alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Mitra Kerja PT Hasco Buana Khatulistiwa Ditangkap

PONTIANAK – Mitra kerja PT Hasco Buana Khatulistiwa (perusahaan jasa bongkar), berinisial SA ditangkap polisi. Pelaku diduga menggelapkan uang operasional perusahaan senilai ratusan juta.

Pelaku ditangkap beberapa bulan lalu, berdasarkan laporan pihak perusahaan. Kini yang bersangkutan telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak.

Komisaris sekaligus Manager Keuangan PT Hasco Buana Khatulistiwa (HBK), Rika Rubianti, mengatakan, pelaku mulai menjadi mitra perusahaan yang bergerak dibidang ekspedisi sejak 2017.

Rika menerangkan, segala sesuatu yg berhubungan dengan konsumen, dalam hal pengiriman barang dari Jakarta, Subaraya ke Pontianak, Kalimantan Barat, pelakulah yang mengurusnya.

Pada November 2020, lanjut Rika, beberapa konsumen komplen terkait pengiriman barang yang tidak tepat waktu.

“Akhirnya konsumen menghubungi saya, yang sebenanya status saya hanya sebagai manager keuangan. Akhirnya saya tanyakan kepada pelaku terkait keterlamabatan pengiriman itu, dia beralasan bisa ditangani dan dengan alasan lainnya,” kata Rika, Minggu (2/5).

Baca Juga :  Banjir dan Macet Persoalan Pontianak ke Depan

Rika menerangkan, sebagai manager keuangan, dirinya juga punya tugas menagih keuangan kepada konsumen. Namun beberapa tagihan, ditolak oleh konsumen dengan alasan itu bukan kegiatan mereka.

“Dari penolakan itu, saya klafirikasi kepada pelaku. Ia berjanji akan menagih, dengan batas waktu dua minggu,” ucapnya.

Setelah dua minggu, lanjut Rika, tagihan belum terpenuhi. Sehingga dirinya berinisiatif mengecek langsung ke konsumen. Dan ternyata, konsumen menjawab tagihan itu bukan barang-barang milik mereka.

Rika menyatakan, akibat perbuatan pelaku itu, perusahaan mengalami kerugian lebih dari Rp500 juta. Kepada pelaku, waktu diminta untuk mengembalikan kerugian perusahaan pada November 2020. Namun sampai batas waktu yang sudah disepakati, pelaku telah memiliki itikad baik.

“Karena tidak ada itikad baik, kasus itu saya laporkan ke pimpinan. Dari rapat pimpinan, pelaku diminta untuk bertanggungjawab. Tetapi tetap saja pelaku tidak mau,” ungkap Rika.

Baca Juga :  Pegawai Magang Bobol Bank BUMN di Sambas, Sikat Uang Rp2,5 Miliar

Rika menyatakan, karena pelaku tidak mau bertanggungjawab, sementara banyak konsumen yang komplen, pada 7 Desember lalu pelaku dilaporkan ke Polda Kalbar atas tuduhan melakukan penipuan dan penggelapan.

Laporan tersebut, Rika menambahkan, diproses pihak kepolisian, dimana pada 15 Januari pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Dan saat ini yang bersangkutan tengah menjalani sidang di PN Pontianak.

Rika menyatakan, perbuatan pelaku itu jelas telag membuat perusahaan merugi. Baik secara materil dan nama baik. Bahwa laporan itu membuktikan bahwa perusahaan tidak ada kaitan dengan kasus penipuan yang dilakukan pelaku.

Rika mengungkapkan, perbuatan pelaku tidak hanya masalah penggelapan, tetapi diduga melakukan penyalahgunaan jabatan, dan melakukan pengulangan penipuan terhadap angkutan kontainer yang oleh pelaku tidak diantar ke gudang penerimaan tetapi sudah mengembalikan surat jalan untuk tagihan kegiatan.

“Pada kasus angkutan kontainer ini, 27 kontainer ini seolah-olah sudah diantar padahal tidak” pungkas Rika. (adg)

PONTIANAK – Mitra kerja PT Hasco Buana Khatulistiwa (perusahaan jasa bongkar), berinisial SA ditangkap polisi. Pelaku diduga menggelapkan uang operasional perusahaan senilai ratusan juta.

Pelaku ditangkap beberapa bulan lalu, berdasarkan laporan pihak perusahaan. Kini yang bersangkutan telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak.

Komisaris sekaligus Manager Keuangan PT Hasco Buana Khatulistiwa (HBK), Rika Rubianti, mengatakan, pelaku mulai menjadi mitra perusahaan yang bergerak dibidang ekspedisi sejak 2017.

Rika menerangkan, segala sesuatu yg berhubungan dengan konsumen, dalam hal pengiriman barang dari Jakarta, Subaraya ke Pontianak, Kalimantan Barat, pelakulah yang mengurusnya.

Pada November 2020, lanjut Rika, beberapa konsumen komplen terkait pengiriman barang yang tidak tepat waktu.

“Akhirnya konsumen menghubungi saya, yang sebenanya status saya hanya sebagai manager keuangan. Akhirnya saya tanyakan kepada pelaku terkait keterlamabatan pengiriman itu, dia beralasan bisa ditangani dan dengan alasan lainnya,” kata Rika, Minggu (2/5).

Baca Juga :  Koperasi Tiga Bersaudara Dipolisikan

Rika menerangkan, sebagai manager keuangan, dirinya juga punya tugas menagih keuangan kepada konsumen. Namun beberapa tagihan, ditolak oleh konsumen dengan alasan itu bukan kegiatan mereka.

“Dari penolakan itu, saya klafirikasi kepada pelaku. Ia berjanji akan menagih, dengan batas waktu dua minggu,” ucapnya.

Setelah dua minggu, lanjut Rika, tagihan belum terpenuhi. Sehingga dirinya berinisiatif mengecek langsung ke konsumen. Dan ternyata, konsumen menjawab tagihan itu bukan barang-barang milik mereka.

Rika menyatakan, akibat perbuatan pelaku itu, perusahaan mengalami kerugian lebih dari Rp500 juta. Kepada pelaku, waktu diminta untuk mengembalikan kerugian perusahaan pada November 2020. Namun sampai batas waktu yang sudah disepakati, pelaku telah memiliki itikad baik.

“Karena tidak ada itikad baik, kasus itu saya laporkan ke pimpinan. Dari rapat pimpinan, pelaku diminta untuk bertanggungjawab. Tetapi tetap saja pelaku tidak mau,” ungkap Rika.

Baca Juga :  Cegah Hoaks, Jurnalis Pontianak Dirikan Posko Peliputan Covid-19

Rika menyatakan, karena pelaku tidak mau bertanggungjawab, sementara banyak konsumen yang komplen, pada 7 Desember lalu pelaku dilaporkan ke Polda Kalbar atas tuduhan melakukan penipuan dan penggelapan.

Laporan tersebut, Rika menambahkan, diproses pihak kepolisian, dimana pada 15 Januari pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Dan saat ini yang bersangkutan tengah menjalani sidang di PN Pontianak.

Rika menyatakan, perbuatan pelaku itu jelas telag membuat perusahaan merugi. Baik secara materil dan nama baik. Bahwa laporan itu membuktikan bahwa perusahaan tidak ada kaitan dengan kasus penipuan yang dilakukan pelaku.

Rika mengungkapkan, perbuatan pelaku tidak hanya masalah penggelapan, tetapi diduga melakukan penyalahgunaan jabatan, dan melakukan pengulangan penipuan terhadap angkutan kontainer yang oleh pelaku tidak diantar ke gudang penerimaan tetapi sudah mengembalikan surat jalan untuk tagihan kegiatan.

“Pada kasus angkutan kontainer ini, 27 kontainer ini seolah-olah sudah diantar padahal tidak” pungkas Rika. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/