alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Tiga Petugas Medis Positif Covid, Pontianak Tak Siap Hadapi Ledakan Kasus

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) mengumumkan tiga tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalbar, Jumat (1/5). Ketiga kasus terbaru ini merupakan tenaga kesehatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kota Pontianak.

“Penambahan tiga kasus ini merupakan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan Laboratorium RS Untan,” ungkapnya.  Dengan demikian ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kalbar yang awalnya 58 kasus menjadi 61 kasus.

Selain itu, ada juga satu pasien yang dinyatakan sembuh karena dua kali hasil tesnya negatif. Ia adalah pasien konfirmasi ke-18, laki-laki berusia 57 tahun yang merupakan nakhoda kapal. Sebelumnya, warga Jakarta ini dirawat di salah satu RS di Kota Pontianak. “Sudah dua kali kita tes (hasilnya) negatif. Jadi satu kasus konfirmasi ini sudah dinyatakan sembuh,” pungkasnya.

Sementara itu, kabar mengejutkan datang dari Kota Pontianak. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyebutkan dari serangkaian tes cepat yang dilaksanakan hingga saat ini, didapatkan hasil reaktif sekitar 250-300 orang. Jumlah itu didapat dari serangkaian tes cepat yang dilakukan di fasilitas kesehatan swasta, provinsi dan Kota Pontianak.

Meski demikian, kata Sidiq, tidak semuanya adalah warga Pontianak. “Tetapi bisa juga ada warga Pontianak sehingga perlu ditelusuri alamatnya,” kata dia. Sidiq juga menambahkan dari semua hasil tes cepat yang reaktif itu, semuanya sudah diambil sampel swab tenggorokan untuk diperiksa laboratorium.

Baca Juga :  Bahu Membahu Keluarkan Pontianak dari Zona Merah

Mereka pun sudah diminta untuk melakukan isolasi, baik secara mandiri ataupun di tempat yang disediakan pemerintah. “Jika tidak bisa isolasi mandiri kami tarik ke rumah karantina hingga menunggu hasil pemeriksaan pastinya,” tambah Sidiq.

 

Kapasitas Faskes Minim

Sidiq Handanu mengimbau masyarakat untuk mengikuti seruan pemerintah terkait protokol perlindungan sebagai upaya mencegah bertambahnya kasus Covid-19. Jika terjadi lonjakan kasus, dikhawatirkan fasilitas kesehatan (faskes) yang ada tidak cukup untuk memberikan perawatan.

“Semua elemen harus melakukan tiga hal. Menjaga jarak, pakai masker, kemudian cuci tangan pakai sabun,” katanya. Ia juga menjelaskan, penularan virus corona terjadi dari manusia ke manusia, baik secara langsung ataupun tidak. “Selama tidak menjaga jarak, menjaga kebersihan tangan dan memakai masker, potensi menular itu sangat tinggi,” katanya.

Jika potensi penularan tinggi maka tak menutup kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Potensinya ada, karena sekarang sedang memasuki masa peningkatan. Jika digambarkan posisinya berada di lereng gunung bagian bawah dan bisa saja terus ke atas sehingga perlu dijaga agar tidak melonjak tinggi,” jelas Sidiq.

Apabila jumlah kasus melonjak, ia khawatir kapasitas di fasilitas kesehatan tak mampu menampung sehingga ada pasien yang tidak terlayani. Akibatnya akan terjadi angka kematian yang tinggi. Apalagi fasilitas kesehatan di Pontianak tidak hanya untuk masyarakat Pontianak saja tetapi juga dari luar kota. Rumah sakit misalnya. Sebagian merupakan rujukan bagi masyarakat se-Kalbar untuk pasien Covid-19.

Baca Juga :  PT Asia Jaya Serahkan Bantuan APD kepada Pemkot Pontianak

Sementara, fasilitas yang ada saat ini ruang isolasi tidak sampai 50 unit.  Itu meliputi ruang isolasi di RSUD Sudarso, RS Bhayangkara dan RS Kota Pontianak. Ruang isolasi tersebut dikhususkan untuk menangani pasien Covid-19 yang sakit.

Sedangkan kapasitas rumah karantina hanya tersedia 100 ruangan. Rumah karantina itu untuk orang sehat namun dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Ruang isolasi mesti ditambah. Di samping mengantisipasi ledakan kasus, juga mengantisipasi bilamana kedisiplinan masyarakat tidak baik,” tambah Sidiq.

Oleh karenanya, Sidiq kembali mengajak masyarakat agar mematuhi seruan pemerintah demi mencegah meluasnya wabah Covid-19. “Jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan tidak berkumpul,” ujarnya.

Masyarakat dinilai sebagai garda terdepan dalam memutus matai rantai penyebaran Covid-19. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama pencegahan. “Jadi harus benar-benar dijaga agar bulan ini jangan sampai meningkat. Apakah mau puncaknya tinggi atau landai bisa dilihat dari kepatuhan kita semua untuk memutuskan mata rantai Covid-19,” harapnya. (bar/mse)

 

 

 

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) mengumumkan tiga tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalbar, Jumat (1/5). Ketiga kasus terbaru ini merupakan tenaga kesehatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kota Pontianak.

“Penambahan tiga kasus ini merupakan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan Laboratorium RS Untan,” ungkapnya.  Dengan demikian ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kalbar yang awalnya 58 kasus menjadi 61 kasus.

Selain itu, ada juga satu pasien yang dinyatakan sembuh karena dua kali hasil tesnya negatif. Ia adalah pasien konfirmasi ke-18, laki-laki berusia 57 tahun yang merupakan nakhoda kapal. Sebelumnya, warga Jakarta ini dirawat di salah satu RS di Kota Pontianak. “Sudah dua kali kita tes (hasilnya) negatif. Jadi satu kasus konfirmasi ini sudah dinyatakan sembuh,” pungkasnya.

Sementara itu, kabar mengejutkan datang dari Kota Pontianak. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyebutkan dari serangkaian tes cepat yang dilaksanakan hingga saat ini, didapatkan hasil reaktif sekitar 250-300 orang. Jumlah itu didapat dari serangkaian tes cepat yang dilakukan di fasilitas kesehatan swasta, provinsi dan Kota Pontianak.

Meski demikian, kata Sidiq, tidak semuanya adalah warga Pontianak. “Tetapi bisa juga ada warga Pontianak sehingga perlu ditelusuri alamatnya,” kata dia. Sidiq juga menambahkan dari semua hasil tes cepat yang reaktif itu, semuanya sudah diambil sampel swab tenggorokan untuk diperiksa laboratorium.

Baca Juga :  Legislatif Bahas Tiga Raperda Inisiasi

Mereka pun sudah diminta untuk melakukan isolasi, baik secara mandiri ataupun di tempat yang disediakan pemerintah. “Jika tidak bisa isolasi mandiri kami tarik ke rumah karantina hingga menunggu hasil pemeriksaan pastinya,” tambah Sidiq.

 

Kapasitas Faskes Minim

Sidiq Handanu mengimbau masyarakat untuk mengikuti seruan pemerintah terkait protokol perlindungan sebagai upaya mencegah bertambahnya kasus Covid-19. Jika terjadi lonjakan kasus, dikhawatirkan fasilitas kesehatan (faskes) yang ada tidak cukup untuk memberikan perawatan.

“Semua elemen harus melakukan tiga hal. Menjaga jarak, pakai masker, kemudian cuci tangan pakai sabun,” katanya. Ia juga menjelaskan, penularan virus corona terjadi dari manusia ke manusia, baik secara langsung ataupun tidak. “Selama tidak menjaga jarak, menjaga kebersihan tangan dan memakai masker, potensi menular itu sangat tinggi,” katanya.

Jika potensi penularan tinggi maka tak menutup kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Potensinya ada, karena sekarang sedang memasuki masa peningkatan. Jika digambarkan posisinya berada di lereng gunung bagian bawah dan bisa saja terus ke atas sehingga perlu dijaga agar tidak melonjak tinggi,” jelas Sidiq.

Apabila jumlah kasus melonjak, ia khawatir kapasitas di fasilitas kesehatan tak mampu menampung sehingga ada pasien yang tidak terlayani. Akibatnya akan terjadi angka kematian yang tinggi. Apalagi fasilitas kesehatan di Pontianak tidak hanya untuk masyarakat Pontianak saja tetapi juga dari luar kota. Rumah sakit misalnya. Sebagian merupakan rujukan bagi masyarakat se-Kalbar untuk pasien Covid-19.

Baca Juga :  Anies Baswedan Layani Tenaga Medis Covid-19 dengan Hotel Standar VIP

Sementara, fasilitas yang ada saat ini ruang isolasi tidak sampai 50 unit.  Itu meliputi ruang isolasi di RSUD Sudarso, RS Bhayangkara dan RS Kota Pontianak. Ruang isolasi tersebut dikhususkan untuk menangani pasien Covid-19 yang sakit.

Sedangkan kapasitas rumah karantina hanya tersedia 100 ruangan. Rumah karantina itu untuk orang sehat namun dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Ruang isolasi mesti ditambah. Di samping mengantisipasi ledakan kasus, juga mengantisipasi bilamana kedisiplinan masyarakat tidak baik,” tambah Sidiq.

Oleh karenanya, Sidiq kembali mengajak masyarakat agar mematuhi seruan pemerintah demi mencegah meluasnya wabah Covid-19. “Jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan tidak berkumpul,” ujarnya.

Masyarakat dinilai sebagai garda terdepan dalam memutus matai rantai penyebaran Covid-19. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama pencegahan. “Jadi harus benar-benar dijaga agar bulan ini jangan sampai meningkat. Apakah mau puncaknya tinggi atau landai bisa dilihat dari kepatuhan kita semua untuk memutuskan mata rantai Covid-19,” harapnya. (bar/mse)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/