alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

JPO Selesai Akhir Februari

PONTIANAK – Pelaksana pekerjaan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani, Erwin Teja, menargetkan pengerjaan JPO bisa selesai di akhir Februari. Pembangunan JPO yang menelan anggaran Rp1,6 miliar itu kondisinya sekarang ini dipastikan dia, sudah mencapai 80 persen.

“Jika cuaca baik, kemungkinan pengerjaan JPO di Jalan Ayani bisa selesai di akhir Feruari atau awal bulan Maret. Sekarang tinggal menyetel setiap rangkaian jembatannya,” ungkap Erwin Teja, Sabtu (1/2) di Pontianak.

Dia menjelaskan bahwa pengerjaan jembatan yang berada persis di depan Jalan S. Parman tersebut, sudah tak memakan waktu lebih lama lagi. Pasalnya bagian-bagian terpenting dari bangunan sudah mereka selesaikan, seperti pondasi dan lain-lain. Tahap selanjutnya, mereka tinggal melakukan pengecekan guna menyetel tiap rangka JPO. “Pada tahapan ini, tak bisa sembarangan. Pondasi jembatan harus dicek benar-benar,” kata dia.

Baca Juga :  Rusak Parah, Sebuah Mobil Tertimpa Kontainer

Setelah fisik bangunan JPO selesai, pihaknya kembali akan melakukan penyetelan bagian jembatan, guna memastikan baut-baut yang terpasang benar-benar kuat. “Setelah semuanya dilakukan, barulah masuk pada tahapan uji coba,” kata dia.

Dia berharap agar apa yang sudah ditargetkan bisa berjalan lancar dengan. Dengan demikian, harapan dia agar JPO bisa digunakan masyarakat untuk kepentingan penyeberangan. Tak dipungkiri dia jika pada lokasi tersebut, pada jam-jam tertentu, cukup ramai dilalui kendaraan.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali, juga memastikan bahwa pembangunan JPO sudah hampir selesai. “Mudah-mudahan sebentar lagi bisa digunakan masyarakat,” harap legislator Partai Demokrat tersebut.

Pada kesempatan itu, dia menyarankan agar Wali Kota Pontianak dapat member nama JPO yang ada di Kota Pontianak. “JPO di depan Mega Mall itu kan khas melayu. Tapi belum ada namanya. Sama juga dengan JPO yang dibangun ini, memiliki khas corak insang, harusnya tiap JPO diberi nama,” saran dia.

Baca Juga :  Letak Iklan di JPO Dituding Ganggu Pemandangan

Karena masing-masing JPO memiliki ciri khas, dia juga menyarankan pemerintah supaya fungsinya ke depan tidak hanya sebagai tempat penyeberangan orang. “Namun bisa diselipkan edukasi tentang Kota Pontianak sesuai dari tema tiap JPO tersebut,” pungkasnya. (iza)

PONTIANAK – Pelaksana pekerjaan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani, Erwin Teja, menargetkan pengerjaan JPO bisa selesai di akhir Februari. Pembangunan JPO yang menelan anggaran Rp1,6 miliar itu kondisinya sekarang ini dipastikan dia, sudah mencapai 80 persen.

“Jika cuaca baik, kemungkinan pengerjaan JPO di Jalan Ayani bisa selesai di akhir Feruari atau awal bulan Maret. Sekarang tinggal menyetel setiap rangkaian jembatannya,” ungkap Erwin Teja, Sabtu (1/2) di Pontianak.

Dia menjelaskan bahwa pengerjaan jembatan yang berada persis di depan Jalan S. Parman tersebut, sudah tak memakan waktu lebih lama lagi. Pasalnya bagian-bagian terpenting dari bangunan sudah mereka selesaikan, seperti pondasi dan lain-lain. Tahap selanjutnya, mereka tinggal melakukan pengecekan guna menyetel tiap rangka JPO. “Pada tahapan ini, tak bisa sembarangan. Pondasi jembatan harus dicek benar-benar,” kata dia.

Baca Juga :  Joni Isnaini Resmi Pimpin Kadin Kalbar

Setelah fisik bangunan JPO selesai, pihaknya kembali akan melakukan penyetelan bagian jembatan, guna memastikan baut-baut yang terpasang benar-benar kuat. “Setelah semuanya dilakukan, barulah masuk pada tahapan uji coba,” kata dia.

Dia berharap agar apa yang sudah ditargetkan bisa berjalan lancar dengan. Dengan demikian, harapan dia agar JPO bisa digunakan masyarakat untuk kepentingan penyeberangan. Tak dipungkiri dia jika pada lokasi tersebut, pada jam-jam tertentu, cukup ramai dilalui kendaraan.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali, juga memastikan bahwa pembangunan JPO sudah hampir selesai. “Mudah-mudahan sebentar lagi bisa digunakan masyarakat,” harap legislator Partai Demokrat tersebut.

Pada kesempatan itu, dia menyarankan agar Wali Kota Pontianak dapat member nama JPO yang ada di Kota Pontianak. “JPO di depan Mega Mall itu kan khas melayu. Tapi belum ada namanya. Sama juga dengan JPO yang dibangun ini, memiliki khas corak insang, harusnya tiap JPO diberi nama,” saran dia.

Baca Juga :  7 Tahun Ai Xin Jadi Donatur Tetap Dompet Simpatik

Karena masing-masing JPO memiliki ciri khas, dia juga menyarankan pemerintah supaya fungsinya ke depan tidak hanya sebagai tempat penyeberangan orang. “Namun bisa diselipkan edukasi tentang Kota Pontianak sesuai dari tema tiap JPO tersebut,” pungkasnya. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/