Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ritual Robo-Robo Kembali Digelar, Raja Mardan: Jangan Lupakan Warisan Leluhur

Syahriani Siregar • Rabu, 13 September 2023 | 14:41 WIB
Bupati Mempawah menyambut kedatangan Raja Mempawah XIII sebelum ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon.
Bupati Mempawah menyambut kedatangan Raja Mempawah XIII sebelum ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon.

MEMPAWAH – Ritual budaya robo-robo yang tetap dilestarikan Kerajaan Amantubillah Mempawah merupakan upaya menjaga warisan leluhur agar tak tergerus perkembangan zaman. Setiap tahun, perayaan robo-robo di Mempawah selalu meriah.

“Setiap tahun kita memperingati dan merayakan robo-robo merupakan ikhtiar untuk menjaga agar nilai adat istiadat dan budaya masyarakat Mempawah tidak hilang atau terlupakan,” kata Raja Mempawah XIII, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim usai memimpin ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon (Raja Mempawah Pertama) di Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (12/9) pagi.

Menurut Raja Mardan, agar nilai-nilai warisan leluhur tidak dilupakan, caranya adalah dengan menjaga dan mencintai adat budaya itu sendiri. Sebab, orang yang tulus ikhlas menjaga dan mencintai secara otomatis tidak akan melupakan atau mengabaikannya.

“Budaya harus tetap kita jaga agar warisan leluhur ini tidak dilupakan. Cara menjaganya adalah dengan mencintai adat budaya itu sendiri,” tegasnya.

Raja Mardan menyebut perayaan robo-robo sendiri dimaknai sebagai napak tilas sejarah Kerajaan Mempawah di masa lampau ketika Opu Daeng Menambon beserta rombongan pertama kali datang dan mendirikan Kerajaan Mempawah. Ketika itu rombongan melewati jalur Muara Kuala Mempawah.

“Nah, napak tilas sejarah inilah yang setiap tahun kita peringati. Tujuannya agar kita semua tetap mengingatnya dan tidak melupakan sejarah daerah sendiri. Ini sangat penting bagi generasi penerus di masa mendatang,” tegasnya lagi.

Rangkaian perayaan ritual budaya robo-robo tahun 2023 Kerajaan Amantubillah Mempawah telah dimulai sejak Senin (11/9) sore. Kegiatan diawali dengan pencucian pusaka kerajaan di Benteng Kota Batu yang disaksikan Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim beserta para kerabat dan sesepuh Kerajaan Mempawah. Di malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan haulan di Masjid Keraton Mempawah.

Setelah itu, pada Selasa (12/9) pagi dilaksanakan ziarah ke makam raja-raja Mempawah di daerah Sebukit Rama. Sementara pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, Kerajaan Mempawah menggelar adat toana, serta penganugerahan gelar kekerabatan kepada sejumlah pihak yang telah ditetapkan oleh pihak kerajaan.

Puncaknya pada Rabu (13/9), sekitar pukul 06.00 WIB, Raja Mempawah akan memimpin makan syafar yang dihadiri para kerabat kerajaan dan masyarakat sekitar di Halaman Istana Amantubillah. Lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, Raja Mardan beserta para pengawal dan rombongan melaksanakan ritual adat robo-robo. Raja Mardan memimpin ritual buang-buang di Muara Kuala Mempawah.

Raja Mardan juga akan melakukan ritual adat tepung tawar kapal nelayan, serta dirangkaikan dengan kirab pusaka multietnis, membunyikan meriam pusaka dan ramah tamah. Pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, akan dilaksanakan hiburan musik di Keraton Amantubillah Mempawah.(wah)

 

 

Editor : Syahriani Siregar
#mempawah #warisan leluhur #robo-robo #Raja Mardan