alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Masyarakat Rasakan Dampak Positif Keberadaan PT. BPK

Berikan CSR Pengembangan Usaha Keramba

SUNGAI RAYA- Masyarakat di Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya merasakan dampak positif keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK). Keberadaan PKS dalam 16 tahun terakhir telah memberi perubahan signifikan baik dari sisi ekonomi maupaun pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Desa Mega Timur Adam mengungkapkan, dirinya selaku dari pemerintahan desa mewakili masyarakat menilai selama ini pabrik PT. BPK sangat berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dari warga setempat. Selain program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga terus dijalankan secara berkelanjutan. “Selain itu PT. BPK juga sebagai salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar,” katanya, Rabu (1/7).

Hal serupa diungkapkan Ketua Kelompok Perikanan Abas. Sebagai pembudidaya ikan air tawar yang secara langsung memanfaatkan aliran sungai di sana, ia mengaku tak pernah menghadapi masalah. “Hingga saat ini alhmdulilah kondisi ikan pada keramba tidak ada yang bermasalah atau bahkan mati,” katanya.

Baca Juga :  Salurkan 18 Ribu BPUM

Hal ini ia sampaikan sekaligus menjawab isu soal keberadaan pabrik yang dituding mencemari aliran sungai. Ia menilai hasil karamba selama ini justru menunjukkan nilai positif. Bahkan kelompok perikanan mereka pada 2019 telah membuat kerjasama dengan pabrik PT. BPK sebagai program CSR untuk pengembangan usaha keramba ikan sebesar Rp154 juta. “Dan telah direalisasikan pada bulan Juni 2020 kemarin. Direncanakan pada bulan Agustus keramba ikan siap dipasang di sekitar dermaga pabrik dan semoga dapat bermanfaat jangka panjang,” harapnya.

Tokoh Masyarakat Mega Timur M Juhri juga sangat menyambut baik dan mengapresiasi keberadaan perusahaan. Sudah 16 tahun keberadaan perusahaan di sana, sangat memberikan manfaat dalam banyak hal. Mulai dari akses jalan yang dulunya tidak ada, kini jalan sudah terbuka lebar di mana-mana. “Dengan adanya jalan, warga yang mau ke pasar lebih gampang, anak-anak sekolah juga lebih mudah,” ucapnya.

Baca Juga :  PPKM Mulai 14 Juni 2021, Operasional Tempat Usaha Dibatasi

Jika sempat beredar isu mengenai dampak lingkungan akibat perusahaan dikeluhkan masyarakat, menurutnya ketika ada seribu orang merasa baik-baik saja sementara hanya satu yang melaporkan artinya hal itu tidak seimbang. Harus ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait yang berkompeten untuk menilai kebenaran isu-isu tersebut. “Adanya perusahaan sangat banyak memberikan dampak ke masyarakat, baik perekonomian dan lain-lain,” pungkasnya.

Sementara itu menanggapi isu yang beredar, Bina Mitra PT. BPK Muhammad Taufik mengatakan, pada dasarnya pihaknya telah melaksanakan semua operasional pekerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku dan sesuai aturan pemerintah. (bar)

Berikan CSR Pengembangan Usaha Keramba

SUNGAI RAYA- Masyarakat di Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya merasakan dampak positif keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK). Keberadaan PKS dalam 16 tahun terakhir telah memberi perubahan signifikan baik dari sisi ekonomi maupaun pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Desa Mega Timur Adam mengungkapkan, dirinya selaku dari pemerintahan desa mewakili masyarakat menilai selama ini pabrik PT. BPK sangat berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dari warga setempat. Selain program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga terus dijalankan secara berkelanjutan. “Selain itu PT. BPK juga sebagai salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar,” katanya, Rabu (1/7).

Hal serupa diungkapkan Ketua Kelompok Perikanan Abas. Sebagai pembudidaya ikan air tawar yang secara langsung memanfaatkan aliran sungai di sana, ia mengaku tak pernah menghadapi masalah. “Hingga saat ini alhmdulilah kondisi ikan pada keramba tidak ada yang bermasalah atau bahkan mati,” katanya.

Baca Juga :  PPKM Mulai 14 Juni 2021, Operasional Tempat Usaha Dibatasi

Hal ini ia sampaikan sekaligus menjawab isu soal keberadaan pabrik yang dituding mencemari aliran sungai. Ia menilai hasil karamba selama ini justru menunjukkan nilai positif. Bahkan kelompok perikanan mereka pada 2019 telah membuat kerjasama dengan pabrik PT. BPK sebagai program CSR untuk pengembangan usaha keramba ikan sebesar Rp154 juta. “Dan telah direalisasikan pada bulan Juni 2020 kemarin. Direncanakan pada bulan Agustus keramba ikan siap dipasang di sekitar dermaga pabrik dan semoga dapat bermanfaat jangka panjang,” harapnya.

Tokoh Masyarakat Mega Timur M Juhri juga sangat menyambut baik dan mengapresiasi keberadaan perusahaan. Sudah 16 tahun keberadaan perusahaan di sana, sangat memberikan manfaat dalam banyak hal. Mulai dari akses jalan yang dulunya tidak ada, kini jalan sudah terbuka lebar di mana-mana. “Dengan adanya jalan, warga yang mau ke pasar lebih gampang, anak-anak sekolah juga lebih mudah,” ucapnya.

Baca Juga :  Bagikan 52 Ribu Sertipikat untuk Masyarakat Kalbar

Jika sempat beredar isu mengenai dampak lingkungan akibat perusahaan dikeluhkan masyarakat, menurutnya ketika ada seribu orang merasa baik-baik saja sementara hanya satu yang melaporkan artinya hal itu tidak seimbang. Harus ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait yang berkompeten untuk menilai kebenaran isu-isu tersebut. “Adanya perusahaan sangat banyak memberikan dampak ke masyarakat, baik perekonomian dan lain-lain,” pungkasnya.

Sementara itu menanggapi isu yang beredar, Bina Mitra PT. BPK Muhammad Taufik mengatakan, pada dasarnya pihaknya telah melaksanakan semua operasional pekerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku dan sesuai aturan pemerintah. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/