alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

TNI AL Amankan Ratusan Kayu Belian

Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan penyelundupan 600 batang kayu glondongan campuran dan 150 kayu jenis belian. Total 750 batang kayu tersebut diketahui merupakan hasil pembalakan liar di wilayah perairan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Saat ini, enam orang pelaku diamankan karena dinilai melakukan pelanggaran illegal loging.

“600 batang Kayu glondongan campuran tersebut dirangkai menjadi rakit dan ditarik menggunakan satu buah kapal motor, sementara untuk 150 kayu jenis belian diangkut lainnya juga dengan menggunakan satu buah kapal motor yang berbeda. Penangkapan ini dilakukan pada pertengahan Februari lalu di perairan Ketapang,” jelas Danlantamal XII, Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi, saat dikonfirmasi di Mako Lantamal XII Pontianak, Minggu (23/2).

Agus Hariadi mengungkapkan, penemuan barang bukti berawal dari informasi dari masyarakat dan ditindak lanjuti oleh Tim Intelijen Lantamal XII dengan melaksanakan pengintaian beberapa hari sebelumnya. Setelah mendapatkan data yang valid bersama dengan patroli rutin Posal Ketapang melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap dua kapal motor bermuatan kayu di perairan Kabupaten Ketapang “Saat dilaksanakan pemeriksaan nahkoda kapal tidak dapat menunjukan dokumen resmi pengangkutan dan perizinan serta dokumen pengawak Anak Buah Kapal (ABK)” ujar Danlantamal XII.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pembalakan Liar di Kalibandung

Sementara itu, dari pengungkapan tersebut petugas berhasil mengamankan dua orang nakhoda dari masing-masing kapal motor pengangkut kayu hasil illegal loging tersebut. Adapun nahkoda kapal motor yang mengangkut 600 kayu gelondongan campuran berinisial Ac dengan tiga ABK berinisial Jo, Uj, dan An. Sedangkan nahkoda kapal motor yang mengangkut 150 batang kayu jenis belian berinisial Yu dengan satu ABK berinisial Ja.

Danlantamal XII menjelaskan dari pemeriksaan sementara terhadap pelaku, diketahui bahwa kayu gelondongan campuran berasal dari kebun masyarakat desa, sedangkan kayu jenis belian berasal dari hulu sungai. “Berdasarkan pengakuan dari dua Nahkoda kapal motor tersebut bahwa kapal motor pertama dengan muatan jenis kayu gelondongan berasal dari Tanjung Pura dan dibawa menuju Negeri Baru. Sedangkan kapal motor kedua dengan muatan jenis kayu belian berasal dari Hulu Sungai desa sandai dan dibawa menuju Kampung Kawung Kabupaten Ketapang,” paparnya.

Baca Juga :  Sita Ribuan Botol Miras Asal Singapura

Agus Hariadi melanjutkan, sampai saat ini keenam pelaku yang terdiri dari dua nahkoda dan empat ABK beserta barang bukti kayu hasil illegal loging dan juga kapal motor yang menjadi sarana sudah diamankan. Dan saat ini, terhadap pelaku beserta barangbukti, sambungnya, sudah dilakukan serah terima dari Posal Ketapang kepada Penegak Hukum (Gakkum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Pontianak untuk dilakukan proses penyidikan. “Yang jelas kita akan terus berusaha mengembangkan kasus-kasus lainnya yang seperti ini dengan mencari lokasi pembalakan liar serta pelaku yang menampung kayu hasil pembalakan liar itu,” pungkasnya. (sig)

Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan penyelundupan 600 batang kayu glondongan campuran dan 150 kayu jenis belian. Total 750 batang kayu tersebut diketahui merupakan hasil pembalakan liar di wilayah perairan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Saat ini, enam orang pelaku diamankan karena dinilai melakukan pelanggaran illegal loging.

“600 batang Kayu glondongan campuran tersebut dirangkai menjadi rakit dan ditarik menggunakan satu buah kapal motor, sementara untuk 150 kayu jenis belian diangkut lainnya juga dengan menggunakan satu buah kapal motor yang berbeda. Penangkapan ini dilakukan pada pertengahan Februari lalu di perairan Ketapang,” jelas Danlantamal XII, Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi, saat dikonfirmasi di Mako Lantamal XII Pontianak, Minggu (23/2).

Agus Hariadi mengungkapkan, penemuan barang bukti berawal dari informasi dari masyarakat dan ditindak lanjuti oleh Tim Intelijen Lantamal XII dengan melaksanakan pengintaian beberapa hari sebelumnya. Setelah mendapatkan data yang valid bersama dengan patroli rutin Posal Ketapang melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap dua kapal motor bermuatan kayu di perairan Kabupaten Ketapang “Saat dilaksanakan pemeriksaan nahkoda kapal tidak dapat menunjukan dokumen resmi pengangkutan dan perizinan serta dokumen pengawak Anak Buah Kapal (ABK)” ujar Danlantamal XII.

Baca Juga :  Ketapang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera

Sementara itu, dari pengungkapan tersebut petugas berhasil mengamankan dua orang nakhoda dari masing-masing kapal motor pengangkut kayu hasil illegal loging tersebut. Adapun nahkoda kapal motor yang mengangkut 600 kayu gelondongan campuran berinisial Ac dengan tiga ABK berinisial Jo, Uj, dan An. Sedangkan nahkoda kapal motor yang mengangkut 150 batang kayu jenis belian berinisial Yu dengan satu ABK berinisial Ja.

Danlantamal XII menjelaskan dari pemeriksaan sementara terhadap pelaku, diketahui bahwa kayu gelondongan campuran berasal dari kebun masyarakat desa, sedangkan kayu jenis belian berasal dari hulu sungai. “Berdasarkan pengakuan dari dua Nahkoda kapal motor tersebut bahwa kapal motor pertama dengan muatan jenis kayu gelondongan berasal dari Tanjung Pura dan dibawa menuju Negeri Baru. Sedangkan kapal motor kedua dengan muatan jenis kayu belian berasal dari Hulu Sungai desa sandai dan dibawa menuju Kampung Kawung Kabupaten Ketapang,” paparnya.

Baca Juga :  Penjara dan Denda Ratusan Miliar Menanti Adelin Lis

Agus Hariadi melanjutkan, sampai saat ini keenam pelaku yang terdiri dari dua nahkoda dan empat ABK beserta barang bukti kayu hasil illegal loging dan juga kapal motor yang menjadi sarana sudah diamankan. Dan saat ini, terhadap pelaku beserta barangbukti, sambungnya, sudah dilakukan serah terima dari Posal Ketapang kepada Penegak Hukum (Gakkum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Pontianak untuk dilakukan proses penyidikan. “Yang jelas kita akan terus berusaha mengembangkan kasus-kasus lainnya yang seperti ini dengan mencari lokasi pembalakan liar serta pelaku yang menampung kayu hasil pembalakan liar itu,” pungkasnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/