alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Syarif; Siapapun Berbuat Intoleransi Harus Ditindak

PONTIANAK–DPP NasDem mendukung pelaporan dan pemeriksaan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terkait ujaran kebencian mengandung SARA yang dilontarkannya kepada tokoh Papua Natalius Pigai. dan pada waktu berdekatan juga, Abu Janda juga men-twit bahwa Islam adalah agama yang arogan.

Terhadap hal tersebut, Ketua DPP Nasdem sekaligus anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie menyampaikan kecaman sekaligus dukungan terhadap tindakan terkait intoleransi di NKRI. “Ucapan aktivitas medsos tersebut sudah masuk dalam ranah rasialis. Kepolisian sudah benar menindaklanjuti laporan dari KNPI dengan cara memanggil yang bersangkutan,” katanya.

Menurutnya Bareskrim Mabes Polri harus secepatnya menyikapi kasus rasisme maupun agama. Baginya ini sudah jelas-jelas masuk hate speech berbau SARA. “Siapapun dia kita harus dukung Polri menindaklanjuti. Jangan dibiarkan karena bisa menciptakan konflik dan perpecahan,” ucap Syarif.

Politisi yang juga Ketua DPW Nasdem Kalbar ini menambahkan bahwa pemanggilan terhadap Abu Janda oleh kepolisian memang dibutuhkan khususnya memberikan efek jera kepada siapapun agar tidak menulis kalimat bernada intoleransi. “Intinya siapapun tidak boleh sembarangan menghina orang lain berdasarkan rasisme maupun agama. Ini sangat bahaya untuk persatuan dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Baca Juga :  Rela Berburu Demi Koleksi Diecast Custom

Akibat cuitannya, Permadi dilaporkan oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke polisi. Laporan tersebut diterima dan tercatat dengan nomor LP/B/0056/I/2021/Bareskrim tanggal 29 Januari 2021.

Dalam laporan tertulis nama pelapor adalah Medya Rischa, selaku Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, dengan tuduhan Abu Janda telah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat (2), Penistaan Agama Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A. Kemudian ditambah Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang kebencian permusuhan individu dan atau antar golongan (SARA).

Abu Janda beberapa hari sebelumnya sempat melempar twit bernada rasialis terhadap Natalius Pigai. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?” cuit Abu Janda di akun Twitter @permadiaktivis1 pada 2 Januari 2021.

Baca Juga :  Produktivitas Usaha Kian Meningkat

Tidak lama setelah itu, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial twitternya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia.“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” isi cuitan Abu Janda.

Syarif meminta Mabes Polri tidak pandang bulu kepada siapapun yang mencoba merusak keutuhan dan persatuan NKRI dengan kalimat bernada rasialisme. Tindakan tersebut tidak boleh dibenarkan karena rentan memecah belah bangsa yang sudah sudah bersatu padu ini. “Kami dukung. Apalagi partai-partai politik di DPR RI juga menyampaikan hal serupa dan menyanyangkan kebebasan di medsos tetapi kebablasan,” tukasnya.(den)

PONTIANAK–DPP NasDem mendukung pelaporan dan pemeriksaan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terkait ujaran kebencian mengandung SARA yang dilontarkannya kepada tokoh Papua Natalius Pigai. dan pada waktu berdekatan juga, Abu Janda juga men-twit bahwa Islam adalah agama yang arogan.

Terhadap hal tersebut, Ketua DPP Nasdem sekaligus anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie menyampaikan kecaman sekaligus dukungan terhadap tindakan terkait intoleransi di NKRI. “Ucapan aktivitas medsos tersebut sudah masuk dalam ranah rasialis. Kepolisian sudah benar menindaklanjuti laporan dari KNPI dengan cara memanggil yang bersangkutan,” katanya.

Menurutnya Bareskrim Mabes Polri harus secepatnya menyikapi kasus rasisme maupun agama. Baginya ini sudah jelas-jelas masuk hate speech berbau SARA. “Siapapun dia kita harus dukung Polri menindaklanjuti. Jangan dibiarkan karena bisa menciptakan konflik dan perpecahan,” ucap Syarif.

Politisi yang juga Ketua DPW Nasdem Kalbar ini menambahkan bahwa pemanggilan terhadap Abu Janda oleh kepolisian memang dibutuhkan khususnya memberikan efek jera kepada siapapun agar tidak menulis kalimat bernada intoleransi. “Intinya siapapun tidak boleh sembarangan menghina orang lain berdasarkan rasisme maupun agama. Ini sangat bahaya untuk persatuan dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Baca Juga :  Produktivitas Usaha Kian Meningkat

Akibat cuitannya, Permadi dilaporkan oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke polisi. Laporan tersebut diterima dan tercatat dengan nomor LP/B/0056/I/2021/Bareskrim tanggal 29 Januari 2021.

Dalam laporan tertulis nama pelapor adalah Medya Rischa, selaku Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, dengan tuduhan Abu Janda telah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat (2), Penistaan Agama Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A. Kemudian ditambah Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang kebencian permusuhan individu dan atau antar golongan (SARA).

Abu Janda beberapa hari sebelumnya sempat melempar twit bernada rasialis terhadap Natalius Pigai. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?” cuit Abu Janda di akun Twitter @permadiaktivis1 pada 2 Januari 2021.

Baca Juga :  Bekuk Sindikat Maling Motor

Tidak lama setelah itu, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial twitternya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia.“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” isi cuitan Abu Janda.

Syarif meminta Mabes Polri tidak pandang bulu kepada siapapun yang mencoba merusak keutuhan dan persatuan NKRI dengan kalimat bernada rasialisme. Tindakan tersebut tidak boleh dibenarkan karena rentan memecah belah bangsa yang sudah sudah bersatu padu ini. “Kami dukung. Apalagi partai-partai politik di DPR RI juga menyampaikan hal serupa dan menyanyangkan kebebasan di medsos tetapi kebablasan,” tukasnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/