alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Brimob Turunkan Tim Investigasi, Buntut Penembakan di Kebun Sawit

PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akan melakukan evaluasi  terhadap anggota Brimob usai bentrokan yang berujung pada penembakan seorang warga di perkebunan sawit PT. Arrtu Estate Kemuning, Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, beberapa waktu lalu.

Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar Kombes Pol Muhammad Guntur mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mencari fakta dan melakukan investigas di lapangan terkait penembakan yang dilakukan oleh salah satu anak buahnya.

“Kami sudah turunkan tim ke sana. Kami juga akan lakukan evaluasi terhadap seluruh anggota yang ditugaskan (BKO) di  sejumlah perkebunan,” kata Guntur kepada sejumlah wartawan, Selasa (31/5) siang.

Dalam kesempatan itu, Guntur menegaskan bahwa keberadaan anggota Brimob di lokasi perkebunan sawit tersebut atas dasar permintaan perusahaan. Di mana pihak perusahaan meminta pengamanan karena di areal itu sering terjadi pencurian buah sawit.

Dikatakan Guntur, tugas pokok Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban, penegak hukum serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Sensasi Sidang Skripsi Online, Tidak Kalah Deg-degan dengan Sidang Langsung

Dalam hal ini, lanjut Guntur, perusahaan tersebut memohon pengamanan kepada kepolisian karena di lokasi tersebut diduga kerap terjadi pencurian dan penjarahan sawit.

Dalam pengajuan pengamanan dari Kepolisian, kata dia, tidak serta semua disetujui, terlebih dahulu harus melalui proses penilaian, dan Brimob Polda Kalbar tidak hanya melakukan pengamanan di perusahaan tersebut, melainkan ada 12 titik perusahaan di Kalimantan Barat.

“Dan semua itu resmi memiliki surat tugas,” tegasnya.

“Sedangkan untuk pengajuan pengamanan, tidak serta merta disetujui. Harus dicek, sesuai aturan atau tidak. Kemudian Polri memberikan atensi dan menurunkan Brimob ke sana, artinya Brimob ke sana secara resmi. Tidak liar, mereka ada surat perintahnya dan saya bertanggung jawab,” jelasnya.

Menurutnya, dalam upaya pengamanan tersebut, ternyata ada aktivitas panen massal yang dilakukan oleh masyarakat di lahan yang diklaim milik salah satu warga. Tapi berdasarkan informasi perusahaan, lahan tersebut milik perusahaan.

Baca Juga :  Penembakan mobil anggota DPRD Kabupaten Sintang

“Jadi saat melakukan pengamanan, ditemukan salah satu warga yang ternyata merupakan DPO Polres Ketapang atas nama Suharjo. Pada saat akan dilakukan penangkapan, yang bersangkutan dan warga lain melawan dan mengejar anggota menggunakan senjata tajam, sehingga terjadi penembakan dengan peluru hampa,”bebernya.

“Itu pun sebelum terjadi penembakan, sudah dilakukan tembakan peringatan sebanyak 3 kali?” Sambungnya.

Guntur menegaskan, sejatinya peluru hampa tidak melukai, namun karena dengan penembakan dilakukan dengan jarak dekat, dan tanpa pelindung (baju), maka menimbulkan luka.

“Itu karena yang bersangkutan tidak menggunakan baju, sehingga menimbulkan luka. Dan sekarang korban sudah di rumah sakit untuk perawatan medis,” terangnya.

Atas peristiwa tersebut ia mengatakan khusus dari Satbrimob Polda Kalbar sudah menurunkan tim untuk melakukan investigasi peristiwa tersebut.

“Bila ada anggota kami yang salah, kesalahan prosedur, maka kami akan melakukan tindakan hukum terhadap anggota yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya. (arf)

PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akan melakukan evaluasi  terhadap anggota Brimob usai bentrokan yang berujung pada penembakan seorang warga di perkebunan sawit PT. Arrtu Estate Kemuning, Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, beberapa waktu lalu.

Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar Kombes Pol Muhammad Guntur mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mencari fakta dan melakukan investigas di lapangan terkait penembakan yang dilakukan oleh salah satu anak buahnya.

“Kami sudah turunkan tim ke sana. Kami juga akan lakukan evaluasi terhadap seluruh anggota yang ditugaskan (BKO) di  sejumlah perkebunan,” kata Guntur kepada sejumlah wartawan, Selasa (31/5) siang.

Dalam kesempatan itu, Guntur menegaskan bahwa keberadaan anggota Brimob di lokasi perkebunan sawit tersebut atas dasar permintaan perusahaan. Di mana pihak perusahaan meminta pengamanan karena di areal itu sering terjadi pencurian buah sawit.

Dikatakan Guntur, tugas pokok Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban, penegak hukum serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bentrok Warga dengan Brimob di Kebun Sawit

Dalam hal ini, lanjut Guntur, perusahaan tersebut memohon pengamanan kepada kepolisian karena di lokasi tersebut diduga kerap terjadi pencurian dan penjarahan sawit.

Dalam pengajuan pengamanan dari Kepolisian, kata dia, tidak serta semua disetujui, terlebih dahulu harus melalui proses penilaian, dan Brimob Polda Kalbar tidak hanya melakukan pengamanan di perusahaan tersebut, melainkan ada 12 titik perusahaan di Kalimantan Barat.

“Dan semua itu resmi memiliki surat tugas,” tegasnya.

“Sedangkan untuk pengajuan pengamanan, tidak serta merta disetujui. Harus dicek, sesuai aturan atau tidak. Kemudian Polri memberikan atensi dan menurunkan Brimob ke sana, artinya Brimob ke sana secara resmi. Tidak liar, mereka ada surat perintahnya dan saya bertanggung jawab,” jelasnya.

Menurutnya, dalam upaya pengamanan tersebut, ternyata ada aktivitas panen massal yang dilakukan oleh masyarakat di lahan yang diklaim milik salah satu warga. Tapi berdasarkan informasi perusahaan, lahan tersebut milik perusahaan.

Baca Juga :  Kapolri Apresiasi Peran Brimob Amankan Pilkada dan Tangani Corona

“Jadi saat melakukan pengamanan, ditemukan salah satu warga yang ternyata merupakan DPO Polres Ketapang atas nama Suharjo. Pada saat akan dilakukan penangkapan, yang bersangkutan dan warga lain melawan dan mengejar anggota menggunakan senjata tajam, sehingga terjadi penembakan dengan peluru hampa,”bebernya.

“Itu pun sebelum terjadi penembakan, sudah dilakukan tembakan peringatan sebanyak 3 kali?” Sambungnya.

Guntur menegaskan, sejatinya peluru hampa tidak melukai, namun karena dengan penembakan dilakukan dengan jarak dekat, dan tanpa pelindung (baju), maka menimbulkan luka.

“Itu karena yang bersangkutan tidak menggunakan baju, sehingga menimbulkan luka. Dan sekarang korban sudah di rumah sakit untuk perawatan medis,” terangnya.

Atas peristiwa tersebut ia mengatakan khusus dari Satbrimob Polda Kalbar sudah menurunkan tim untuk melakukan investigasi peristiwa tersebut.

“Bila ada anggota kami yang salah, kesalahan prosedur, maka kami akan melakukan tindakan hukum terhadap anggota yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/