alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Pengerjaan Waterfront Parit Besar-Sultan Muhammad Dimulai

Ke Depan Ruko sepanjang Jalan juga Menghadap Waterfront

Pengerjaan waterfront segmen Parit Besar – Sultan Muhammad sudah mulai dilakukan, Rabu (27/1). Pemerintah menganjurkan agar para pemilik ruko di sepanjang segmen tersebut juga membangun muka ruko menghadap sungai.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, Firayanta, berharap hasil sosialisasi anjuran bangunan dua muka pada pemilik ruko di wilayah waterfront dapat ditindaklanjuti. Dengan berdirinya bangunan dua muka, masyarakat, menurut dia, telah mendukung pemerintah untuk penataan wilayah tepian Sungai Kapuas.

“Sosialisasi pemilik ruko di wilayah waterfront sudah kami lakukan. Inti sosialisasi itu, kami imbau untuk bangunan masyarakat bisa dua muka,” ujar Firayanta, Minggu (31/1) di Pontianak.

Bangunan dua muka sudah disosialisasikan mereka kepada masyarakat pemilik ruko yang berada di tepian Sungai Kapuas. Dengan bangunan dua muka, dikatakannya, akan mempercantik wilayah setempat.

Perwujudan penataan tepian Sungai Kapuas juga diupayakan mereka buat mengembalikan pengembangan ekonomi Pontianak di tepian sungai. “Karena cikal bakal perekonomian Pontianak sebenarnya ada di sini.  Geliat ekonomi di sini juga buat mendukung perekonomian di daerah pedalaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi di Waterfront

Dari hasil sosialisasi dengan masyarakat sepanjang segmen tersebut meminta agar Pemkot Pontianak memberikan rasa aman. Dengan demikian, harapan dia, masyarakat luar yang akan datang ke sini merasakan kenyaman pula.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali mengatakan, sosialisasi anjuran bangunan dua muka di wilayah tepian Sungai Kapuas, merupakan ide positif. Namun, untuk mewujudkannya, tak dipungkiri dia, membutuhkan waktu tak sedikit. Karena, dia yakin, jika anjuran pembangunan dua muka, sementara pembangunannya dibebankan kepada masyarakat, tentu akan memberatkan serta membutuhkan waktu. Namun, jika dalam upaya membuat indah kawasan tersebut Pemkot turut membantu, dia yakin pengerjaannya tidak bakal lama.

“Ini yang menjadi pertanyaan, pengerjaan dua muka ini apakah mendapatkan bantuan dari Pemkot?” tanya dia.

Tetapi secara keseluruhan, ada atau tidak bantuan dari Pemkot, sebagai masyarakat setempat diharapkan dia ikut mendukung rencana penataan kawasan Sungai Kapuas ini. Karena, dia yakin, yang akan merasakan dampak besarnya nanti adalah mereka yang tinggal di sana. Oleh karenanya, pengembangan penataan kawasan waterfornt city, ditegaskan dia, wajib mendapat dukungan dari semua masyarakat. “Termasuk masyarakat yang tinggal di sana,” timpalnya.

Baca Juga :  Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Serang Ternak, Konsumsi Daging Sapi Menurun

Sebelumnya Firayanta menjelaskan bahwa kegiatan penuntasan kawasan waterfront kembali dilakukan di kawasan Parit Besar – Sultan Muhammad. Konsepnya, dijelaskan dia, bangunan ruko yang berdiri di atas garis sempadan sungai (GSS) akan dibongkar. Jaraknya, disebutkan dia, 15 meter dari tepi darat. Untuk promanade-nya digambarkan dia selebar 10 meter dengan sisa 5 meter buat penghijauan.

Ke depan penataan bangunan di kawasan tersebut, diminta mereka menjadi dua muka. “Masyarakat juga telah setuju dengan tanda membuat pernyataan. Silakan masyarakat menyesuaikan fungsinya. Jika ingin tetap sebagai gudang, tidak dipermasalahkan. Namun jika dapat dibangun restoran, pusat kulineran, atau menjual kerajinan tangan akan semakin baik,” ungkapnya.

Firayanta menambahkan, pengerjaan pembangunan kawasan waterfront ini dilakukan secara multiyears selama tiga tahun dimulai di 2020 dan akan selesai di pertengahan 2022 nanti.

“Mudah-mudahan di pertengahan 2022 bisa selesai semuanya,” ucap dia. (*) 

Ke Depan Ruko sepanjang Jalan juga Menghadap Waterfront

Pengerjaan waterfront segmen Parit Besar – Sultan Muhammad sudah mulai dilakukan, Rabu (27/1). Pemerintah menganjurkan agar para pemilik ruko di sepanjang segmen tersebut juga membangun muka ruko menghadap sungai.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, Firayanta, berharap hasil sosialisasi anjuran bangunan dua muka pada pemilik ruko di wilayah waterfront dapat ditindaklanjuti. Dengan berdirinya bangunan dua muka, masyarakat, menurut dia, telah mendukung pemerintah untuk penataan wilayah tepian Sungai Kapuas.

“Sosialisasi pemilik ruko di wilayah waterfront sudah kami lakukan. Inti sosialisasi itu, kami imbau untuk bangunan masyarakat bisa dua muka,” ujar Firayanta, Minggu (31/1) di Pontianak.

Bangunan dua muka sudah disosialisasikan mereka kepada masyarakat pemilik ruko yang berada di tepian Sungai Kapuas. Dengan bangunan dua muka, dikatakannya, akan mempercantik wilayah setempat.

Perwujudan penataan tepian Sungai Kapuas juga diupayakan mereka buat mengembalikan pengembangan ekonomi Pontianak di tepian sungai. “Karena cikal bakal perekonomian Pontianak sebenarnya ada di sini.  Geliat ekonomi di sini juga buat mendukung perekonomian di daerah pedalaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Bangunan Dua Muka Zaman Belanda Pemanis Waterfornt City

Dari hasil sosialisasi dengan masyarakat sepanjang segmen tersebut meminta agar Pemkot Pontianak memberikan rasa aman. Dengan demikian, harapan dia, masyarakat luar yang akan datang ke sini merasakan kenyaman pula.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali mengatakan, sosialisasi anjuran bangunan dua muka di wilayah tepian Sungai Kapuas, merupakan ide positif. Namun, untuk mewujudkannya, tak dipungkiri dia, membutuhkan waktu tak sedikit. Karena, dia yakin, jika anjuran pembangunan dua muka, sementara pembangunannya dibebankan kepada masyarakat, tentu akan memberatkan serta membutuhkan waktu. Namun, jika dalam upaya membuat indah kawasan tersebut Pemkot turut membantu, dia yakin pengerjaannya tidak bakal lama.

“Ini yang menjadi pertanyaan, pengerjaan dua muka ini apakah mendapatkan bantuan dari Pemkot?” tanya dia.

Tetapi secara keseluruhan, ada atau tidak bantuan dari Pemkot, sebagai masyarakat setempat diharapkan dia ikut mendukung rencana penataan kawasan Sungai Kapuas ini. Karena, dia yakin, yang akan merasakan dampak besarnya nanti adalah mereka yang tinggal di sana. Oleh karenanya, pengembangan penataan kawasan waterfornt city, ditegaskan dia, wajib mendapat dukungan dari semua masyarakat. “Termasuk masyarakat yang tinggal di sana,” timpalnya.

Baca Juga :  Bangkitkan Pariwisata Lewat Promosi, Disporapar Kalbar Luncurkan e-TIC

Sebelumnya Firayanta menjelaskan bahwa kegiatan penuntasan kawasan waterfront kembali dilakukan di kawasan Parit Besar – Sultan Muhammad. Konsepnya, dijelaskan dia, bangunan ruko yang berdiri di atas garis sempadan sungai (GSS) akan dibongkar. Jaraknya, disebutkan dia, 15 meter dari tepi darat. Untuk promanade-nya digambarkan dia selebar 10 meter dengan sisa 5 meter buat penghijauan.

Ke depan penataan bangunan di kawasan tersebut, diminta mereka menjadi dua muka. “Masyarakat juga telah setuju dengan tanda membuat pernyataan. Silakan masyarakat menyesuaikan fungsinya. Jika ingin tetap sebagai gudang, tidak dipermasalahkan. Namun jika dapat dibangun restoran, pusat kulineran, atau menjual kerajinan tangan akan semakin baik,” ungkapnya.

Firayanta menambahkan, pengerjaan pembangunan kawasan waterfront ini dilakukan secara multiyears selama tiga tahun dimulai di 2020 dan akan selesai di pertengahan 2022 nanti.

“Mudah-mudahan di pertengahan 2022 bisa selesai semuanya,” ucap dia. (*) 

Most Read

Artikel Terbaru

/