alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Hasil Rapid Test Negatif

Pemeriksaan Anggota Keluarga Almarhumah yang Positif Corona

PONTIANAK – Kabar tentang adanya pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia dan belakangan dinyatakan positif corona menghebohkan warga Pontianak. Pasalnya, dari isu yang beredar, pemulasaraan jenazah yang bersangkutan tidak sesuai dengan prosedur tetap. Sejumlah petugas medis pun sibuk mengambil langkah antisipasi.

Selasa (31/3), mereka mengambil sampel anggota keluarga serta pihak-pihak yang sempat melakukan kontak fisik dengan PDP wanita berusia 69 tahun itu. Sampel tersebut kemudian dites. “Ini petugas medis datang memeriksa keluarga dan yang kemarin memandikan (jenazah PDP),” ungkap Abdi Kasim, ketua RW setempat.

Dia menceritakan, sejak pasien meninggal itu dinyatakan positif corona, pihak terkait langsung melakukan penyemprotan disinfektan di gang tempat tinggal pasien serta kawasan sekitarnya. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi agar wabah virus corona tidak tersebar. “Kemarin di gang ini disemprot sampai masuk ke rumah-rumah. Hari ini semprot di gang sekitar,” kata warga Jalan Suwignyo, Pontianak itu.

Pihaknya sangat mendukung langkah yang telah diambil pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 di sekitar kediaman almarhumah. Meski sempat terkejut ketika tahu informasi bahwa almarhumah positif corona, ia berusaha tenang dan mengimbau warga sekitar untuk tidak panik. Pihak keluarga juga telah diminta oleh pihak terkait untuk mengkarantina diri.

Sebagai ketua RW, ia diberikan amanah untuk memantau proses karantina yang dijalani keluarga tersebut. “Mereka melakukan karantina masing-masing di rumah,” ujarnya.

Kasim juga menceritakan kronologi pengurusan jenazah saat tiba di rumah duka pada Sabtu (21/3). Atas keinginan keluarga, jenazah tersebut dimandikan kembali. “Sampai di sini (kediaman, red) dibuka lagi, (jenazah) dimandikan,” jelas dia.

Dia berharap tes terhadap sampel warga sekitar dan yang kontak dengan almarhumah hasilnya negatif corona. Kasim juga mengaku tidak tenang dengan pemberitaan yang menyudutkan pihak keluarga serta warga yang tinggal di sekitar. Informasi menurutnya telah beredar terlalu jauh tanpa ada konfirmasi dengan pihak-pihak terkait secara langsung. “Saya juga stres. Mudah-mudahan semua negatif. Tidak tersebar ke mana-mana,” kata dia.

Baca Juga :  Dorong Capaian Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional

Sementara itu, Lurah Sungai Jawi, Thedy  S Utama, sudah meminta keluarga serta pihak-pihak yang kontak langsung dengan almarhumah untuk mengarantina diri di rumah masing-masing. Hal ini guna menghentikan potensi penyebaran virus corona jika memang ada dari mereka yang terpapar.

“Sudah kita sampaikan untuk karantina di rumah. Penyemprotan juga sudah kita lakukan beberapa hari ini di sekitar,” katanya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson menjelaskan, almarhumah meninggal pada 21 Maret lalu. Waktu itu hasil lab belum keluar.  Pihak keluarga bersikeras atau memaksa untuk memandikan almarhumah di kediamannya. Permintaan itu akhirnya disetujui tim medis, namun dengan syarat saat memandikan tetap didampingi supervisi dari RSUD Soedarso tempatnya dirawat.

Orang yang memandikan juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta menggunakan cairan klorin sebagai pembunuh virus. “Jenazah dibungkus plastik dari rumah sakit kemudian dibawa ke rumah almarhumah untuk dimandikan,” jelasnya, Selasa (31/3) malam. Saat itu ada dua orang anak almarhumah dan satu petugas fardu kifayah yang ikut memandikan jenazah.

Ketiganya dikatakan menggunakan APD lengkap dan memandikan jenazah menggunakan cairan klorin. Semua dijalankan di bawah supervisi petugas pengendalian dan pencegahan infeksi dari RSUD Soedarso.

Setelah jenazah dimandikan, lanjut Harisson, tempat memandikannya juga disiram dengan cairan klorin. Selanjutnya jenazah dikafani dan dimasukkan ke dalam plastik baru kemudian dimasukkan ke dalam peti. Dilanjutkan dengan proses salat jenazah yang dilaksanakan di musala depan rumah almarhumah. “Di pemakaman peti dibuka untuk dimasukkan tanah untuk mengganjal jenazah, lalu peti ditutup kembali dan ditimbun dengan tanah,” terangnya.

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Covid-19, FPI Mempawah Semprot Disinfektan

Setelah dimakamkan, pada 29 Maret 2020 hasil lab untuk almarhumah baru keluar dan dinyatakan terkonfirmasi (positif) Covid-19. Dengan adanya hasil tersebut, dinas kesehatan telah melaksanakan proses disinfektan di sekitar rumah almarhumah. Termasuk juga di dua gang baik di sisi kiri dan kanan tempat almarhumah tinggal.

Selain itu, dinas kesehatan juga melaksanakan rapid test untuk 21 orang yang sempat kontak erat dengan almarhumah. Mereka terdiri dari anak almarhumah, petugas pemakaman, dan yang hadir saat proses pemandian serta penguburan jenazah. Pelaksanaan tes dilakukan Selasa (31/3) dengan hasil semuanya negatif. “Jadi 21 orang kontak erat ini, hasil pemeriksaan rapid test-nya negatif,” katanya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap akan melakukan pemeriksaan kembali untuk semuanya, setelah tujuh hari pemeriksaan pertama. Pelacakan terhadap siapa saja orang yang sempat kontak erat dengan almarhumah di luar 21 orang tersebut juga terus dilakukan. “Baik selama proses pemandian dan pemakaman, maupun yang kontak langsung selama 14 hari saat almarhumah sakit terus dilacak,” ucapnya.

Ia menyarankan kepada siapa saja yang sempat kontak erat dengan almarhumah bisa menghubungi dinas kesehatan baik Provinsi Kalbar maupun Kota Pontianak untuk menjalani rapid test Covid-19.

Atas kejadian ini, Harisson mengimbau warga tidak panik. Warga juga diharapkan tetap berada di rumah, dan hanya keluar jika memang ada urusan mendesak atau penting. “Saya juga mengharapkan agar masyarakat rajin cuci tangan, makan makanan bergizi, diet seimbang, banyak makan buah dan sayur, istirahat yang cukup dan olahraga. Cukup di halaman rumah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pasien positif corona di Kalbar mencapai  sembilan kasus, di mana dua pasien dinyatakan sembuh, dua meninggal, dan lima orang masih diisolasi di sejumlah rumah sakit. (bar/sti)

 

Pemeriksaan Anggota Keluarga Almarhumah yang Positif Corona

PONTIANAK – Kabar tentang adanya pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia dan belakangan dinyatakan positif corona menghebohkan warga Pontianak. Pasalnya, dari isu yang beredar, pemulasaraan jenazah yang bersangkutan tidak sesuai dengan prosedur tetap. Sejumlah petugas medis pun sibuk mengambil langkah antisipasi.

Selasa (31/3), mereka mengambil sampel anggota keluarga serta pihak-pihak yang sempat melakukan kontak fisik dengan PDP wanita berusia 69 tahun itu. Sampel tersebut kemudian dites. “Ini petugas medis datang memeriksa keluarga dan yang kemarin memandikan (jenazah PDP),” ungkap Abdi Kasim, ketua RW setempat.

Dia menceritakan, sejak pasien meninggal itu dinyatakan positif corona, pihak terkait langsung melakukan penyemprotan disinfektan di gang tempat tinggal pasien serta kawasan sekitarnya. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi agar wabah virus corona tidak tersebar. “Kemarin di gang ini disemprot sampai masuk ke rumah-rumah. Hari ini semprot di gang sekitar,” kata warga Jalan Suwignyo, Pontianak itu.

Pihaknya sangat mendukung langkah yang telah diambil pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 di sekitar kediaman almarhumah. Meski sempat terkejut ketika tahu informasi bahwa almarhumah positif corona, ia berusaha tenang dan mengimbau warga sekitar untuk tidak panik. Pihak keluarga juga telah diminta oleh pihak terkait untuk mengkarantina diri.

Sebagai ketua RW, ia diberikan amanah untuk memantau proses karantina yang dijalani keluarga tersebut. “Mereka melakukan karantina masing-masing di rumah,” ujarnya.

Kasim juga menceritakan kronologi pengurusan jenazah saat tiba di rumah duka pada Sabtu (21/3). Atas keinginan keluarga, jenazah tersebut dimandikan kembali. “Sampai di sini (kediaman, red) dibuka lagi, (jenazah) dimandikan,” jelas dia.

Dia berharap tes terhadap sampel warga sekitar dan yang kontak dengan almarhumah hasilnya negatif corona. Kasim juga mengaku tidak tenang dengan pemberitaan yang menyudutkan pihak keluarga serta warga yang tinggal di sekitar. Informasi menurutnya telah beredar terlalu jauh tanpa ada konfirmasi dengan pihak-pihak terkait secara langsung. “Saya juga stres. Mudah-mudahan semua negatif. Tidak tersebar ke mana-mana,” kata dia.

Baca Juga :  Sidang Gugatan dr Ismawan Masuki Putusan Sela

Sementara itu, Lurah Sungai Jawi, Thedy  S Utama, sudah meminta keluarga serta pihak-pihak yang kontak langsung dengan almarhumah untuk mengarantina diri di rumah masing-masing. Hal ini guna menghentikan potensi penyebaran virus corona jika memang ada dari mereka yang terpapar.

“Sudah kita sampaikan untuk karantina di rumah. Penyemprotan juga sudah kita lakukan beberapa hari ini di sekitar,” katanya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson menjelaskan, almarhumah meninggal pada 21 Maret lalu. Waktu itu hasil lab belum keluar.  Pihak keluarga bersikeras atau memaksa untuk memandikan almarhumah di kediamannya. Permintaan itu akhirnya disetujui tim medis, namun dengan syarat saat memandikan tetap didampingi supervisi dari RSUD Soedarso tempatnya dirawat.

Orang yang memandikan juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta menggunakan cairan klorin sebagai pembunuh virus. “Jenazah dibungkus plastik dari rumah sakit kemudian dibawa ke rumah almarhumah untuk dimandikan,” jelasnya, Selasa (31/3) malam. Saat itu ada dua orang anak almarhumah dan satu petugas fardu kifayah yang ikut memandikan jenazah.

Ketiganya dikatakan menggunakan APD lengkap dan memandikan jenazah menggunakan cairan klorin. Semua dijalankan di bawah supervisi petugas pengendalian dan pencegahan infeksi dari RSUD Soedarso.

Setelah jenazah dimandikan, lanjut Harisson, tempat memandikannya juga disiram dengan cairan klorin. Selanjutnya jenazah dikafani dan dimasukkan ke dalam plastik baru kemudian dimasukkan ke dalam peti. Dilanjutkan dengan proses salat jenazah yang dilaksanakan di musala depan rumah almarhumah. “Di pemakaman peti dibuka untuk dimasukkan tanah untuk mengganjal jenazah, lalu peti ditutup kembali dan ditimbun dengan tanah,” terangnya.

Baca Juga :  Pemda Jamin Sumber Penghasilan Warga Terkait Covid-19

Setelah dimakamkan, pada 29 Maret 2020 hasil lab untuk almarhumah baru keluar dan dinyatakan terkonfirmasi (positif) Covid-19. Dengan adanya hasil tersebut, dinas kesehatan telah melaksanakan proses disinfektan di sekitar rumah almarhumah. Termasuk juga di dua gang baik di sisi kiri dan kanan tempat almarhumah tinggal.

Selain itu, dinas kesehatan juga melaksanakan rapid test untuk 21 orang yang sempat kontak erat dengan almarhumah. Mereka terdiri dari anak almarhumah, petugas pemakaman, dan yang hadir saat proses pemandian serta penguburan jenazah. Pelaksanaan tes dilakukan Selasa (31/3) dengan hasil semuanya negatif. “Jadi 21 orang kontak erat ini, hasil pemeriksaan rapid test-nya negatif,” katanya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap akan melakukan pemeriksaan kembali untuk semuanya, setelah tujuh hari pemeriksaan pertama. Pelacakan terhadap siapa saja orang yang sempat kontak erat dengan almarhumah di luar 21 orang tersebut juga terus dilakukan. “Baik selama proses pemandian dan pemakaman, maupun yang kontak langsung selama 14 hari saat almarhumah sakit terus dilacak,” ucapnya.

Ia menyarankan kepada siapa saja yang sempat kontak erat dengan almarhumah bisa menghubungi dinas kesehatan baik Provinsi Kalbar maupun Kota Pontianak untuk menjalani rapid test Covid-19.

Atas kejadian ini, Harisson mengimbau warga tidak panik. Warga juga diharapkan tetap berada di rumah, dan hanya keluar jika memang ada urusan mendesak atau penting. “Saya juga mengharapkan agar masyarakat rajin cuci tangan, makan makanan bergizi, diet seimbang, banyak makan buah dan sayur, istirahat yang cukup dan olahraga. Cukup di halaman rumah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pasien positif corona di Kalbar mencapai  sembilan kasus, di mana dua pasien dinyatakan sembuh, dua meninggal, dan lima orang masih diisolasi di sejumlah rumah sakit. (bar/sti)

 

Most Read

Raih Penghargaan Nasional

Pembangunan Masjid Butuh Peran Masyarakat

Pontianak Segera Miliki Perda Toleransi

Panen Raya Uji Terap Padi Jajar Legowo

Pemotor Tewas Terlindas Mobil

Artikel Terbaru

/