatan status Kantor Kas menjadi Kantor Cabang Pembantu Syariah tersebut, dapat memudahkan masyarakat Pontianak Barat, Pontianak Timur dan sekitarnya untuk dapat memanfaatkan produk dan jasa Bank Kalbar Syariah. Dengan kondisi yang nyaman dan aman dimohonkan agar masyarakat semakin banyak menggunakan produk dan jasa Bank Kalbar Syariah serta melakukan transaksi keuangan dengan Bank Kalbar Syariah, baik untuk menyimpan uang maupun mendapatkan pembiayaan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Sementara kinerja Bank Kalbar Syariah Pontianak pada posisi November 2021 memiliki aset sebesar Rp1,3 triliun, DPK Rp591 miliar, pembiayaan Rp613 miliar, dengan laba bersih sebesar Rp55 miliar. Saat ini, terdapat tiga KCP Syariah, termasuk Kantor Cabang Pembantu Syariah Husein Hamzah dan Tanjung Raya II, dua Kantor Kas Unit, satu Kantor Kas Mobil, dan 65 Layanan Syariah.

Menurut Rokidi, pencapaian kinerja yang sangat positif tersebut diraih berkat dukungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat serta seluruh masyarakat yang telah mempercayakan pengelolaan keuangannya pada Bank Kalbar Syariah.

“Termasuk yang tidak kalah pentingnya adalah binaan dan bimbingan dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menilai peningkatan status dari Kantor Kas ke KCP Syariah sudah semestinya dilakukan jika melihat pertumbuhan DPK, pembiayaan, dan indikator-indikator lainnya. Meski tumbuh baik, namun dirinya menilai kehadiran Bank Kalbar Unit Usaha Syariah di tengah-tengah masyarakat masih perlu untuk ditingkatkan. “Bank Kalbar Unit Usaha Syariah semestinya mampu hadir di pusat-pusat perekonomian untuk menjaring masyarakat yang lebih luas,” harapnya.

Baca Juga :  Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

Orang nomor satu di Kalbar itu mendorong Bank Kalbar Unit Usaha Syariah semakin dekat dengan pelaku UMKM, terutama usaha mikro. Sebagai bank daerah, dirinya berharap Bank Kalbar terus mendukung program-program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap KCP ini bisa melakukan operasional dengan efisien, mendekatkan diri dengan pelaku usaha. Nasabah besar memang perlu, tapi sebagai bank pemerintah daerah, juga harus mengikuti program dari pemerintah daerah, misalnya dalam perbaikan sektor usaha mikro,” harapnya.

Kepala OJK Kalbar yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan LJK, Budi Rahman menilai Bank Kalbar telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan Unit Usaha Syariah. Pihaknya mengapresiasi kinerja Bank Kalbar Unit Usaha Syariah dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat. “Kami berharap unit usaha ini bisa lebih mandiri bahkan bisa spin off secara full menjadi bank syariah,” harapnya.

Secara umum, dia menilai kinerja yang ditorehkan Bank Kalbar Unit Usaha Syariah sejauh ini positif. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, selaku pemegang saham. Berkat dukungan mereka, Bank Kalbar tumbuh menjadi perbankan yang kuat dan mampu berkontribusi bagi perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Agus Chusaini mengapresiasi kinerja Bank Kalbar, khususnya untuk Unit Usaha Syariah. Perkembangan Bank Kalbar Unit Usaha Syariah sejauh ini terus menunjukkan kinerja yang positif.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menginisiasi Bank Syariah secara mandiri yang ada di Bank Kalbar. Semoga Unit Usaha Syariah ini semakin maju dan barokah,” katanya. (sti)

PONTIANAK—Bank Kalbar Unit Usaha Syariah meningkatkan status sejumlah kantor kas menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Kota Pontianak. Peningkatan status tersebut dilakukan kepada empat Kantor Kas Syariah menjadi dua Kantor Cabang Pembantu Syariah yaitu Kantor Kas Syariah Husein Hamzah dan Kantor Kas Syariah Tabrani Ahmad menjadi KCP Syariah Husein Hamzah, sedangkan Kantor Kas Syariah Tanjung Raya II dan Kantor Kas Tanjung Hulu menjadi KCP Syariah Tanjung Raya II.

Peresmian KCP Syariah Husein Hamzah dan Tanjung Raya II, dipusatkan di KCP Husein Hamzah, Senin (6/12). Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji hadir secara langsung untuk meresmikan kantor baru tersebut. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, perwakilan Wali Kota Pontianak, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Kalbar, dan tamu undangan lainnya.

“Peningkatan status Kantor Kas Syariah ke Cabang Pembantu Syariah merupakan bukti kepedulian dan komitmen kami untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan sehingga dapat membangun daerah Kalimantan Barat pada umumnya dan Kota Pontianak pada khususnya,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, saat menyampaikan kata sambutan.

Dia melaporkan, hingga November 2021, keempat Kantor Kas Syariah tersebut menunjukkan kinerja positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) dari penggabungan Kantor Kas Syariah Husein Hamzah dan Kantor Kas Syariah Tabrani Ahmad sebesar Rp40,5 miliar. Sedangkan DPK Kantor Kas Syariah Tanjung Raya II dan Kantor Kas Syariah Tanjung Hulu sebesar Rp31,9 miliar. Dengan melihat kinerja DPK dari Kantor Kas Syariah tersebut, maka dapat ditingkatkan menjadi KCP Syariah.

Baca Juga :  Komitmen BNI Bantu Kembangkan UMKM

“Besar harapan kami, dengan peningkatan status Kantor Kas menjadi Kantor Cabang Pembantu Syariah tersebut, dapat memudahkan masyarakat Pontianak Barat, Pontianak Timur dan sekitarnya untuk dapat memanfaatkan produk dan jasa Bank Kalbar Syariah. Dengan kondisi yang nyaman dan aman dimohonkan agar masyarakat semakin banyak menggunakan produk dan jasa Bank Kalbar Syariah serta melakukan transaksi keuangan dengan Bank Kalbar Syariah, baik untuk menyimpan uang maupun mendapatkan pembiayaan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Sementara kinerja Bank Kalbar Syariah Pontianak pada posisi November 2021 memiliki aset sebesar Rp1,3 triliun, DPK Rp591 miliar, pembiayaan Rp613 miliar, dengan laba bersih sebesar Rp55 miliar. Saat ini, terdapat tiga KCP Syariah, termasuk Kantor Cabang Pembantu Syariah Husein Hamzah dan Tanjung Raya II, dua Kantor Kas Unit, satu Kantor Kas Mobil, dan 65 Layanan Syariah.

Menurut Rokidi, pencapaian kinerja yang sangat positif tersebut diraih berkat dukungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat serta seluruh masyarakat yang telah mempercayakan pengelolaan keuangannya pada Bank Kalbar Syariah.

“Termasuk yang tidak kalah pentingnya adalah binaan dan bimbingan dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menilai peningkatan status dari Kantor Kas ke KCP Syariah sudah semestinya dilakukan jika melihat pertumbuhan DPK, pembiayaan, dan indikator-indikator lainnya. Meski tumbuh baik, namun dirinya menilai kehadiran Bank Kalbar Unit Usaha Syariah di tengah-tengah masyarakat masih perlu untuk ditingkatkan. “Bank Kalbar Unit Usaha Syariah semestinya mampu hadir di pusat-pusat perekonomian untuk menjaring masyarakat yang lebih luas,” harapnya.

Baca Juga :  UM Pontianak Gelar Wisuda Sarjana Angkatan ke-25

Orang nomor satu di Kalbar itu mendorong Bank Kalbar Unit Usaha Syariah semakin dekat dengan pelaku UMKM, terutama usaha mikro. Sebagai bank daerah, dirinya berharap Bank Kalbar terus mendukung program-program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap KCP ini bisa melakukan operasional dengan efisien, mendekatkan diri dengan pelaku usaha. Nasabah besar memang perlu, tapi sebagai bank pemerintah daerah, juga harus mengikuti program dari pemerintah daerah, misalnya dalam perbaikan sektor usaha mikro,” harapnya.

Kepala OJK Kalbar yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan LJK, Budi Rahman menilai Bank Kalbar telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan Unit Usaha Syariah. Pihaknya mengapresiasi kinerja Bank Kalbar Unit Usaha Syariah dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat. “Kami berharap unit usaha ini bisa lebih mandiri bahkan bisa spin off secara full menjadi bank syariah,” harapnya.

Secara umum, dia menilai kinerja yang ditorehkan Bank Kalbar Unit Usaha Syariah sejauh ini positif. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, selaku pemegang saham. Berkat dukungan mereka, Bank Kalbar tumbuh menjadi perbankan yang kuat dan mampu berkontribusi bagi perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Agus Chusaini mengapresiasi kinerja Bank Kalbar, khususnya untuk Unit Usaha Syariah. Perkembangan Bank Kalbar Unit Usaha Syariah sejauh ini terus menunjukkan kinerja yang positif.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menginisiasi Bank Syariah secara mandiri yang ada di Bank Kalbar. Semoga Unit Usaha Syariah ini semakin maju dan barokah,” katanya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/