Dua lokasi Karhutla tersebut yakni Dusun Suap, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dengan luas lahan terbakar mencapai 136,84 hektare. Kemudian, lokasi lainnya adalah Dusun Parit Kurus, Desa Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh dengan lahan terbakar seluas 1,9 hektare.
Kabid Damkar BPBD Mempawah Dersvan menjelaskan Karhutla di Desa Pasir merupakan lanjutan dari kebakaran yang terjadi sepekan lalu. Sempat turun hujan selama dua hari, lalu kemudian kembali cuaca panas sehingga menyebabkan Karhutla.
“Pekan lalu, lahan yang terbakar di Desa Pasir kurang lebih 49 hektar. Sempat terjadi jeda selama dua hari karena hujan. Setelah itu, panas lagi dan sampai sekarang luas lahan yang terbakar lebih seratus hektar,” ungkapnya.
Dijelaskan Desvan, lahan yang terbakar merupakan gambut sehingga, api dengan mudah menyebarluas dan merembet ke lokasi lainnya. Akibatnya, upaya pemadaman sulit dilakukan oleh petugas gabungan.
“Salah satu kendala kita memadamkan api yakni kesulitan mendapatkan air. Kemudian, secara teknis kemampuan mesin sudah kurang baik karena sudah tua,” pendapatnya.
Lebih jauh, Desvan memastikan pihaknya telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BPBD Provinsi Kalbar untuk membantu memadamkan Karhutla di wilayah Kabupaten Mempawah.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk penanggulangan Karhutla. Kita berharap pihak provinsi dapat melakukan water boombing dengan helikopter untuk memadamkan titik api yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat,” sebutnya.
Terakhir, Desvan mengimbau masyarakat ikut berpartisipasi melakukan pengawasan dan mengantisipasi terjadinya Karhutla di lingkungannya masing-masing.
“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat agar ikut serta membantu melakukan pengawasan di lapangan. Supaya, jika ditemukan titik api bisa secepatnya dipadamkan hingga tidak meluas,” pungkasnya.(wah) Editor : Misbahul Munir S