alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Universitas Widya Dharma Pontianak Wisuda 691 Mahasiswa

PONTIANAK – Sebanyak 691 mahasiswa diwisuda oleh Universitas Widya Dharma Pontianak Tahun Akademik 2020/2021, pada Sabtu (30/10) di Gedung Santo Fransiskus Assisi Universitas Widya Dharma Pontianak.

Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Polycarpus Widjaja Tandra mengatakan bagi para lulusan dapat kiranya untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif untuk prospektif hidup dan bagi pembangunan Indonesia. Karena menurutnya, gelar sarjana yang melekat merupakan komitmen pengetahuan yang dimiliki sebagai sarjana.

“Terima kasih kepada para orang tua mahasiswa atas dukungan maupun mempercayakan anaknya untuk dididik di Universitas Widya Dharma Pontianak, serta pengertian mahasiswa di tengah ketidakpastian kapan Pandemi Covid-19 ini berakhir,” ucapnya.

“Kita juga ucapkan terima kasih atas pengertian serta dukungan wisudawan/wisudawati, bahwa pelaksanaan wisuda kali ini punya nilai sejarah karena dilaksanakan secara daring dengan berpedoman pada prokes, namun dengan penuh khidmat dan tidak mengurangi niat dan nilainya,” tuturnya.

Baca Juga :  Dinas PPPA Kalbar Tekan Kasus Kekerasan Perempuan

Ke depan, ia mengatakan ada dua tantangan zaman yang akan dihadapi, yaitu disrupsi revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan dunia penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, mengubah semua sistem produksi dan manajemen dan tata kelola industri.

Lanjutnya, yang kedua tantangan yang dihadapi adalah Pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan berakhir, yang mana pandemi ini telah menghancurkan ketertiban ekonomi global dan berdampak pada perubahan kehidupan.

“Namun di balik dampak negatif juga telah mendorong pesatnya perkembangan di bidang komunikasi informasi. Seperti internet untuk semua data, artificial intelligence, big data, dan robot sebagai peningkatan kualitas hidup manusia,” jelasnya.

“Indikasi tersebut dapat dilihat dari akses teknologi digital yang semakin mudah dan murah, aman serta berkelanjutan, hingga penyelesaian barang dan jasa yang lebih efisien,” timpalnya.

Baca Juga :  Thamrin Usman : Jemaah yang Demam Tidak Perlu Hadir

Kemudian, ia menuturkan World Economic Forum  pernah merilis laporan yang memaparkan di era Revolusi Industri 4.0 beberapa pekerjaan tidak lagi dibutuhkan dan akan digantikan dengan profesi baru. Di tahun 2022 akan ada 3,7 juta profesi baru yang akan muncul sebagai dampak ekonomi digital, dan 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang dari peredaran karena para pekerjanya diganti dengan robot.

“Mengadopsi perkembangan zaman tersebut, kami telah meminta kepada rektor dan seluruh jajaran fakultas hendaknya menempatkan diri sebagai agen perubahan sebagai pelopor atau garda terdepan pembaharuan zaman,” terangnya.

“Seperti kurikulum dievaluasi, dirombak dengan memperhatikan profil mahasiswa yang dibutuhkan saat ini maupun di masa depan. Mahasiswa juga dituntut dapat menginisiasi peradaban baru yang bersandar pada sains, memiliki keterampilan kerja, inovatif, kreatif, dinamis, dan karitatif dalam pemanfaatan dan penguasaan teknologi digital,” tutupnya. (var)

PONTIANAK – Sebanyak 691 mahasiswa diwisuda oleh Universitas Widya Dharma Pontianak Tahun Akademik 2020/2021, pada Sabtu (30/10) di Gedung Santo Fransiskus Assisi Universitas Widya Dharma Pontianak.

Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Polycarpus Widjaja Tandra mengatakan bagi para lulusan dapat kiranya untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif untuk prospektif hidup dan bagi pembangunan Indonesia. Karena menurutnya, gelar sarjana yang melekat merupakan komitmen pengetahuan yang dimiliki sebagai sarjana.

“Terima kasih kepada para orang tua mahasiswa atas dukungan maupun mempercayakan anaknya untuk dididik di Universitas Widya Dharma Pontianak, serta pengertian mahasiswa di tengah ketidakpastian kapan Pandemi Covid-19 ini berakhir,” ucapnya.

“Kita juga ucapkan terima kasih atas pengertian serta dukungan wisudawan/wisudawati, bahwa pelaksanaan wisuda kali ini punya nilai sejarah karena dilaksanakan secara daring dengan berpedoman pada prokes, namun dengan penuh khidmat dan tidak mengurangi niat dan nilainya,” tuturnya.

Baca Juga :  Edi Kamtono Harap Raker Apeksi Hasilkan Solusi Tata Kelola Pemerintahan

Ke depan, ia mengatakan ada dua tantangan zaman yang akan dihadapi, yaitu disrupsi revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan dunia penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, mengubah semua sistem produksi dan manajemen dan tata kelola industri.

Lanjutnya, yang kedua tantangan yang dihadapi adalah Pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan berakhir, yang mana pandemi ini telah menghancurkan ketertiban ekonomi global dan berdampak pada perubahan kehidupan.

“Namun di balik dampak negatif juga telah mendorong pesatnya perkembangan di bidang komunikasi informasi. Seperti internet untuk semua data, artificial intelligence, big data, dan robot sebagai peningkatan kualitas hidup manusia,” jelasnya.

“Indikasi tersebut dapat dilihat dari akses teknologi digital yang semakin mudah dan murah, aman serta berkelanjutan, hingga penyelesaian barang dan jasa yang lebih efisien,” timpalnya.

Baca Juga :  Sisihkan Ria Norsan dalam Musda, Maman Nakhodai Golkar Kalbar

Kemudian, ia menuturkan World Economic Forum  pernah merilis laporan yang memaparkan di era Revolusi Industri 4.0 beberapa pekerjaan tidak lagi dibutuhkan dan akan digantikan dengan profesi baru. Di tahun 2022 akan ada 3,7 juta profesi baru yang akan muncul sebagai dampak ekonomi digital, dan 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang dari peredaran karena para pekerjanya diganti dengan robot.

“Mengadopsi perkembangan zaman tersebut, kami telah meminta kepada rektor dan seluruh jajaran fakultas hendaknya menempatkan diri sebagai agen perubahan sebagai pelopor atau garda terdepan pembaharuan zaman,” terangnya.

“Seperti kurikulum dievaluasi, dirombak dengan memperhatikan profil mahasiswa yang dibutuhkan saat ini maupun di masa depan. Mahasiswa juga dituntut dapat menginisiasi peradaban baru yang bersandar pada sains, memiliki keterampilan kerja, inovatif, kreatif, dinamis, dan karitatif dalam pemanfaatan dan penguasaan teknologi digital,” tutupnya. (var)

Most Read

Sudah Terprediksi Sejak Pekan Lalu

Santunan Kematian Sebesar Rp 42 Juta

Pihak Pelaku Ajak Korban Berdamai

BPOM Sidak Pusat Perbelanjaan

Artikel Terbaru

/