alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Aspirasi Rakyat Saat Reses Didominasi Masalah Infrastruktur

PONTIANAK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak melakukan reses dimasing-masing dapilnya. Dari serapan aspirasi wakil rakyat pada masyarakat di enam kecamatan Kota Pontianak, keinginan warga dalam perbaikan infrastruktur masih yang utama.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menuturkan, infrastruktur masih mendominasi aspirasi dari masyarakat. Seperti reses yang dilakukannya di Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur, kebanyakan permintaan masyarakat agar kembali dilakukan perbaikan infrastruktur di daerah setempat. Salah satunya gertak warga yang kondisinya kini sudah goyang.

Selain minta perbaikan gertak. Masyarakat disana juga ingin, daerahnya diwujudkan pembangunan waterfront. Selain infrastruktur, masyarakat juga minta Pemkot Pontianak meningkatkan alokasi anggaran RT/RW dan dana Posyandu. “Untuk sekarang dana RT/RW sejuta setahun. Posyandu setahunnya tiga juta. Ya, nanti pelan-pelan akan saya sampaikan aspirasi ini pada pak wali,” ujar Satarudin.

Sementara itu, reses Zulfydar Zaidar Mochtar di Gang Kasturi Raja, Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota juga masih berkutat pada infrastruktur.

Baca Juga :  Pejabat Harus Siap Hadapi Tantangan

Warga disana mengusulkan pembangunan drainase. Sebab kondisi drainase saat ini tak lebar. Perlu dikeruk. Sekarang saja, ketika terjadi hujan dengan durasi lama, rumah bisa acap karena tampungan air di drainase tak maksimal.

Selain itu warga disana ingin adanya posko bagi damkar swasta. Rumah yang berdempet sangat rawan jika terjadi kebakaran. Oleh sebab itu, perlu damkar swasta yang siaga sebagai antisipasi terjadinya kebakaran pemukiman merembet.

“Aspirasi warga Gang Kasturi Raja akan ditampung dan hasil reses ini akan disampaikan ke dewan untuk diupayakan ditindaklanjuti,” ujar Zulfydar.

Anggota DPRD Kota Pontianak Dapil Pontianak Selatan-Tenggara Candra Jaya mengatakan, ada banyak aspirasi masyarakat diterimanya saat reses.

“Perbaikan jalan, saluran, lampu penerang, jalan lingkungan dan tangga mandi/cuci di tepian Kapuas. Selain itu warga juga minta ada SMA Negeri di Tenggara,” ungkap Candra Jaya.

Baca Juga :  Pengelolaan BOKB di Tangan Daerah, Muda Optimis Program Bangga Kencana Berjalan Moncer

Hampir semua gang yang di reseskan, aspirasinya sama. Artinya infrastruktur masih menjadi suara dominan masyarakat untuk terwujudkan.

Di Kecamatan Pontianak Barat, reses anggota DPRD Kota Pontianak, Mujiono banyak mendengar aspirasi masyarakat yang meminta pembangunan infrastruktur drainase sebagai antisipasi buat banjir. “Keberadaan drainase yang baik, juga dapat mencegah DBD. Tapi kalau parit sumbat rawan bisa terjadi DBD,” ujarnya.

Di Kecamatan Pontianak Utara, Rahmad Bong juga mendapat banyak aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur. “Reses masih seputar jalan, drainase, lampu penerangan dan permohonan tiang listrik,” katanya.

Selain itu, jalan masuk ferry penyeberangan rusak, kemudian Jalan Selat Sumba III samping SD Kanisius dan SMP Asisi perlu perbaikan. “Tentunya hasil reses ini akan saya sampaikan saat pembahasan bersama di legislatif,” tandasnya.(iza)

PONTIANAK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak melakukan reses dimasing-masing dapilnya. Dari serapan aspirasi wakil rakyat pada masyarakat di enam kecamatan Kota Pontianak, keinginan warga dalam perbaikan infrastruktur masih yang utama.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menuturkan, infrastruktur masih mendominasi aspirasi dari masyarakat. Seperti reses yang dilakukannya di Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur, kebanyakan permintaan masyarakat agar kembali dilakukan perbaikan infrastruktur di daerah setempat. Salah satunya gertak warga yang kondisinya kini sudah goyang.

Selain minta perbaikan gertak. Masyarakat disana juga ingin, daerahnya diwujudkan pembangunan waterfront. Selain infrastruktur, masyarakat juga minta Pemkot Pontianak meningkatkan alokasi anggaran RT/RW dan dana Posyandu. “Untuk sekarang dana RT/RW sejuta setahun. Posyandu setahunnya tiga juta. Ya, nanti pelan-pelan akan saya sampaikan aspirasi ini pada pak wali,” ujar Satarudin.

Sementara itu, reses Zulfydar Zaidar Mochtar di Gang Kasturi Raja, Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota juga masih berkutat pada infrastruktur.

Baca Juga :  Edi Silaturahmi Melalui Virtual Sambil Nikmati Gudeg

Warga disana mengusulkan pembangunan drainase. Sebab kondisi drainase saat ini tak lebar. Perlu dikeruk. Sekarang saja, ketika terjadi hujan dengan durasi lama, rumah bisa acap karena tampungan air di drainase tak maksimal.

Selain itu warga disana ingin adanya posko bagi damkar swasta. Rumah yang berdempet sangat rawan jika terjadi kebakaran. Oleh sebab itu, perlu damkar swasta yang siaga sebagai antisipasi terjadinya kebakaran pemukiman merembet.

“Aspirasi warga Gang Kasturi Raja akan ditampung dan hasil reses ini akan disampaikan ke dewan untuk diupayakan ditindaklanjuti,” ujar Zulfydar.

Anggota DPRD Kota Pontianak Dapil Pontianak Selatan-Tenggara Candra Jaya mengatakan, ada banyak aspirasi masyarakat diterimanya saat reses.

“Perbaikan jalan, saluran, lampu penerang, jalan lingkungan dan tangga mandi/cuci di tepian Kapuas. Selain itu warga juga minta ada SMA Negeri di Tenggara,” ungkap Candra Jaya.

Baca Juga :  Panen Perdana Padi Hitam Organik

Hampir semua gang yang di reseskan, aspirasinya sama. Artinya infrastruktur masih menjadi suara dominan masyarakat untuk terwujudkan.

Di Kecamatan Pontianak Barat, reses anggota DPRD Kota Pontianak, Mujiono banyak mendengar aspirasi masyarakat yang meminta pembangunan infrastruktur drainase sebagai antisipasi buat banjir. “Keberadaan drainase yang baik, juga dapat mencegah DBD. Tapi kalau parit sumbat rawan bisa terjadi DBD,” ujarnya.

Di Kecamatan Pontianak Utara, Rahmad Bong juga mendapat banyak aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur. “Reses masih seputar jalan, drainase, lampu penerangan dan permohonan tiang listrik,” katanya.

Selain itu, jalan masuk ferry penyeberangan rusak, kemudian Jalan Selat Sumba III samping SD Kanisius dan SMP Asisi perlu perbaikan. “Tentunya hasil reses ini akan saya sampaikan saat pembahasan bersama di legislatif,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/