alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Saleh Kurap Ditangkap di Sungai Kakap

PONTIANAK – Jajaran Satreskrim Polres Kubu Raya, berhasil menangkap Saleh Kurap. Ia merupakan terpidana narkotika yang sebulan lalu melarikan diri dari Lapas Kelas 2A Pontianak. Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold H.Y. Kumontoy, membeberkan penangkapan terhadap Saleh Kurap.

Upaya perburuan bermula dari permohonan dari Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak kepada Polres Kubu Raya. Tepat pada 3 September 2021, Saleh Kurap pun ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Atas surat tersebut, dirinya langsung merespon dan bergerak cepat memerintahkan Kasat Reskrim, AKP Jatmiko membuat tim gabungan. “Serangkaian penyelidikan dilakukan untuk mengetahui keberadaan Saleh Kurap,” kata Jerrold, Kamis (30/9).

Jerrold menuturkan, dari penyelidikan, sebenarnya pada minggu kedua pelarian, keberadaan Saleh Kurap sudah teridentifikasi. Namun untuk menangkapnya perlu ketelitian dan kecermatan agar pelariannya tidak semakin jauh.

Akhirnya tepat Kamis dini hari, 30 September sekitar pukul 01.32, Saleh Kurap berhasil ditangkap di rumah istri keduanya di Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap. Jerrold mengungkapkan, Saleh Kurap sudah merencanakan pelariannya. Pasalnya, residivis gembong narkoba itu memperoleh data bahwa akan dipindahkan ke Nusa Kambangan.

Baca Juga :  Disinyalir untuk Pembangunan Perumahan, Lima Puluh Hektaree Lahan di Pontianak Terbakar

Dengan alasan itu, lanjut Jerrold, dia (Saleh Kurap) ingin melarikan diri. Dibantu warga binaan dalam kasus narkotika atas nama Uray.  Saleh Kurap berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas 2A Pontianak.

Jerrold menyatakan, sebelumnya yang bersangkutan sudah merencanakan pelariannya pada, 3 September 2021 dari Lapas Kelas 2A Pontianak. Begitu pula cara dan bagaimana agar pelarian itu bisa berhasil dirancangnya secara matang.

“Saleh Kurap ini punya sketsa lokasi pelarian, yang dibuat warga binaan bernama Uray,” ungkap Jerrold.

Dia menjelaskan, dari kamar B1, Saleh Kurap melarikan diri lewat Blok A. Beberapa blok di Lapas sudah dikondisikan Uray, sehingga berhasil keluar dari Lapas. Tidak hanya sketsa pelarian, Saleh Kurap juga mempersiapkan tali. Melalui kamar mandi Blok A, ia berhasil kabur dengan cara memanjat dan keluar menggunakan tali.

Baca Juga :  Oknum Polisi Terciduk Gunakan Narkotika, Bawa Sabu dari Perbatasan

“Selanjutnya ia jalan kaki melewati Jembatan Kapuas II dan langsung naik ojek menuju ke Tanjung Raya 2. Sempat dua minggu di sana kemudian bergeser ke Sepuk Laut,” beber Jerrold.

Jerrold menyatakan, atas pelarian Saleh Kurap itu, turut diamankan tiga sampai empat orang untuk dimintai keterangan. Saleh Kurap mengaku, nekad melarikan diri lantaran istrinya hendak menceraikannya. Karena masalah itu, ia menambahkan, Ia nekat melarikan diri dari Lapas. Dibantu warga binaan lainnya, ia pun berhasil kabur.

“Kepada Uray, tidak ada iming-iming uang,” kata Saleh Kurap.

Saleh Kurap menuturkan, dirinya memang dekat dengan warga binaan atas nama Uray. Dengan alasan takut dicerai istri ketiga, sehingga Uray mau membantunya kabur.

Saleh Kurap menyatakan, selain khawatir dicerai istri, ia nekad kabur lantaran tidak ingin dikirim ke Nusa Kambangan. (adg)

PONTIANAK – Jajaran Satreskrim Polres Kubu Raya, berhasil menangkap Saleh Kurap. Ia merupakan terpidana narkotika yang sebulan lalu melarikan diri dari Lapas Kelas 2A Pontianak. Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold H.Y. Kumontoy, membeberkan penangkapan terhadap Saleh Kurap.

Upaya perburuan bermula dari permohonan dari Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak kepada Polres Kubu Raya. Tepat pada 3 September 2021, Saleh Kurap pun ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Atas surat tersebut, dirinya langsung merespon dan bergerak cepat memerintahkan Kasat Reskrim, AKP Jatmiko membuat tim gabungan. “Serangkaian penyelidikan dilakukan untuk mengetahui keberadaan Saleh Kurap,” kata Jerrold, Kamis (30/9).

Jerrold menuturkan, dari penyelidikan, sebenarnya pada minggu kedua pelarian, keberadaan Saleh Kurap sudah teridentifikasi. Namun untuk menangkapnya perlu ketelitian dan kecermatan agar pelariannya tidak semakin jauh.

Akhirnya tepat Kamis dini hari, 30 September sekitar pukul 01.32, Saleh Kurap berhasil ditangkap di rumah istri keduanya di Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap. Jerrold mengungkapkan, Saleh Kurap sudah merencanakan pelariannya. Pasalnya, residivis gembong narkoba itu memperoleh data bahwa akan dipindahkan ke Nusa Kambangan.

Baca Juga :  Fokus Benahi Kampung KB Percontohan

Dengan alasan itu, lanjut Jerrold, dia (Saleh Kurap) ingin melarikan diri. Dibantu warga binaan dalam kasus narkotika atas nama Uray.  Saleh Kurap berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas 2A Pontianak.

Jerrold menyatakan, sebelumnya yang bersangkutan sudah merencanakan pelariannya pada, 3 September 2021 dari Lapas Kelas 2A Pontianak. Begitu pula cara dan bagaimana agar pelarian itu bisa berhasil dirancangnya secara matang.

“Saleh Kurap ini punya sketsa lokasi pelarian, yang dibuat warga binaan bernama Uray,” ungkap Jerrold.

Dia menjelaskan, dari kamar B1, Saleh Kurap melarikan diri lewat Blok A. Beberapa blok di Lapas sudah dikondisikan Uray, sehingga berhasil keluar dari Lapas. Tidak hanya sketsa pelarian, Saleh Kurap juga mempersiapkan tali. Melalui kamar mandi Blok A, ia berhasil kabur dengan cara memanjat dan keluar menggunakan tali.

Baca Juga :  Tiga Bulan Edarkan Sabu di Landak, Dapatkan Barang Haram dari Pontianak

“Selanjutnya ia jalan kaki melewati Jembatan Kapuas II dan langsung naik ojek menuju ke Tanjung Raya 2. Sempat dua minggu di sana kemudian bergeser ke Sepuk Laut,” beber Jerrold.

Jerrold menyatakan, atas pelarian Saleh Kurap itu, turut diamankan tiga sampai empat orang untuk dimintai keterangan. Saleh Kurap mengaku, nekad melarikan diri lantaran istrinya hendak menceraikannya. Karena masalah itu, ia menambahkan, Ia nekat melarikan diri dari Lapas. Dibantu warga binaan lainnya, ia pun berhasil kabur.

“Kepada Uray, tidak ada iming-iming uang,” kata Saleh Kurap.

Saleh Kurap menuturkan, dirinya memang dekat dengan warga binaan atas nama Uray. Dengan alasan takut dicerai istri ketiga, sehingga Uray mau membantunya kabur.

Saleh Kurap menyatakan, selain khawatir dicerai istri, ia nekad kabur lantaran tidak ingin dikirim ke Nusa Kambangan. (adg)

Most Read

Puji Lini Pertahanan Manchester United

Sejumlah Isu Jadi Perhatian

Sehari, Dua Laka di Sui Pinyuh

DPP Gerindra PAW Kadernya

Artikel Terbaru

/