alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Penjualan Masker Meningkat; Model Scuba yang Dipakai Artis Korea Paling Diminati

Penjualan masker meningkat tajam semenjak peraturan pemerintah mewajibkan setiap masyarakat untuk menggunakan masker ketika keluar rumah. Dari cerita salah satu pedagang  masker, dalam satu hari, seratusan masker dengan bermacam  model bisa terjual. Paling laku bahan scuba, yang dipakai artis-artis Korea

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

BELUM sampai sepuluh menit saya duduk tak jauh dari tempat penjual masker di tepi jalan tepat di samping mall, di Jalan Tanjung Pura, Jumat pagi. Namun masyarakat yang membeli masker di tempat pedagang tersebut sudah hampir sepuluh orang. Silih berganti. Terkadang si penjual kerepotan melayani masyarakat yang membeli masker dengan berbagai  model itu.

Masker berbahan scuba, baik yang polos, dan bermotif, buat orang dewasa dan anak-anak, paling diminati pembeli. Masker motif batik dan hijab juga laku keras. Harga yang dijual mulai dari Rp5.000 dan paling tinggi Rp25.000. Perbedaan harga itu, tergantung dari bahan dan ketebalan kainnya.

Baca Juga :  Ai Xin Bantu RSU Yarsi Pontianak APD dan Perangkat Medis

“Sudah hampir sebulan ini, penjualan masker sangat tinggi. Dulu kalau hari biasa, paling hanya bisa menjual 10 masker. Namun semenjak pemerintah memberlakukan aturan wajib menggunakan masker bagi masyarakat, penjualannya kini naik seratus persen,” kata pedagang masker di depan Ramayan Mal, Armoyo.

Langkanya masker medis, kemarin, membuat beberapa masyarakat menjadikan jual beli masker sebagai peluang meraup rezeki. Untuk harga dijual Moyo sapaannya mulai dari Rp5.000. Seperti masker anak tanpa motif dijualnya Rp5.000. Untuk yang bermotif, dijualnya Rp10,000 sampai Rp15.000. “Tergantung selera pembeli,” katanya.

Masker yang paling diminati masyarakat, saat ini berbahan scuba. Bahan scuba digandrungi karena banyak yang menggunakan. Seperti artis-artis di Korea Selatan. Kualitas bahannya juga bagus, modelnya simpel dan bisa dicuci. “Mungkin juga ini yang  membuat masker scuba laku,” jelasnya.

Baca Juga :  Terjangkit COVID-19 Bukan Aib, Bantu “Mereka” Lewat Edukasi

Masker-masker yang dijual, didatangkan dari luar. Namun Sebagian diambil di toko agen Kota Pontianak. Untung penjualan masker kata Moyo, sebenarnya tidak besar. Kisaran Rp 1000-Rp 2000. Namun karena penjualannya meningkat tajam, maka hasil penjualan masker yang  diraup cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Terlebih saat Wali Kota Pontianak mewajibkan aturan penggunaan masker bagi masyarakat yang keluar rumah. Al hasil, tak  sedikit masyarakat yang singgah untuk datang dan membeli masker.

Dikatakan dia, selain menjual ecer, dirinya juga menjual masker dengan harga grosiran. “Mungkin karena peminat masker tinggi, sehingga sebagian masyarakat melihat ini bisa menjadi peluang buat mendapatkan rezeki,” katanya.

Meski penjualan masker tengah mengalami peningkatan, tapi ia berharap pandemi covid-19 di Kota Pontianak segera berakir. Dengan demikian aktivitas masyarakat Kota Pontianak bisa Kembali berjalan seperti semula.(*)

Penjualan masker meningkat tajam semenjak peraturan pemerintah mewajibkan setiap masyarakat untuk menggunakan masker ketika keluar rumah. Dari cerita salah satu pedagang  masker, dalam satu hari, seratusan masker dengan bermacam  model bisa terjual. Paling laku bahan scuba, yang dipakai artis-artis Korea

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

BELUM sampai sepuluh menit saya duduk tak jauh dari tempat penjual masker di tepi jalan tepat di samping mall, di Jalan Tanjung Pura, Jumat pagi. Namun masyarakat yang membeli masker di tempat pedagang tersebut sudah hampir sepuluh orang. Silih berganti. Terkadang si penjual kerepotan melayani masyarakat yang membeli masker dengan berbagai  model itu.

Masker berbahan scuba, baik yang polos, dan bermotif, buat orang dewasa dan anak-anak, paling diminati pembeli. Masker motif batik dan hijab juga laku keras. Harga yang dijual mulai dari Rp5.000 dan paling tinggi Rp25.000. Perbedaan harga itu, tergantung dari bahan dan ketebalan kainnya.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Gudang yang Produksi Masker Palsu

“Sudah hampir sebulan ini, penjualan masker sangat tinggi. Dulu kalau hari biasa, paling hanya bisa menjual 10 masker. Namun semenjak pemerintah memberlakukan aturan wajib menggunakan masker bagi masyarakat, penjualannya kini naik seratus persen,” kata pedagang masker di depan Ramayan Mal, Armoyo.

Langkanya masker medis, kemarin, membuat beberapa masyarakat menjadikan jual beli masker sebagai peluang meraup rezeki. Untuk harga dijual Moyo sapaannya mulai dari Rp5.000. Seperti masker anak tanpa motif dijualnya Rp5.000. Untuk yang bermotif, dijualnya Rp10,000 sampai Rp15.000. “Tergantung selera pembeli,” katanya.

Masker yang paling diminati masyarakat, saat ini berbahan scuba. Bahan scuba digandrungi karena banyak yang menggunakan. Seperti artis-artis di Korea Selatan. Kualitas bahannya juga bagus, modelnya simpel dan bisa dicuci. “Mungkin juga ini yang  membuat masker scuba laku,” jelasnya.

Baca Juga :  Gencarkan Kembali Razia Makser

Masker-masker yang dijual, didatangkan dari luar. Namun Sebagian diambil di toko agen Kota Pontianak. Untung penjualan masker kata Moyo, sebenarnya tidak besar. Kisaran Rp 1000-Rp 2000. Namun karena penjualannya meningkat tajam, maka hasil penjualan masker yang  diraup cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Terlebih saat Wali Kota Pontianak mewajibkan aturan penggunaan masker bagi masyarakat yang keluar rumah. Al hasil, tak  sedikit masyarakat yang singgah untuk datang dan membeli masker.

Dikatakan dia, selain menjual ecer, dirinya juga menjual masker dengan harga grosiran. “Mungkin karena peminat masker tinggi, sehingga sebagian masyarakat melihat ini bisa menjadi peluang buat mendapatkan rezeki,” katanya.

Meski penjualan masker tengah mengalami peningkatan, tapi ia berharap pandemi covid-19 di Kota Pontianak segera berakir. Dengan demikian aktivitas masyarakat Kota Pontianak bisa Kembali berjalan seperti semula.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/