alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Tutup Akhir Tahun, Luncurkan 13 Buku

Menulis Merawat Literasi

Peluncuran buku merupakan satu budaya yang tak boleh hilang dari Club Menulis IAIN Pontianak. Sejak berdiri pada tahun 2010 klub akademik yang bergerak di bidang literasi ini telah melahirkan 314 buku per Desember 2019. Penghujung tahun, komunitas ini  luncurkan 13 buku.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

Club Menulis IAIN Pontianak tidak sekadar mengajarkan setiap anggota untuk menulis, tapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan buku, mulai dari melayout, desain sampul, mencetak buku, hingga proses pemotongan. Begitu kata Saripaini menceritakan proses pembuatan buku karya mahasiswa ini. “Anggota Club Menulis harus mengetahui setiap keterampilan tersebut,” kata dia.

Saripaini mengatakan walau terlaksana dengan sederhana, tidak mengurangi nilai karya yang telah dihasilkan. Anggota Club Menulis tetap antusias meluncurkan buku pertama dan buku kesekian diakhir tahun.  Dia menyebutkan,  Khatijah meluncurkan buku kesepuluh dan kesebelas, Tuti Alawiyah, Novie, dan Mita Hairani meluncurkan buku keenam, Saripaini meluncurkan buku ketujuh dan kedelapan, Nursieh meluncurkan buku kedua. Ada pula anggota baru Era anggini hari ini telah meluncurkan dua buku, Tatik Hanjarsari dan Cindi Surya meluncurkan buku pertama. “Semoga semangat berkarya terus mengalir untuk menghasilakan karya demi karya berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga :  BRI Pegang 67.4% Pangsa Pasar Kredit UMKM Nasional, Optimisme 2022 UMKM Tumbuh Lebih Baik

Club Menulis merupakan keluarga kedua bagi Era Anggini. Walau baru satu semester bergabung sebagai anggota, dia merasa ada banyak pembelajaran literasi yang didapatkan. “Saya dibimbing untuk mengetahui proses pembuatan buku sampai harus begadang,” kata Era Anggini saat menyampaikan pesan dan kesan anggota baru.

Farninda Aditya, Pembimbing Club Menulis mengatakan tahun ini tahun ke-9 Club Menulis. Menutup akhir tahun dengan launching buku. Budaya peluncuran ini masih menjadi menu wajib bagi Club Menulis. “Membahagiakan lagi, kawan-kawan yang aktif di Club Menulis hari ini sudah ada yang siap sidang skripsi. Keseluruhan sudah proposal. Semester 7,” ucapnya bangga.

Menurutnya, para mahasiswa ini melangkah lebih jauh dan cepat. Mereka menulis lebih banyak.Aktif dalam dunia literasi. Ikut penelitian, artikel jurnal, menjadi peserta PIONIR dan BUAF, menjadi mitra di bidang observasi.  “Mereka menang lomba, mereka berhasil ikut KKN Kebangsaan dari Kementerian Agama di Badau, Perbatasan Kalbar. Hal lebih penting mereka bisa membuat orang lain ikut berkarya. Mereka saling memvirusi, saling menguatkan, dan saling membantu,” tutur dia.

Baca Juga :  Perpusnas: Rendahnya Indeks Literasi adalah Fakta

Khatijah, anggota lainnya merasa peluncuran buku kali ini bukan hanya menimbulkan rasa haru, emosi, juga menguji kesabaran atas sikap orang lain. Banyak cerita yang mengedukasi, dan menghibur diri. “Terutama untuk saya sendiri, ini akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga di akhir tahun 2019. Saya benar-benar minta maaf telah membuat orang-orang menunggu karena keteledoran melupakan kunci ruangan,” pungkasnya. **

Menulis Merawat Literasi

Peluncuran buku merupakan satu budaya yang tak boleh hilang dari Club Menulis IAIN Pontianak. Sejak berdiri pada tahun 2010 klub akademik yang bergerak di bidang literasi ini telah melahirkan 314 buku per Desember 2019. Penghujung tahun, komunitas ini  luncurkan 13 buku.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

Club Menulis IAIN Pontianak tidak sekadar mengajarkan setiap anggota untuk menulis, tapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan buku, mulai dari melayout, desain sampul, mencetak buku, hingga proses pemotongan. Begitu kata Saripaini menceritakan proses pembuatan buku karya mahasiswa ini. “Anggota Club Menulis harus mengetahui setiap keterampilan tersebut,” kata dia.

Saripaini mengatakan walau terlaksana dengan sederhana, tidak mengurangi nilai karya yang telah dihasilkan. Anggota Club Menulis tetap antusias meluncurkan buku pertama dan buku kesekian diakhir tahun.  Dia menyebutkan,  Khatijah meluncurkan buku kesepuluh dan kesebelas, Tuti Alawiyah, Novie, dan Mita Hairani meluncurkan buku keenam, Saripaini meluncurkan buku ketujuh dan kedelapan, Nursieh meluncurkan buku kedua. Ada pula anggota baru Era anggini hari ini telah meluncurkan dua buku, Tatik Hanjarsari dan Cindi Surya meluncurkan buku pertama. “Semoga semangat berkarya terus mengalir untuk menghasilakan karya demi karya berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Urgensi Literasi di Era Digital dalam Pembelajaran

Club Menulis merupakan keluarga kedua bagi Era Anggini. Walau baru satu semester bergabung sebagai anggota, dia merasa ada banyak pembelajaran literasi yang didapatkan. “Saya dibimbing untuk mengetahui proses pembuatan buku sampai harus begadang,” kata Era Anggini saat menyampaikan pesan dan kesan anggota baru.

Farninda Aditya, Pembimbing Club Menulis mengatakan tahun ini tahun ke-9 Club Menulis. Menutup akhir tahun dengan launching buku. Budaya peluncuran ini masih menjadi menu wajib bagi Club Menulis. “Membahagiakan lagi, kawan-kawan yang aktif di Club Menulis hari ini sudah ada yang siap sidang skripsi. Keseluruhan sudah proposal. Semester 7,” ucapnya bangga.

Menurutnya, para mahasiswa ini melangkah lebih jauh dan cepat. Mereka menulis lebih banyak.Aktif dalam dunia literasi. Ikut penelitian, artikel jurnal, menjadi peserta PIONIR dan BUAF, menjadi mitra di bidang observasi.  “Mereka menang lomba, mereka berhasil ikut KKN Kebangsaan dari Kementerian Agama di Badau, Perbatasan Kalbar. Hal lebih penting mereka bisa membuat orang lain ikut berkarya. Mereka saling memvirusi, saling menguatkan, dan saling membantu,” tutur dia.

Baca Juga :  Literasi dan Inklusi Kalbar Lampaui Target, tetapi di Bawah Nasional

Khatijah, anggota lainnya merasa peluncuran buku kali ini bukan hanya menimbulkan rasa haru, emosi, juga menguji kesabaran atas sikap orang lain. Banyak cerita yang mengedukasi, dan menghibur diri. “Terutama untuk saya sendiri, ini akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga di akhir tahun 2019. Saya benar-benar minta maaf telah membuat orang-orang menunggu karena keteledoran melupakan kunci ruangan,” pungkasnya. **

Most Read

Artikel Terbaru

/