alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Sektor Pariwisata di Tengah Pandemi; Pastikan Penerapan Prokes di Tiap Destinasi

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) mendukung operasional objek-objek wisata, namun dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Destinasi unggulan di Kalbar diharapkan bisa tetap hidup dengan beradaptasi pada kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. 

 

UNTUK memastikan prokes dilaksanakan dengan baik di tempat-tempat wisata, Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari mengunjungi objek wisata Danau Laet, Kabupaten Sanggau, Kamis (31/12).

“Beberapa waktu lalu sudah secara virtual (komitmen penerapan prokes di objek wisata) kepada Kepala Disporapar se-Kalbar. Hari ini (Kamis) kami sampling, pada kesempatan ini kami meninjau tempat wisata di Kabupaten Sanggau yakni di Danau Laet,” ungkapnya.

Windy melihat sejak dari pintu masuk, objek wisata Danau Laet sudah menerapkan prokes cukup baik. Di antaranya menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, wajib menggunakan masker dan pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Ia bahkan sempat berkeliling langsung melihat bagaimana spot-spot unik di Kawasan tersebut yang memang dijaga oleh pihak pengelola. Harapannya semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sanggau dan Kalbar, bisa melaksanakan Surat Edaran (SE) yang telah disampaikan oleh Gubernur Kalbar.

Baca Juga :  Mediasi Kisruh Cagar Budaya di Pulau Temajo

Menurut Windy, sesuai arahan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno secara virtual, pengelola objek wisata harus bisa selalu berinovasi dalam pengembangannya. Pihaknya sendiri kini tengah mengembangkan Sistem Informasi Ekraf Pemuda dan Olahraga atau yang disingkat Si Kepo. Di dalam aplikasi tersebut, setiap wisatawan bisa melihat destinasi-destinasi wisata tujuan, berikut dengan rekomendasi akomodasi, kuliner bahkan oleh-oleh.

Selain itu, terkait adanya pelaksanaan adaptasi baru, sosialisasi kebijakan juga dilakukan di setiap kabupaten/kota.  “Yang sudah kami laksanakan dengan mengeluarkan SE Gubernur tentang SOP Prokes di semua destinasi,” katanya. Hal ini agar  kegiatan pariwisata yang dilaksanakan bukan saja nyaman dan aman tetapi juga sehat sehingga bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk melaksanakan wisata di destinasi tersebut.

Di tingkat nasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno telah mengatur beberapa strategi untuk memajukan pariwisata Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya akan menjalankan beberapa pendekatan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Strategi itu yakni Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar yang Dilindungi

“Soal pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif kita telah memegang tiga strategi, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” kata Sandi saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2020 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Untuk inovasi, timnya akan menggunakan Big Data untuk memetakan segi potensi ataupun penguatan. Bukan sekadar untuk bertahan (survive), cara ini juga diyakini dapat menangkap peluang untuk menarik wisatawan domestik sebagai targetnya.

Strategi kedua adalah adaptasi. Dalam hal ini, destinasi wisata diharapkan menerapkan standar protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainbility (CHSE). Terakhir yakni kolaborasi dimana Sandiaga ingin mengedepankan komunikasi terbuka dan kerja sama antarpihak yang makin bersinergi serta menghadirkan beberapa event ternama bersama stakeholder untuk kembali bersinergi menguatkan sektor andalan. (bar)

 

 

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) mendukung operasional objek-objek wisata, namun dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Destinasi unggulan di Kalbar diharapkan bisa tetap hidup dengan beradaptasi pada kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. 

 

UNTUK memastikan prokes dilaksanakan dengan baik di tempat-tempat wisata, Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari mengunjungi objek wisata Danau Laet, Kabupaten Sanggau, Kamis (31/12).

“Beberapa waktu lalu sudah secara virtual (komitmen penerapan prokes di objek wisata) kepada Kepala Disporapar se-Kalbar. Hari ini (Kamis) kami sampling, pada kesempatan ini kami meninjau tempat wisata di Kabupaten Sanggau yakni di Danau Laet,” ungkapnya.

Windy melihat sejak dari pintu masuk, objek wisata Danau Laet sudah menerapkan prokes cukup baik. Di antaranya menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, wajib menggunakan masker dan pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Ia bahkan sempat berkeliling langsung melihat bagaimana spot-spot unik di Kawasan tersebut yang memang dijaga oleh pihak pengelola. Harapannya semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sanggau dan Kalbar, bisa melaksanakan Surat Edaran (SE) yang telah disampaikan oleh Gubernur Kalbar.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar yang Dilindungi

Menurut Windy, sesuai arahan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno secara virtual, pengelola objek wisata harus bisa selalu berinovasi dalam pengembangannya. Pihaknya sendiri kini tengah mengembangkan Sistem Informasi Ekraf Pemuda dan Olahraga atau yang disingkat Si Kepo. Di dalam aplikasi tersebut, setiap wisatawan bisa melihat destinasi-destinasi wisata tujuan, berikut dengan rekomendasi akomodasi, kuliner bahkan oleh-oleh.

Selain itu, terkait adanya pelaksanaan adaptasi baru, sosialisasi kebijakan juga dilakukan di setiap kabupaten/kota.  “Yang sudah kami laksanakan dengan mengeluarkan SE Gubernur tentang SOP Prokes di semua destinasi,” katanya. Hal ini agar  kegiatan pariwisata yang dilaksanakan bukan saja nyaman dan aman tetapi juga sehat sehingga bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk melaksanakan wisata di destinasi tersebut.

Di tingkat nasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno telah mengatur beberapa strategi untuk memajukan pariwisata Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya akan menjalankan beberapa pendekatan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Strategi itu yakni Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Landak Minta Peningkatan PAD Pariwisata

“Soal pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif kita telah memegang tiga strategi, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” kata Sandi saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2020 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Untuk inovasi, timnya akan menggunakan Big Data untuk memetakan segi potensi ataupun penguatan. Bukan sekadar untuk bertahan (survive), cara ini juga diyakini dapat menangkap peluang untuk menarik wisatawan domestik sebagai targetnya.

Strategi kedua adalah adaptasi. Dalam hal ini, destinasi wisata diharapkan menerapkan standar protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainbility (CHSE). Terakhir yakni kolaborasi dimana Sandiaga ingin mengedepankan komunikasi terbuka dan kerja sama antarpihak yang makin bersinergi serta menghadirkan beberapa event ternama bersama stakeholder untuk kembali bersinergi menguatkan sektor andalan. (bar)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/